Hunter Dan Dewa Monster

Hunter Dan Dewa Monster
Batu Kristal


__ADS_3

Sumber daya di dalam dunia medan energi sangatlah berlimpah ruah. Biasanya ini akan menjadi perebutan banyak Hunter dan berujung pada pertempuran antar Hunter untuk mendapatkannya. Berhubung Jaya menemukan gerbang Mayantara disini tanpa ada yang mengetahuinya. Ini adalah kesempatan bagus untuk mengambil banyak sumber daya di sini.


Jaya melompat ke penjaga monster Semut di depan gua lalu langsung menyerangnya. Dengan langkah cepatnya, dia menebas mereka bersamaan dengan gerakan pedangnya yang rapi. Tanpa berpikir panjang, Jaya pun langsung masuk ke dalam gua sarang Semut setelah membunuh para penjaga dan mengirim mayatnya ke alam jiwa kegelapannya.


Begitu masuk, Jaya membunuh lagi semua monster Semut yang berada di dalam lorong gua. Dengan mengaktifkan Jurus Seribu Bayangan, Jaya terus melaju masuk menuju ke depan. Monster Semut berwarna merah, mereka satu persatu pun juga semakin berdatangan menyerang Jaya.


Kkiiiieeek!!


Lambat laun pertarungan semakin intens, karena jumlah Semut yang menyerang semakin berdatangan banyak. Mereka bergerak bagai gelombang ombak monster yang gila dengan cepat ingin membunuh Jaya. Derap langkahnya membuat bising gaduh di dalam lorong gua.


"Sialan ... mereka terus berdatangan! Meski levelnya tingkat 1, tapi jumlahnya ini tak ada habisnya," keluh Jaya yang melambaikan pedangnya dengan serampangan. Dia menggunakan seluruh serangan energi ke pedangnya.


Kilatan Bergemuruh!


Slash! Crash!


Sebuah energi sinar hitam berbentuk tiga bulan sabit keluar dari pedang dan membunuh banyak monster Semut yang membentang di depan.


Seratus Tebasan Pedang!


Cring! Sring!


Garis energi yang membentuk 100 garis tebasan berwarna hitam membelah banyak monster.


Hujan Petir Mengamuk!


Duar! Duar!

__ADS_1


Sebuah energi petir berwarna hitam menyambar kemana-kemana membunuh banyak monster.


Jaya dan bayangannya terus melancarkan serangan berturut-turut. Dia mengeluarkan semua teknik pedang yang dia ketahui di kehidupan sebelumnya. Sebab, kekuatan Anantanya tidaklah mempunyai semacam Jurus serangan mematikan. Dia hanya bisa mengandalkan tiga teknik gaya pedang yang telah diketahuinya. Walau cuma tiga teknik, tapi semua keterampilan pedangnya itu merupakan tingkat atas yang mempunyai daya hancur yang kuat.


Tak lama kemudian, gelombang monster Semut yang banyak semakin sedikit terkikis dan telah banyak yang terkapar mati. Dengan mudah Jaya pun langsung membunuh mereka semua yang masih terus menyerbu liar. Dan penuh susah payah, pertarungan akhirnya berakhir terhenti dan Jaya mengirim mayat mereka semua untuk diserap ke tubuhnya.


"Huff...akhirnya selesai juga. Menggunakan banyak energi ke dalam keterampilan teknik pedang memanglah menguras energi Aura. Jika ini terus berlangsung lama tanpa habis kemungkinan aku akan berakhir tamat. Untungnya bayanganku juga mempunyai kekuatan yang sama denganku dengan tanpa menguras energiku,"


Jaya berjalan menuju ke dalam gua dengan penuh kelelahan dan melihat ke sekeliling lorong gua. Bibirnya dia melengkung tersenyum dengan lebar. Perjuangannya sedikit memberikan hasil yang bagus.


"Ternyata disini ada banyak tanaman Aura yang berkualitas. Ini adalah tanaman jenis lavender Rentokil. Mesti bukan kualitas tinggi, namun ini mempunyai banyak manfaat untuk membuat obat ataupun budidaya kultivasi,"


Tanaman Aura Lavender Rentokil ini setidaknya seharga 100 koin Hunter setiap per batangnya. Sedangkan di sini ada begitu banyak tanaman Lavender Rentokil yang berserakan di lorong gua monster Semut. Jaya dan bayangannya pun langsung memanen semua tanaman itu dan memasukkannya ke dalam kantong ruangnya.


Setelah memetik semua sambil berjalan, Jaya sampai di kedalaman gua, matanya terbelalak. Ada ruangan di dalam gua yang begitu luas, namun di sana ada banyak monster Semut yang berwarna hitam. Rata-rata monster Semut itu tingkat 2 dan beberapa tingkat 3. Selain itu, ada pula batu kristal energi Aura yang melimpah ruah terlihat jelas. Jaya terpana melihat situasi di depannya.


Batu kristal energi itu menyala terang berwarna biru bagai lampu penerang di dalam ruangan gua. Dia mencolok begitu halus dan kerlap-kerlip dengan meluapkan energi yang menyala. Suaranya mendesis gemulai seakan batu kristal itu masih aktif untuk bisa terus berkembang.


Selain itu ada tiga lubang lorong lagi di dalam ruangan ini. Jika di total, semuanya berjumlah empat lorong, bersamaan dengan satu lorong tempat Jaya yang tengah saat ini sedang melihat. Lubangnya amat besar bagai combong lorong gua yang bercabang-cabang.


Sedangkan di ruangan gua ini juga, setidaknya ada sekitar ribuan monster Semut berwarna hitam yang sedang tidur dalam hening. Seolah mereka sedang bersiap untuk memulai berevolusi lagi meningkatkan levelnya. Mereka mendengkur berisik dan seberkas energi terbesit keluar dari tubuhnya.


kreeekkk!


Sebelum para monster itu menyadari kedatangannya. Jaya memusatkan energi kegelapannya untuk mempercepat proses penyerapan di dalam jiwanya. Setengah badan Jaya langsung berubah hitam gelap dengan mengepul energi kegelapan. Perlahan-lahan tubuhnya merasakan lonjakan dahsyat. Jaya sambil berdiri memejamkan matanya, dia memasuki perenungan dalam.


Tubuhnya dikelilingi gas asap hitam yang tebal. Jaya merasakan tubuhnya kini telah menerobos ke tingkat level 2. Dia menyerap ribuan monster Semut tingkat  1 sewaktu di lorong gua tadi. Dalam pikirannya yang dalam, dia merasa menangkap sesuatu pemahaman baru dari kekuatan Ananta kegelapannya.

__ADS_1


Jurus Pemikat Kegelapannya kini meningkat kegunaannya. Selain bisa menghentikan gerakan lawan, ini juga dapat menyerap kekuatan lawan secara perlahan. Dan Jurus Penyerapan Kegelapannya, juga meningkat dapat disalurkan melalui lewat pedangnya. Dengan membunuh lawan yang dialiri energi kegelapan, dia dapat langsung menyerapnya untuk dikirim ke alam jiwa kegelapannya.


Sedangkan Jurus Seribu Kegelapan, kini jumlah Klon bayangan yang bisa diciptakan bertambah dua. Dengan begitu batas Jaya dapat membuat Klon bayangannya menjadi tiga. Selain itu, dia juga dapat sebuah Jurus kegelapan baru, namanya Jurus Nafas Kegelapan.


"Jurus Nafas Kegelapan ya? Jurus yang dapat berpindah tempat dengan jarak maksimal 100 meter. Aku bisa berpindah tempat dengan sejauh mataku mampu memandang. Tak buruk, ini bisa membantuku berpindah-pindah tempat dengan sangat cepat. Selain itu, ini juga semudah bernafas tanpa perlu membuang tenaga energi Aura."


Jaya membuka matanya dan memegang melihat pedangnya di tangan. Dia tersenyum kecil, lalu mengeluarkan tiga Klon bayangan dari tubuhnya yang terbentuk dari asap hitam yang mengepul keluar. Tangannya lalu mengeluarkan dua bom asap dari kantong ruangnya dan melemparnya ke ruangan gua yang penuh monster Semut hitam.


Boom!


Tabir asap langsung meletus, menyebar, menyeruak memenuhi ruangan. Para monster Semut hitam pun sontak terbangun. Mereka gelagapan dengan situasi yang mendadak aneh di sekitarnya. Ketiga Klon bayangan Jaya langsung melompat ke dalam asap dan menyerang monster Semut hitam yang kebingungan.


"Dengan begini penyerangan akan lebih efektif dan mudah. Aku akan membunuh mereka semua!" Jaya juga melompat menuju ke dalam asap.


"Jurus Nafas Kegelapan!"


Jaya dengan pedangnya langsung menebas monster tingkat 2 dengan pedangnya yang dialiri energi kegelapan yang mengepul selaras bagai kilatan petir. Monster yang terbunuh itu mayatnya langsung berubah menjadi gumpalan hitam dan bergerak masuk ke tubuh Jaya untuk diserap.


Selagi para bayangannya membantai seluruh Semut hitam dalam kabut asap. Jaya bergegas menuju ke salah satu monster Semut tingkat 3. Dengan mendeteksi menggunakan mental Aura energinya, dia bisa membedakan kekuatan energi setiap monster. Begitu tempatnya telah diketahui, Jaya langsung tiba menyambar menggunakan pedang.


Kiiieeee!


Monster Semut itu menangkis serangan pedang Jaya dengan cakar tangannya. Tabrakan energi Aura terjadi.


Zzzrt!!


"Apa!? Dia menyadari dari serangan kejutanku! Apakah asap ini tidak begitu banyak mempengaruhi tubuh dirinya?" Jaya tercengang dengan matanya melebar.

__ADS_1


Monster Semut itu memasang wajah dingin seakan dia mengetahui bahwa akan ada yang menyerangnya. Tabrakan energi sangatlah menggelora memberikan gelombang tidak kasat mata. Jaya dan monster Semut itu terdorong mundur oleh ledakan energi yang tidak tertahan oleh bentrokan.


__ADS_2