
"Ini memanglah batu kualitas tinggi. Aku akan mengambil semuanya tanpa tersisa apapun ..." Jaya tersenyum berbunga-bunga. Di depan matanya ada banyak batu kristal Aura berwarna merah. Jaya mengeluarkan tiga Klon bayangan dan memerintahkan untuk mengambil semuanya.
Kristal merah itu menyala terang dengan mendengung kelap-kelip. Seolah batu kristal hidup dengan terus menghisap energi Aura yang di sekitarnya dengan padat.
Woong! Wiing!
Ketiga Klon bayangan Jaya mendekati batu kristal merah yang menancap di tanah. Ada tekanan energi kuat ketika begitu sampai di dekatnya. Walau begitu, tekanannya tidak untuk menyerang.
Dan selain itu, tekanannya tergantung terhadap besar dan kecilnya bongkahan batu kristal itu. Sebab, disini sangatlah beraneka bentuk bongkahan. Ada yang menjulang besar dan lebar bagai kubah yang besar. Ada pula yang menancap seperti bongkahan segi empat yang terbujur lurus dan runcing.
Dengan pedang hitamnya Jaya yang dialiri energi kegelapan, ketiga Klon bayangannya menebas batu kristal merah satu persatu tanpa kesulitan. Mereka semua menambang dengan santai tidak ada kesulitan.
Sementara dirinya, Jaya kini duduk bersila merasakan lonjakan energi yang datang ke tubuhnya. Pikirannya sangatlah tenang menikmati sensasi perubahan di seluruh badannya. Gas asap berwarna hitam mengepung tubuhnya. Otot sarafnya kian menegang ketat.
Seluruh tubuhnya bergetar dan bergerak meliuk-liuk seolah membentuk struktur badan baru. Jaya tidak lagi merasakan kesakitan sesaat proses yang sedang mentransfer kekuatan baru. Melainkan ada rasa nikmat dan kenyamanan dalam tubuhnya yang sedang terjalin.
Pikirannya memasuki sebuah perenungan dalam. Ada gejolak baru yang membawa pemahaman tentang kekuatan dan tubuhnya. Ini adalah semacam seberkas pencerahan dalam menggunakan kekuatan energi Aura atau kekuatan Ananta.
Woooosh!!
__ADS_1
Jaya memahami tubuhnya telah menerobos ke tingkat level 3 tahap menengah dalam sekejap. Level 3 bukanlah sembarang peningkatan energi. Pada tahap ranah ini, bisa pula disebut sebagai ranah penggunaan manipulasi energi.
Biasanya di ranah tahap level 3, para hunter telah mampu memadatkan energi menjadi bentuk serangan. Meski begitu, penguasaan memadatkan energi Aura bukanlah sesuatu yang mudah. Mereka butuh latihan dan pemahaman yang cukup agar bisa berhasil.
Bagi Jaya, ini hanyalah proses mengulang kembali. Di kehidupan sebelumnya, dia telah mencapai pemahaman energi level 5. Hanya untuk memadatkan energi, baginya itu sangatlah mudah. Dengan tanpa perlu latihan lagi, dia hanya cukup menyesuaikan fisiknya dalam pemahamannya maka sudah bisa menguasai.
"Akhirnya aku telah mencapai tingkat ranah level 3. Perkembanganku ini sangatlah cepat. Padahal, setidaknya butuh waktu 6 tahun bagiku dulu untuk mencapai tingkat ini."
"Selain itu, aku mendapatkan pemahaman Jurus baru dari kekuatan Ananta kegelapan. Dan kayaknya semua Jurus kegelapan juga meningkat kegunaannya."
"Jurus Pemikat Kegelapan, kini aku merasa dapat merubah untuk menjadikannya menjadi sebuah benda hitam padat. Dan kekuatannya pun sama yang berguna untuk menghisap kekuatan atau menghentikan gerakan. Sedangkan Jurus Penyerapan Kegelapan, kini dapat juga menyerap ingatan makhluk untuk menjadikannya pemahaman baruku."
"Jurus Seribu Kegelapan bertambah menjadi 3, maka totalnya aku bisa menciptakan 6 tubuh bayangan. Dan Jurus Nafas Kegelapan, dapat memindahkan posisi suatu barang atau makhluk selama dalam radius 100 meter ..."
Jaya terus membicarakan perubahan dirinya dengan penuh sukacita. Tubuh fisiknya sendiri sudah setara dengan monster tingkat level 3 dalam hal ketahanannya. Apalagi peningkatan tambahan dari lima Jurus Ananta yang mendukungnya. Panennya ini di dalam dunia mayantara sungguh sangat banyak.
Tidak terasa semua batu kristal merah telah dimasukkan semua ke dalam kantong ruang oleh Klon bayangan Jaya. Setelah itu Jaya keluar dari lubang perut gunung dan berdiri di puncaknya. Dia dapat melihat seluruh panorama yang berada di dunia Mayantara ini.
"Medan energi kacau disini memanglah menarik, berbeda dengan medan energiĀ kacau biasanya." Jaya mendongakkan kepalanya ke langit yang luas. "Apakah aku bisa menyegel medan energi kacau disini? Sepertinya hal itu layak dicoba! Sudah lama aku tak menetralisir medan energi." Jaya tersenyum kecil.
__ADS_1
Di dalam kehidupan Jaya sebelumnya, menyegel medan energi adalah sama saja dengan menghancurkan dunia Mayantara agar kembali normal. Biasanya itu dilakukan oleh pengguna energi Aura tipe mental yang berjumlah 12 orang. Enam orang akan menyegel dan enam orang yang lain akan melindungi dari serangan energi kacau yang mengamuk.
Setelah tersegel, energi kacau itu akan menjadi bola energi alam atau disebut Bola Orb. Manfaat dari Bola Orb sangatlah banyak, karena Bola itu menyimpan kandungan energi yang padat dan besar. Bahkan menurut rumor, menyerap inti Bola Orb akan memberikan efek evolusi ke dalam kekuatan energi Ananta.
Benar atau tidak, Jaya belum mengetahui kebenarannya. Sebab, dulu dia hanya menyegel medan energi menjadi Bola Orb untuk di perjual-belikan. Harganya bisa mencapai milyaran koin Hunter dan sedikit hampir sepadan dengan batu kristal merah. Sebab, kelangkaan dan kegunaannya batu kristal merah itu sangatlah luar biasa.
Jaya melompat ke bawah lereng gunung dengan cepat. Dalam sekejap dia telah sampai di hamparan tanah yang luas. Kemudian, dia menciptakan enam bayangan dirinya. Masing-masing berpencar melingkar membentuk sebuah formasi tempur.
Masing-masing dirinya lalu membentuk sebuah Segel jari tangan yang di ulang-ulang. Begitu selesai, satu persatu dirinya membentuk cahaya energi yang terang ke atas langit. Kemudian mereka semua duduk bersila memusatkan energi dari kedua tangannya yang telah membentuk sebuah Segel. Sebuah lingkaran di tengah terbentuk seperti teks Manuskrip mengumpul dengan simbol-simbol.
"Tahap Pertama! Segel Energi Langit!" Teriak semua Klon bayangan Jaya serentak.
Jaya kini juga tengah mengaktifkan energinya untuk mengantisipasi terhadap gangguan alam atau pun monster. Selagi enam Klon bayangannya melakukan proses penyegelan, maka hanya dirinya yang akan melindungi enam Klon bayangannya. Sebab, selama proses itu, enam Klon bayangannya tidak bisa diganggu atau penyegelannya nanti akan menjadi gagal.
Energi berderu kencang mengumpul di tengah formasi. Langit awan bergerak memutar di atas formasi. Semakin lama awan-awan itu berubah menjadi hitam dengan bergelayut menggelombang. Perlahan percikan petir menyala berwarna biru.
"Akhirnya ... badai medan energi yang pertama akan dimulai! Selama bisa bertahan dari kecamuknya badai medan energi yang ketiga, maka proses ini akan selesai ..." Jaya menatap awan hitam di atasnya dengan perasaan getir.
Pekerjaan menyegel medan energi adalah pekerjaan yang mempertaruhkan nyawa. Sebab, jika tak mampu bertahan selama energi itu mengamuk dalam menghancurkan alam. Maka nyawa bisa melayang hilang terkena serangan energi yang kuat dan brutal.
__ADS_1
Proses penyegelan ibarat sebuah bertahan hidup di tengah fenomena dunia yang akan hancur. Dalam melakukannya, setidaknya butuh persiapan senjata kuat yang bisa untuk menyelamatkan nyawa dari badai gelombang energi yang mengamuk. Sebab, menghadang dari deru energi yang menakutkan, itu tidaklah mudah.
Petir mulai menggelegar di atas awan. Gemuruhnya menggema bagai suara cambuk yang cetar membahana. Kilauan kilat tercipta berkumpul dalam pusaran awan hitam. Jaya bersiap-siap dengan tangannya yang menggenggam pedang hitam. Suasananya begitu tegang menanti energi besar yang akan mengamuk.