
Dirga mendoakan kebaikan serta keberkahan dalam hidupnya. Di umurnya yang ke dua puluh tahun Dirga merasa sangat beruntung telah di pertemukan dengan Kyara.
"Aku akan meminta hadiahku malam ini." Dirga tertawa saat perjalannya menuju apartemen mereka.
Dan saat keluar dari lift apartementnya Dirga langsung membopong tubuh istrinya ala brydal, membuat Kyara tertawa cekikikan.
"Astaga Dirga. Turunkan aku." meski berkata begitu Kyara tetap mengalungkan tangannya di leher Dirga.
"Tidak akan. Kita akan melewati malam panas." Dirga berbisik sensual tepat di telinga istrinya.
"Ini masih sore Dirga." suara Kyara terdengar lembut dan mendayu membelai pendengaran Dirga.
"Aku tidak perduli. Sayang tekan pinnya." Dirga menyuruh istrinya untuk menekan pin unit apartemennya dan saat pintu terbuka otomatis, Dirga kembali mendaratkan ciuman panas pada Kyara sambil melangkah masuk tiba-tiba.
"Kejutan ..."
Dirga terjengkit kaget sampai mundur beberapa langkah begitu juga dengan Kyara. Wanita itu, mengelap bibirnya yang basah karna saliva keduanya meyusup di dada Dirga.
Tadinya orang tua Dirga, Sena Dion serta si kecil Elga, berusaha menyempatkan waktu mendatangi apartemen Dirga untuk memberikan kejutan di hari ulang tahun pemuda itu yang kedua puluh. Alih-alih kejutan itu sukses justru kelima orang itu begitu terkejut dengan tingkah Dirga dan Kyara yang berciuman saat memasuki apartemen. Kue yang di bawa ayahnya juga turut terjun bebas keatas lantai persis seperti rahang kelimanya yang jatuh dan menganga tak percaya.
"Om Dirga mencium tante seperti Dad mencium Mom." Elga kecil sangat polos berbicara membuat Kyara ingin lenyap saat itu juga.
__ADS_1
"Elga." tegur Dion dan Sena.
Dirga menurunkan istrinya dengan hati-hati.
"Bisa kau jelaskan ini Dirga? Kau terlibat scandal dengan tunangan kakakmu calon kakak iparmu sendiri?" tuduh Ayah Dirga beruntun.
"Tidak Ayah tidak seperti itu, aku tidak merebut Kyara dari siapapun."
Panggilan Dirga yang tidak sopan menyebut nama Kyara tanpa ada embel-embel kakak seakan menegaskan jika mereka memang terlibat suatu hubungan.
"Lalu?"
"APAAA?" semua orang kompak berteriak.
"Ayah, dada ibu sesak. Katakan ini hanya mimpi, katakan jika anak kurang ajar itu sedang bergurau." Ibunya memegangi dadanya, sebenarnya ia hanya kaget bukan terkena serangan jantung sungguhan.
"Maaf Ibu, putramu memang sudah menikahi Kyara." Dirga menunduk.
"Xavier, putra sulungku yang malang." lirih ibunya.
"Bang Xavier sudah tau Bu." ujar Dirga kembali.
__ADS_1
"Ya Tuhan, putra tertuaku sangat malang jika seperti itu. Dua kali dia di langkahi adiknya menikah." Ibunya menangis dan terduduk di lantai tanpa sadar menduduki cake ulang tahun yang tadi jatuh. Kejutannya gagal total.
"Maafkan Dirga Bu. Tapi kami menikah sebelum Bang Xavier melamar istriku." Dirga menunduk ia bersalah.
"Ya Tuhan Kyara, apa goyangan adikku sangat hot sehingga kau mau mekah dengannya, mengabaikan pria dewasa dan kaya raya seperti Xavier dan Aiden." Ceplos Sena.
"Sena, jaga ucapanmu!" Dion menyenggol tangan istrinya. "Apa durasinya sangat lama hingga kau berubah pikiran dan menikah." Dion justru lebih parah membuat Kyara menginjak kaki Dion.
"Sejak kapan kalian menikah? Alexander yang bertanya sekarang.
"Sudah tiga bulan lebih Ayah." ujar Dirga hati-hati, ia juga meneliti raut wajah ayahnya dengan hati-hati tidak ada kemarahan di sana, hanya saja tatapannya masih tak terbaca.
"Benar Kyara?"
"I-iya Ayah mertua." bagi Kyara tak ada yang harus ia sembunyikan lagi.
"Memangnya Dirga bisa menjalankan tugasnya sebagai seorang suami?" tanya Ayahnya lagi.
"Dia sudah pintar Ayah mertua, aku sudah mengajarinya." jawab Kyara jujur.
Hah ...
__ADS_1