Hidden Berondong

Hidden Berondong
Roket baru


__ADS_3

Sore harinya, Kyara pulang dengan sudah membeli makan, Kyara berencana ingin makan malam bersama dengan Dirga. Tapi niatnya harus ia telan bulat-bulat saat ada pesan masuk ke ponselnya.


"Kyara, aku pulangnya mungkin sangat larut. Kau makan dan tidurlah lebih dulu. Aku ada urusan jangan menungguku." itulah pesan yang di tampilkan dari kontak Bocil minyak telonku. Ya Kyara menamai Dirga seperti itu.


"Ada urusan apa bocal itu sampai akan pulang larut?" Kyara sangat penasaran ia ingin bertanya tapi egonya amatlah menggunung.


Beberapa kali Kyara mengetik pesan tapi kembali ia hapus ia takut di bilang istri posesife. Tapi rasa penasarannya jauh lebih besar, akhirnya Kyara mengirimkan pesan singkat.


"Jika kau tak pulang satu jam lagi, aku akan menginap di rumah Papi." Balas Kyara singkat.


"Sial." Dirga mendengus saat membaca pesan yang di kirimkan istrinya.


"Ada apa?" teman Dirga bertanya.


"Aku harus pergi, kalian lanjut saja."


"Lah ko buru-buru?" teman Dirga juga si kembar protes saat Dirga mau pulang cepat, padahal hari masih pukul tujuh malam.


"Glora, Freya, pulang sekarang. Jangan membantah, jika tak ingin ku laporkan pada Om Vincen." Dirga menyuruh tegas kedua temannya untuk pulang.

__ADS_1


.


"Kau minum?"


Baru saja membuka pintu Dirga sudah di todong pertanyaan oleh istrinya.


"Hm, hanya sedikit." ujar Dirga jujur, karna ia hanya meneguk dua gelas kecil sampanye. Karna kedua teman kembarnya keburu bertindak.


"Kenapa kau minum? Kau pergi dengan kedua adikku kan?" Kyara tau jika suaminya habis berkumpul dengan tema-teman dan adiknya karna tadi Kyara sempat melihat story adik kembarnya.


"Apa masalahnya jika aku pergi dengan Glora dan Freya kau cemburu?" tanya Dirga, ingin sekali Dirga mendengar jika wanitanya mengatan Ya, tapi itu tidak terjadi.


Dirga tersinggung oleh ucapan Kyara.


"Memangnya pergaulan seperti apa yang ku jalani, trek-trekan, free sexx, atau merampok. Jangan mencampuri urusanku, bukankah sudah jelas di kontrak pernikahan kita di larang mencampuri urusan masing-masing." tanpa sadar Dirga membentak Kyara. Dirga tidak mabuk hanya saja emosinya sedang tidak stabil di karnakan kabar Xavier yang akan melamar Kyara.


Dirga adalah pria yang umurnya masih terbilang belasan, emosinya serong meletup-letup dan padam dangan sendirinya.


"Kenapa kau jadi marah padaku?" Kyara balik menyentak Dirga. "Aku bertanya, bukan ikut campur urusanmu. Jika kau tak senang dengan pertanyaanku kita bisa berpisah aku akan menghubungi Gio." Kyara sudah meraih ponselnya.

__ADS_1


"Jangan Kyara, bukan begitu maksudku aku hanya sedang banyak pikiran. Ku mohon jangan seperti ini, aku minta maaf." Dirga sudah memeluk istrinya.


"Sudah ya, jangan membahas hal itu lagi. Lebih baik kita tidur." Ajak Dirga.


"Aku belum makan. Kau sudah makan?" Akhirnya Kyara mencoba menurunkan egonya juga, jika di hitung hari ini Kyara menirunkan egonya berkali-kali.


Sebenarnya Dirga sudah makan, tapi jika ia mengatakan hal sebenarnya bukan tidak mungkin jika mereka kembali bertengkar.


"Aku juga belum makan, kita makan bersama."


Keduanya makan di selingi perbincangan ringan, meskipun tadi mereka sempat berdebat tapi kini sudah baik-baik saja.


"Kya, kita coba luncurkan roker baru malam ini ya." Dirga mengajak istrinya untuk bersenang senang.


Kyara mengangguk malu-malu, dia juga penasaran akan rasa roket barunya.


Dirga menyentuh istinya dengan sangat lembut dan menuntut. Dirga membaringkan Kyara di bawah kuasanya, suara de sa han saling bersahutan memenuhi sudut kamar menemani malam yang mulai dingin.


Benar apa yang di katakan istrinya, gai rahnya semakin menggebu, kenikmatan yang ia dapat berkali-kali lebih mantap dengan roket barunya.

__ADS_1


__ADS_2