Hidden Berondong

Hidden Berondong
Semoga kau bahagia Kyara.


__ADS_3

"Kedua alasannya benar Kyara." ungkap Xavier jujur. "Tapi di balik itu semua tak aku pungkiri aku menyukaimu Kyara, aku tak mampu menyembunyikannya lagi, kau mampu memengrakap hatiku." Xavier sudah mendekatkan tubuhnya pada Kyara.


Kyara mendorong dada tegap Xavir untuk menciptakan jarak di antaranya.


"Jaga batasanmu Xavier! Aku adik iparmu!" Kyara memperingati Xavier.


"Kenapa Kyara? Disaat aku sudah mulai menyukaimu kau justru tidak lagi menyukaiku." Xavier menelisik manik indah wanita yang berhasil mencuri hatinya.


"Tidak setiap rasa yang kita miliki bertahan dengan lama Xavier, ada kalanya rasa itu berhenti dan lenyap seiring berjalannya waktu. Aku akui, aku menyukaimu selama beberapa tahun tapi sekarang rasa itu sudah terkikis dan mulai habis." Kyara balik menatap Xavier.


"Tidak inginkah kau memberiku kesempayan Kyara?"


Kyara menghembuskan nafasnya kasar, ia juga memijat pangkal hidungnya.


"Xavier statusku sudah tidaklah sama. Mungkin jika aku masih sendiri bisa saja aku memberimu kesempatan, tapi sekarang aku sudah di miliki orang lain Xavier." Ujar Kyara penih sesal tapi terdengar meledek di telinga Xavier.


"Kau bersamanya hanya sementara Kyara. Pulanglah padaku aku akan menjadi rumahmu." ujar Xavier.


"Jangan gila Xavier aku adik iparmu."

__ADS_1


Xavier tiba-tiba memeluk Kyara dan mencium paksa bibir Kyara, bertepatan dengan pintu yang terbuka menampilkan Dirga yang mematung di ambang pintu.


Pluk.


Makanan yang Dirga bawa jatuh dan bertebaran atas lantai.


Dirga sudah mengepalkan tangannya, matanya sudah mengembun penuh kecewa.


"Sialan." Dirga menerjang tubuh kakaknya. Melabuhkan beberapa pukulan di rahang tegas Xavier.


"Tega kau pada adik mu sendiri." Dirga layaknya seorang kerasukan, membabi buta memukul Xavier. "Aku menyayangimu Xavier tapi aku mencintai Kyara." Berkali-kali Dirga melayangkan tinjunya.


"Kau membelanya Kyara. Ingat Kyara aku yang mencintaimu bukan dia Kyara." Dirga masih terus menerus melanyangkan pukulannya.


"Aku tau tau Dirga aku tau. Tapi hentikan Dirga, dia bisa mati." Kyara memeluk tubuh Dirga berusaha melerai pertengkaran dua bersaudara itu.


Dirga berteriak, meraung serta melutut. Untung saja ruangan Kyara kedap suara.


"Kalian bekerja sama untuk melukaiku." Dirga tak mampu lagi menahan sesak atas luka yang di torehkan oleh dua orang yang Dirga sayangi.

__ADS_1


"Inikah maksudmu Kyara? Kau memintaku untuk pergi agar kau bisa bersama Xavier?" saking kecewanya Dirga tak lagi memperdulikan apapun yang ia katakan. Dirga juga tidak memperhatikan panggilannya pada Kakaknya.


"Ini juga maksudmu Xavier? Berlagak ingin membebaskanku dari Kyara. Kau bahkan berkata ingin melepaskanku dari jerat Kyara wanita nakal dan liar itu katamu. Kau ingin mengambilnya dariku?" Dirga sudah menjatuhkan air matanya. Merasa di permainkan oleh kakak kandungnya sendiri. Bahkan baru beberapa jam yang lalu Xavier menemuinya, dan menyuruhnya berpisah dengan Kyara.


"Dengarkan aku Dirga. Ini semua tidak seperti yang kau katakan percaya padaku Dirga, aku tak memiliki hubungan apapun dengannya." Kyara sudah mebdekat kearah pemuda yang terlihat menyedihkan di belakang pintu.


Dirga menatap nanar istrinya, beberapa waktu lalu Dirga melihat Kyara berciuman dengan Xavier.


"Kyara jangan mengasihani Dirga. Katakan saja apa yang kau katakan tadi. Kau ingin menceraikannya bukan? Tidak perlu menyembunyikan apapun lagi pada Dirga sekarang atau nanti kau tetap akan menceraikannya. Kau bahkan mengatakan menikahinya karna dendam padaku." ujar Xavier memanfaatkan keadaan Dirga yang tengah emosi.


"Diam Xavier!!" Kyara membentak kakak iparnya.


"Dirga kau mengenalkukan? Jangan percaya apa kata Xavier, aku memang menyuruhmu pergi. Tapi itu semua demi kebaikanmu. Aku-"


"Kebaikan apa yang kau bicarakan Kyara. Aku sudah mengatakan aku tak ingin pergi. Tapi karna kau berbuat hal seperti itu barusan, mungkin aku akan berubah pikiran." ujar Dirga. "Jika kau ingin hidup dengan Xavier maka aku bisa apa." Dirga terlihat nampak menyedihkan.


Xavier masih terdeduk di lantai dengan banyak luka memar di wajahnya. Hidung dan bibirnya sudah mengeluarkan darah.


"Semoga kau bahagia Kyara. Kelak kau akan tau betapa aku mencintaimu. Aku menunggu surat cerai darimu, karna mustahil untukku menceraikanmu." Dirga pergi dengan langkah lebarnya. Sebisa mungkin Ia mengendalikan tubuhnya agar tidak melukai Kyara.

__ADS_1


"Dirga!" Kyara menangis terduduk di tempatnya. "Tuhan sakit sekali." Kyara memukul-mukul dadanya sendiri tapi tidak berpengaruh sama sekali akan rasa sakit yang mencengkamnya.


__ADS_2