Hunter Dan Dewa Monster

Hunter Dan Dewa Monster
Jaya Pertama (2)


__ADS_3

"Lihatlah perempuan yang sedang duduk sendirian di pojok sana," kata Barry. "Kelompoknya dibantai oleh Spider Monkey, dan hanya dia yang selamat."


Jaya Pertama melengok menuju petunjuk mata Barry yang diarahkan ke salah satu sudut ruang. Seorang perempuan cantik sedang terbujur sedih, tatapannya kosong, dengan rambutnya yang berantakan dan diikat kuncir kuda. Dia memakai baju armor terbuat dari bulu monster yang tebal, dari terlihat tipis dan ringan. Pedangnya diletakkan di atas meja, di samping gelas minumannya. 


"Berapa jumlah kelompoknya?" Tanya Jaya Pertama. Dia kembali memandang Barry agak begitu penasaran.


"50 orang, mereka semua Hunter petualang. Itu jumlah yang hampir dari setengah dari bentuk sebuah Klan." Jawab Barry. 


Jaya Pertama mengetahui tentang hal tersebut. Bahwa di dalam dunia Hunter, biasanya seorang Hunter petualang yang membentuk sebuah kelompok itu mempunyai namanya masing-masing sesuai regu jumlahnya. Party adalah nama kelompok yang berkumpul untuk sebuah penyerangan dengan berjumlah sekitar 1 - 10 orang. Sedangkan nama Klan, itu dari berjumlah  10 - 100 orang.  Sekte, berjumlah 100 - 5 ribu. Dan Serikat biasanya adalah gabungan dari berbagai Sekte, dengan jumlah penyerangan yang minimal 5 ribu sampai tidak terbatas. 


Berbeda dengan sistem penamaan bagi Prajurit Hunter. Mereka memberikan seseorang sesuai jumlah gelar kepemimpinannya. Jumlah 1 - 100, biasa disebut Kapten. Jumlah 100 - 1000, mendapat gelar Komandan. Jumlah 1000 - 5000, itu kualitas gelar Jenderal. Jumlah 5 ribu sampai 10 ribu, itu menjadi Jenderal Besar. Dan 10 ribu sampai tidak terhingga adalah Jenderal Perang.


Level setiap individu yang bergabung untuk melakukan Raid atau disebut penyerangan, biasanya memiliki kualifikasi yang ketat. Standar tingkat level Aura, dan kekuatan Ananta menjadi pengaruh untuk bisa direkrut atau tidak dalam kelompok. 


Jaya Pertama, masih ingat jelas tentang aturan yang seperti itu. Tetapi, 50 orang yang tidak sanggup melawan satu monster, itu sungguh berada di luar nalar dugaannya. 


"Sungguh ironis, dia pasti merasa tersiksa... " kata Jaya Pertama sambil merenung. 


"Itu mungkin benar. Sebab, semua mayat rekan-rekannya itu digantung bebas, bergelantungan di hutan daerah kekuasaan Spider Monkey." kata Barry sambil mengingat kesedihannya. "Monster yang satu itu memang suka memasang mayat musuhnya sebagai piala kemenangannya. Sekaligus menjadi sebagai peringatan untuk daerah kekuasaannya." Jelas Barry menggeleng sedih. 


"Menggantungkan mayat?" Kata Jaya Pertama terkejut.  Dia berpikir bisa menyerap mayat-mayat tersebut jika masih ada. 


"Ya, menggantung dan ada pula yang dibuat seperti kepompong. Sebab, benangnya tersebar di mana-mana di seluruh hutan. Dan disanalah mayatnya terpasang di antara benang-benang tersebut, dan membuatnya seperti pajangan hutan kematian." Jawab Barry. 

__ADS_1


Jaya Kedua tersenyum kecil mendengar penjelasannya. Sepertinya, dia mungkin masih mempunyai peluang untuk menyerap bangkai orang-orang tersebut. Barry yang melihat senyum Jaya Pertama menjadi merasa aneh. 


"Siapa nama perempuan yang selamat itu?" Tanya Jaya Pertama. 


"Prisca." kata Barry. "Dia sejak kemarin mencari seseorang yang bisa diajak berburu Spider Monkey. Tidak peduli dari petualang atau prajurit, selama dia bisa membalaskan dendam dia akan ikut Raid siapapun. Sayangnya, jarang ada yang ingin ikut Raid melawan monster Spider Monkey."


Jaya Pertama mengangguk.  "Oke... Lalu bagaimana monster kera yang selanjutnya?"


Salah seorang di meja pelanggan  mengangkat tangannya dan berteriak. "Barry! Tambah lagi tiga gelas bir!! Bawa juga bersama makanannya." 


Barry matanya sekejap memutar dan kepalanya melengos ke arah sumber suara. "Tunggu sebentar." Kata Barry pelan kepada Jaya Pertama, dia bergegas menyiapkan bir di gelas, dari Tong besar yang mempunyai keran. Jaya meneguk minuman di gelasnya dengan pelan dan mendesah. Barry memberikan gelas minuman ke salah seorang pelayan perempuannya. "Meja nomor tujuh," 


Barry lalu kembali ke depan berhadapan muka dengan Jaya Pertama.  "Oke, yang ketiga. Itu monster kera yang bernama Kera Babunta. Warnanya merah, dengan gigi taring bawahnya yang tajam. Sifatnya, perusak. Barbar. Jumlahnya sangatlah banyak sekitar ribuan. Tidak, mungkin lebih, sebab mereka biasa bergerombol dan membentuk wilayah. 


"Dan dia suka memperkosa wanita atau menyiksa lawannya. Berbeda dengan monster kera yang lainnya. Mereka ini sangatlah cerdas dan licik. Bahkan mereka ada pula yang menciptakan kerajaannya sendiri. Membuat senjata, membangun wilayah dan menciptakan peradaban.


Jaya Pertama dan Barry saling tatap berdiam diri. 


"Dari semua monster kera, yang paling suka membuat masalah adalah Babunta. Kudengar beberapa Sekte akan membentuk Perserikatan untuk menyerang mereka. Sebab, jumlah Babunta semakin hari, mereka makin banyak." Tambah Barry. "Mereka adalah ancaman jika berhasil keluar dari dunia Mayantara,"


Jaya Pertama mengeluarkan uang kertas koin Hunter, sejumlah 10 juta dari cincin ruangnya. Dia menggerakkan sedikit ke arah Barry. 


"Berikan aku informasi tentang sesuatu yang lebih... lebih... lebih berguna. Maka uang ini akan menjadi milikmu," kata Jaya Pertama yang nada suaranya pelan. Tatapannya tenang menyorot Barry. 

__ADS_1


Dan Barry menelan ludahnya dengan terbelalak diam mematung. Ada uang yang lumayan banyak di depannya. Dia termenung sebentar, alisnya mengkerut memikirkan sesuatu. 


"Buah Aura... aku tahu koordinat lokasinya. Tetapi wilayah itu dijaga oleh  sang penguasa, medan energi ekstrim, Kera Putih, yang bernama Saru." kata Barry pelan, mendekatkan mulutnya ke telinga Jaya Pertama. "Prajurit Hunter sudah merencanakan dan menyerang untuk bisa mengambilnya, tetapi mereka gagal. Hanya bisa mendapatkan satu buah saja. Sebab, Pohon oak, penghasil buah Aura, dijaga oleh anaknya Kera Putih Saru yang bernama Sutung."


Barry mengeluarkan sebuah gulungan kertas dan menyerahkannya ke Jaya Pertama. Lalu Barry mengambil uang, ketika bersamaan Jaya Pertama juga mengambil gulungan tersebut. 


"Dari mana kau mengetahui hal ini?" Tanya Jaya Pertama sembari membuka isi gulungan tersebut. Terdapat gambar peta wilayah medan ekstrim, dan ada sebuah tanda simbol X dan O, yang dicoret kecil. 


"Informasi ini hanya diketahui oleh Jenderal saja. Aku mendapatkannya dari seseorang prajurit yang sekarat, ketika dia berhasil menyelamatkan diri dari sana. Sebaiknya, kau tidak bertanya dengan tentang kelanjutannya... " kata Barry buru-buru. "Tidak ada akhir indah ketika kita harus berbicara tentang sesuatu yang rahasia."


Jaya Pertama tersenyum ringan. 


"Baiklah... Terima kasih. Rahasia adalah sebuah beban yang harus disembunyikan. Semakin banyak rahasia yang ditemukan, maka tidak ada logika yang bisa menjadi jawaban. Aku akan menyimpan rahasia ini, tapi kenapa kau memberitahukannya kepadaku?" Tanya Jaya Pertama. 


"Hehe... Aku sudah tidak tertarik lagi dengan medan energi disini. Mungkin sebentar lagi aku akan pindah ke tempat lain, bersama Kedai Drinky yang aku buat. Aku sudah satu bulan menetap disini, sudah waktunya pula aku mencari udara baru untuk membangkitkan kembali jiwa petualangku," jawab Barry. 


"Kalau begitu aku akan merindukan minumanmu," kata Jaya Pertama. "Kapan kau akan pergi?"


"Aku masih ada dua hari lagi disini." 


Jaya Pertama termenung memikirkan sesuatu. Dia lalu menengok ke arah tempat Prisca. Dia menggaruk rambutnya sedikit dengan ujung jari, mengambil gelas minumannya dan menenggak hingga habis. 


"Berikan aku satu gelas Popgreen, dan satu gelas minuman kesukaannya Prisca," kata Jaya Pertama dengan bibirnya melengkung. "Kurasa aku perlu bantuan dia untuk menemukan sarang Spider Monkey,"

__ADS_1


Barry terkejut dengan menggelengkan kepala lembut. Padahal dia sudah memperingatkan tentang bahaya dari monster kera itu, tapi Jaya Pertama malah ingin menggali ke lubang kematiannya sendiri. Barry mendengus pasrah. Dan Jaya Pertama, malah senyumnya menyeringai.


"Ku rasa kau bukanlah orang yang sederhana," kata Barry. "Aku harap kau tidak akan mati cepat, kawanku Jatra. Spider Monkey bukanlah monster kera sembarang, kabarnya, kekuatan dia itu sangatlah sebanding dengan Kera Putih, Saru. Dia mungkin bukanlah penguasa yang mempunyai banyak pengikut, tapi kekuatannya dia diakui sebanding dengan penguasa monster kera. Julukannya lainnya, Monster penguasa kera tanpa pasukan,"


__ADS_2