
Setelah makan Dirga berencana membawa Kyara ke sebuah taman hiburan.
"Gunakan celana jeans sayang kita akan berpetualang hari ini." Dirga sudah siap dengan rambut yang setengah basahnya.
Dirga mengeringkan rambut hitam bergelombang Kyara dengan pengering rambutnya, juga merapihkan rambut itu dengan sisir. Dirga juga mengambil ikat rambut Kyara di dalam tempatnya. Dengan telaten Dirga mengepang kelabang rambut istrinya. Kyara memperhatikan dengan seksama aktifitas yang di lakukan suami bocilnya.
"Kau pandai menata rambut Dirga. Dari mana kau belajar?"
"Aku sering mengepang rambut Elga anak kak Sena dan Kak Dion, jadi aku bisa sedikit saat menata rambut wanita. Setelah Elga kau adalah wanita kedua yang ku tata rambutnya.
"Hihihi aku semakin cantik kan dengan tambut seperti ini?"
"Kau selalu cantik di mataku sayang." Dirga mengecup rambut yang sudah selesai ia rapikan.
"Semakin hari mulutmu semakin manis."
"Tentu saja, aku sedang membuatmu tergila-gila padaku." Dirga menjawil hidung istrinya.
"Aku seperti Layla yang di cintai oleh Khais dengan begitu besar." Kyara memutar badannya menghadap suami bocilnya, ia terkikik mencubit pelan pipi Dirga.
"Aku bisa mencintaimu lebih dari Khais mencintai Layla." Dirga berkata penuh percaya diri.
__ADS_1
"Kau akan menyesal Bocah nakal mencintai wanita dewasa sepertiku sebesar itu." Kyara semakin tidak habis pikir akan kalimat demi kalimat yang di ucapkan suami berondongnya.
"Jika begitu hiduplah dengan umur panjang Kyara, saksikan sendiri apakah aku akan menyesal telah mencintaimu sedalam ini." Dirga selalu berkata dengan lembut serta mengecup kilas bibir itu.
"Baikalah bocah perayu mari kita betangkat."
Kyara menggandeng tangan Dirga dengan bersemangat sudah lama ia tidak menaiki beberapa wahana di taman bermain.
"Kau mau naik yang mana Dirga,? kau bebas memilih."
"Aku tidak tau Kyara aku belum pernah kemari." ungkap Dirga jujur, sedari kecil Dirga di besarkan oleh pengasuhnya, orang tua Dirga sangat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing sehingga Dirga tidak pernah berlibur kewahana bdrmain seperti ini. Ini adalah kali pertama Dirga kemari.
"Ya aku serius Kya. Ini yang pertama."
Kyara terdiam. Ternyata tidak setiap anak beruntung seperti dirimya yang mdnikmati masa kecilnya yang indah diantara kerumitan orang tuanya. Kyara bersyukur di kelilingi orang-orang yang mencintainya dengan tulus. Kyara dan Dirga berkeliling terlebih dahu, mencicipi kuliner di sekitaran taman hiburan juga mengendarai sepeda
"Kita akan menaiki Bianglala. Aku akan menciptakan kenangan indah di sana bersamamu." Kyara membawa Dirga menaiki wahana bianglala. Dirga hanya menurut dan ikut mengantri untuk memasuki wahana itu.
Bianglala adalah salah satu permainan yang paling ramai di taman hiburan. Bentuknya seperti sebuah roda yang memutar. Dengan wahana bianglala ini kita dapat menikmati pemandangan dari atas wahana. Dan Kyara sengaja menunggu sore hari untuk menaikinya untuk menciptakan kenangan indah untuk Dirga. Bukankah pria itu menginginkan kenangan bersamanya.
"Kau suka?" Kyara memperhatikan wajah berbinar pemuda itu.
__ADS_1
"Ya Kyara, aku sangat suka. Dari atas sini setiap pemandangan terlihat indah." Dirga memandang pemandangan sudut kota dengan hati yang senang. Senja mulai menyapa keduanya dari atas sana. Indah sangat dan hangat dengan matahari sore yang menembus kaca transparan kotak besar itu.
Kyara mencondongkan wajahwa pada wsjah Dirga. "Berjanjilah akan hidup dengan baik meski dengan aku ataupun tanpa aku." Kyara melabuhkan ciuman hangat pada pemuda sembilan belas tahun itu, senja menyaksikan keintiman keduanya. Langit jingga itu seakan menjadi sponsor terbaik untuk sepasang kekasih yang terlibat hubungan yang rumit.
"Aku berjanji akan tetap bahagia jika kau mau bersamaku. Selebihnya aku tidak perduli apapun. Maka saksikanlah kegilan pria ini Kyara." Dirga bergunam di depan bibir Kyara dan kembali membenamkan bibirnya pada belahan bibir istrinya.
"Ya akan ku saksikan kegilaanmu suamiku."
Di panggil dengan kata Suamiku membuat hati Dirga melambung lebih tinggi. Sangat tinggi melebihi biang lala yang saat ini tengah ia naiki.
"Kyara. Aku mencintaimu." Dirga bdrteriak dengan lantang di atas bianglala yang berputar dan menaruhnya dan Kyara di posisi tertinggi.
"Astaga kau sedang apa?"
"Aku sedang mengatakan pada Tuhan dan semesta jika aku mencintai istriku."
"Hentikan Dirga. Jika ada yang mendengar kita bisamalu."
"Aku tidak perduli." Dirga masih meneriaki nama istrinya dari ketinggian. Dengan kata-kata yang manis akan cinta.
"Aku adalah pemuda yang pakir akan cinta dan kasih sayang. Maka limpahi aku dengan cintamu Kyara." Dirga selalu membuat Kyara geleng-geleng kepala.
__ADS_1