Hidden Berondong

Hidden Berondong
Aku akan serakah


__ADS_3

Dirga menunggu istrinya di rumah dengan tidak tenang. "Kemana perginya Kyara, ini sudah sore tapi kemana perginya dia?"


Dirga sudah tidak bisa diam dari mulai duduk, berdiri juga jalan-jalan hatinya mulai tak tenang akan kemana perginya Kyara.


Tepat pukul sembilan malam unit apartemen Kyara di buka dari luar.


Kyara nampak terlihat lelah dengan mata sayunya, blezernya ia sampirkan di tangan sebelah kirinya juga dengan sebuah map berwarna biru langit di tangannya.


"Kau belum tidur?" Kyara membuka suara terlebih dulu. Ia melihat Dirga masih terduduk di sopa ruang tamu dengan mata sembabnya. Kyara yakin pemuda itu baru selesai menangis.


"Aku menunggu." Dirga berdiri menyambut Kyara dan membawa istrinya itu duduk.


"Ini." Kyara menyerahkan map yang sejak tadi dirinya bawa.


"Apa?"


Dirga mengernyit dengan keningnya yang mengkerut dalam.


"Kau meminta itu bukan?" Sebisa mungkin Kyara berbicara tenang, ia tak ingin menampakan kerapuhannya.


Dirga membuka map yang istrinya bawa, tangannya bergetar, telapak kaki serta tangannya sudah mulai berkeringat apalagi di bagian keningnya yang putih, keringat itu mengembun seakan berlomba-lomba dan ingin keluar dari tubuh pria itu.


"Ky-Kyara." Bibir Dirga bergetar saat mengucapkan nama istrinya. Airmatanya turut ia undang untuk melengkapi kepiluan yang menikam hatinya.

__ADS_1


"Kau bilang mustahil untuk menceraikanku kan? Aku mempermudah jalanmu Dirga, aku ingin membebaskanmu." setetes air mata Kyara lolos begitu saja.


"Tidak Kyara, aku tadi kelepasan berbicara. Aku tak ingin berpisah darimu. Aku ingin terus menua bersamamu." Dirga kini melutut di hadapan istrinya.


Dirga menggenggam erat tangan istrinya, ia kecupi jemari tangan lentik dan halus itu.


"Aku tak menginginkan apapun lagi Kyara, aku hanya ingin hidup bersamamu."


"Kau berkata seperti itu, karna hanya belum mengenal gadis lain Dirga, setelah nanti kau tau betapa banyak gadis yang lebih cantik dan lebih baik untukmu kau akan melupakanku seiring berjalannya waktu." Kyara menarik kedua tangannya. Ia menangkup wajah yang di penuhi air mata itu.


"Aku tak ingin mengenal gadis lain selain dirimu Kyara." Di tengah tangkupan tangan Kyara, Dirga mencebik.


"Kau percaya kata jodoh bukan?" Kyara bertanya kemudian.


"Jika kita berjodoh, kelak kita akan kembali di persatukan." Kyara berujar lembut. Ia kecupi seluruh permukaan wajah remaja itu setelah sebelumnya air matanya ia hapus menggunakan jemarinya. "Aku menyayangimu Dirga hiduplah dengan baik. Tanda tangani berkas ini ya."


Dirga masih enggan berbicara atau sekedar menjawab pertanyaan istrinya, ia masih berpikir.


"Kyara, aku punya satu permintaan." Dirga menatap lekat wajah istrinya. "Selama menikah bukankah aku tidak pernah meminta apapun darimu. Maka untuk kali ini tolong kabulkan permintaanku." Dirga terlihat memohon, semoga saja kali ini Kyara mau mengabulkan permintaannya.


"Ya, Dirga jika aku bisa aku akan menuruti keinginanmu." Kyara tak tega untuk menolak permintaan suami bocilnya. "Katakan saja."


"Jadilah istriku."

__ADS_1


"Aku memang istrimu Dirga."


"Bukan, bukan seperti ini. Aku ingin kau menjadi istriku sesungguhnya."


"Memangnya selama ini aku istri palsumu? Mana ada istri palsu bisa ngasih jatah." Kyara mencebik, membuat Dirga terkekeh.


"Aku ingin kau menjadi istriku sesungguhnya, sepenuhnya dan seutuhnya. Berpura-puralah menjadi seorang istri yang mencintai suami selama satu bulan. Setelah itu aku akan pergi jika kau tetap menginginkan aku pergi." Dirga terlihat memohon membuat Kyara tak tega untuk menolaknya.


"Tidak Bisa." Kyara menolak cepat.


Bukan Kyara tak ingin mengiyakan permintaan Dirga hanya saja Kyara tak ingin melukai dirinya sendiri, jika ia menuruti apa yang Dirga inginkan bukan tidak mungkin jika Kyara akan semakin mencintai Dirga.


"Ku mohon, beri aku waktu satu bulan untuk merasakan cinta dan kasih sayang dari istriku sendiri. Biarkan aku menjadi suami yang sebenarnya." Dirga terus memohon membuat Kyara akhirnya mengalah.


"Baiklah hanya satu bulan aku akan menjadi istrimu."


"Aku mencintaimu Dirga." Kyara tak berbohong soal itu meskipun Dirga hanya menganggapnya sebagai sandiwara.


"Aku juga mencintaimu."


Dirga memeluk tubuh mungil istrinya.


"Aku akan serakah Kyara aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, dan aku akan membuat kau terbiasa dengan cinta yang ku miliki." Dirga tersenyum devil di tengah pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2