
"Dirga! Dirga."
Glora dan Freya memanggil serempak temannya yang dua minggu tidak terlihat.
"Kau pergi ke planet mana selama dua minggu?" Glora mencebik saat pertanyaannya hanya di tanggapi dengan tawa oleh Dirga.
"Aku ada urusan, kalian tau kan kemarin bisnisku tergoncang sedikit? jadi aku perlu beberawa waktu untuk kembali memulihkan usahaku." ujar Dirga.
"Oh, begitu!" Freya kembali memakan cemilan yang ada di tangannya.
"Tapi sepertinya ada yang beda darimu. Kau seperti sedang kasmaran." Glora meneliti penampilan teman prianya.
"Iya Glor aku juga sependapan denganmu." ujar Freya.
"Benarkah, apa aku terlihat semakin tampan?" ungkap Dirga penuh percaya diri. Hey bukan kah tidak salah jika ia terlalu percaya diri, itu karna Dirga sadar diri jika dirinya memang begitu tampan.
"Ya, kau memang tampan." ucap kedua kembar itu serempak.
"Hati-hati jangan sampai kalian jatuh cinta padaku, aku sudah memiliki tambatan hati."
"Oekk ..." Keduanya pura-pura mual, "Kau memang tampan tapi tidak cukup menarik di mataku. Aku menyukai pria dewasa yang cerdas dan sangat sempurna seperti asisten Gio." Glora tersenyum malu-malu membayangkan asisten kakaknya.
"Ya, Tuhan, Glora sepertinya kumat." ucap Freya sebelum mendapat toyoran dari Kakak kembarnya.
Glora dan Freya adalah saudara kembar yang tidak identik, keduanya terlihat berbeda baik dari majah maupun tingkah laku mereka.
"Kau menyukai asisten Gio?" tanya Dirga kembali.
__ADS_1
"Tentu saja, siapa yang tidak menyukai pria tampan nan dewasa itu, sejak enam tahun lalu asisten Gio sudah mdnawan hatiku." Glora menyentuh pipinya yang memanas. "Oh ya dari mana kau tau asisten Gio?"
"Itu, karna." Dirga kebingungan menjawab. "Karna kemarin asisten Gio, yang membantu masalah dalam usahaku." akhinya Dirga menemukan alasan yang tepat.
"Ya Dirga, Gioku memang sesempurna itu."
"Cih Giomu, memangnya asisten Gio menyukaimu."
"Lalu siapa yang kau sukai Frey?" Dirga menatap teman satunya.
"Rahasia." Freya memang setertutup itu tentang masalah pribadinya.
"Ayolah, aku penasaran. Jangan sampai kau terlibat perasaan terlarang denganku." ucap Dirga sungguh-sungguh.
"Iuhh, setampan apapun dirimu aku tidak menyukaimu Bro. Kau jangan terlalu percaya diri. Intinya kau bukan tipeku." Freya menertawakan Dirga.
"Syukurlah, karna aku tak berniat membuat daftar nama wanita yang patah hati karna ulahku." Dirga memegangi perutnya karna terlalu lepas tertawa.
"Ada apa?"
"Apa Kakak sebenci itu padaku? sampai Kakak tak datang di ulang tahunku?" ucap gadis muda itu.
"Ck, aku sibuk. Lagian sepenting apa dirimu untukku sampai aku harus repot-repot datang ke hari ulang tahunmu." Dirga mendengus tak suka.
"Tega sekali Kak Dirga berbicara seperti itu, apa Kakak tidak tau siapa aku?" tanya Fitri lagi.
"Aku tau dirimu, aku juga tau kau anak donatur terbesar di kampus ini lalu kau ingin apa dengan berbicara seperti itu?" Gloralah yang menyauti.
__ADS_1
"Glora, kenapa kau berbicara ketus padaku?" Fitri menatap nanar wajah Glora.
"Ayolah, Fitri kita tidak sedekat itu. Aku tak memiliki system basa-basi yang banyak."
"Glora."
"Pergilah jangan membuat Glora marah." Freya mengusulkan teman kelasnya.
Fitripun mau tak mau meninggalkan Dirga dengan kedua temannya.
"Eh, hampir lupa." Glora menepuk jidatnya sendiri.
"Frey kata Mommy besok malam Kak Kya mau di lamar oleh Asisten Xavier, asisten Papinya Kak Kya." Glora antusias sekali saat mengatakan itu ia tidak tau saja jika ada hatinya yang panas dan mengepul.
"Ommo? Wah, gercep juga Asisten Xavier. Tapi aku lebih kasihan sama Kak Aiden, kasihan sekali sepupu kita. Selama ini dia berjuang habis-habisan." Freya ikut prihatin akan nasib cinta sepupunya.
"Semoga saja Kak Ai, dapat jodoh yang baik." ujar Glora.
"Aamiin." ujar Freya.
Dirga masih diam dalam posisinya pikirannya melayang jauh membawangkan kemungkinan jika Kyara akan menerima lamaran Xavier, apakah dirinya akan menjadi duda muda yang malang.
"Dirga, Dirga. Kau tidak dengar bel sudah berbunyi?" Freya menghentikan lamunan pemuda itu.
"Bel?"
"Ah, banyak omong. Ayo masuk kelas." Glora menenteng tangan temannya sampai memasuki kelasnya.
__ADS_1
Dirga persis seperti orang linglung saat memikirkan tentang Kyara.
Dirga merasa hal buruk akan menhampiri hubungannya.