Hidden Berondong

Hidden Berondong
Jangan Main Pisau!


__ADS_3

Asisten Will mengirimkan alamat tempat tinggal Kyara. Sebuah apartemen di kawasan elite yang Xander ketahui.


"Tunggu aku Kyara kita akan bertemu dan kembali memadu kasih." Dirga menyeringai saat membayangkan Kyara masih sama seperti enam tahun yang lalu masih cantik dan seksih, waktu enam tahun tak memberi perubahan berarti pada istri cantiknya.


"Apa benar kata orang jika keperjakaan seseorang bisa membuat awet muda seorang wanita. Sepertinya Iya, buktinya Kyara masih sekal. Astaga gunungnya aku rasa semakin membesar." Hanya membayangkan tangannya tadi menyapa gunung itu Kyara sukses membuat hasrat pria itu meninggi.


"Xander sadarlah kau seorang pengusaha dan mafia bukan seorang penjahat kelamin atau mucikari." Xander memukul kepalanya sendiri.


"Astaga aku seperti binatang yang ingin kawin." Xander mencibir dirinya sendiri.


.


"Jasson ... Jasson ..." Kyara berteriak kencang di rumah saudaranya.


"Ada apa kenapa kau berteriak Kyara? Jangan kencang-kencang keponakanku sedang tidur." Jasson memelototkan matanya.


"Gawat Jasson gawat!" Kyara berjalan-jalan kearah saudaranya.


"Ada apa Kyara? Apa pria yang bernama Xander itu melukaimu? apa dia melakukan sesuatu?" Jasson meneliti seluruh tubuh saudarinya.


"Lebih dari itu Jasson."


"Ada apa Kyara? katakan dengan jelas jangan membuatku berfikir terlalu jauh." Jasson turut ikut panik menyaksikan saudarinya yang panik.


"Jasson ternyata Xander adalah Dirga, suami bocahku dulu. Dia ayahnya Segara. Jasson." Kyara sudah memegangi tangan dan mengoyang-goyangkan tangan Jasson.

__ADS_1


"APAAAA ..." Jasson berteriak kaget.


"Jadi pria kekar yang bertato di tangan kanan itu suamimu.?" Jasson tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Kau pernah bertemu dengannya?" Kyara bertanya pada saudaranya.


"Ya Kyara. Bahkan aku pernah melihatnya melenyapkan seseorang yang menyusup ke kantornya, dengan satu kali tarikan pelatuk senjata api." ungkap Jasson jujur.


"Tidak mungkin, tidak mungkin dia suamimu sepertinya kau salah orang Kyara. Dia seorang pria berdarah dingin yang kejam." Jasson masih tidak percaya akan pengakuan Kyara.


"Aku berani bersumpah Jasson, dia benar-benar Dirgaku. Tadinya aku menyangka jika aku salah orang. Tapi ternyata Xander juga mengakuiku dan mengenali aku. Dia benar-benar ayah Segara."


"Hei. Tenanglah. Justru itu bagus, kenalkan putra kalian padanya, pasti Xander akan dengan senang hati menerima putra kalian." Jasson memiliki rencana.


"Jangan katakan jika kau memikirkan sesuatu."


.


"Kau tak ingin menginap?" Jasson menanyai keponakannya yang hendak menaiki mobil ibunya.


"Iya Uncle, Gala mau pulang dengan Mama." Bocal tampan itu sudah menggendong ransel di punggungnya.


"Biar Uncle antar." Jasson meraih kunci mobil saudaranya di tangan Kyara.


"Biar aku yang menyetir."

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Gara terus saja berceloteh, banyak hal yang bocah itu ceritakan dari mulai apa yang terjadi di sekolahnya sampai dengan mimpinya tadi siang.


"Kya, putramu persis dirimu waktu kecil mulutnya terlalu ajaib." Jasson mengingat masa kecil wanita yang ia sayangi sedari dulu.


Tiba di unit apartemen Baik Kyara maupun Jasson terkejut dengan seorang pria kekar yang berdiri menyender di pintu apartemen Kyara.


"Tuan Xander." Jasson yang pertama kali menegur.


"Apa yang kau lakukan dengan wanitaku.?" Xander membuang roko yang terapit di antara telunjuk dan jari tengahnya.


Xander terlihat semakin tampan dengan otot-otot yang seakan berlomba ingin keluar dari kaos putih polos yang ia kenakan.


Tato yang berada di tangannya terpampang nyata karna kaos yang Xander kenakan hanya sebatas lengannya.


Xander meraih sebuah belati kecil yang sangat tajam dan runcing, ujungnya sampai mengkilat menandakan ketajaman benda itu.


Pria kekar itu mendekat ke arah Jasson sampai ia memundurkan langkahnya.


"Kau berani mendekati milikku?" Xander memain belati itu di antara wajah dan leher Jasson.


"A-aku." Jasson bergetar ia takut wajah tampannya terluka oleh permainan belati Xander.


Kyara melihat sisi lain dari Dirga, sisi yang tak pernah ia lihat selama beberapa bulan tinggal dengan bocah yang sekarang sudah berubah menjadi pria dewasa.


"Kau tau kan bagai mana aku?"

__ADS_1


"Papa. Jangan main pisau itu bahaya.!" tiba-tiba tangan seoranh bocah kecil menarik pakai yang di kenakan Xander.


__ADS_2