Hunter Dan Dewa Monster

Hunter Dan Dewa Monster
Level 1


__ADS_3

Pemimpin Serigala menatap Jaya dengan dipenuhi kebencian. Angin kencang berhembus dari tubuhnya yang besar, menyebabkan pohon-pohon berayun dengan liar. Sepasang cakar kakinya membara, hingga meninggalkan jejak tapak kaki ke tanah saat dia berjalan.


"Apakah kamu pikir aku akan takut?" Jaya berkata dengan dingin sambil memegang mengacungkan pedangnya.


"Kali ini, setiap gerakannya akan menentukan segalanya." Gumam Jaya.


Begitu pemimpin Serigala melompat dengan mengangkat cakarnya yang mengarah ke leher Jaya. Sebuah bom asap, di keluarkan oleh Jaya dari kantong ruangnya, sambil berguling menghindar. Kabut asap pun langsung menyebar menyeruak ke seluruh area hutan.


Pemimpin Serigala mendarat menghantam tanah hingga membentuk kawah kecil sambil terkejut. Serangannya cakarnya meleset. Dan sekarang penglihatannya dikaburkan oleh kabut asap yang tersebar.


Disisi lain, Jaya berguling mengendap ke arah Serigala yang lain, sesaat ketika menghindari serangan dari pemimpin Serigala tadi. Lalu Jaya bergerak secepat mungkin untuk membunuh Serigala lain yang berada di sekitarnya dengan senyap.


Crash! Crash!


Satu persatu Serigala level satu yang kebingungan juga langsung mati terbunuh dalam kabut asap. Kemudian mereka dikirim ke dalam alam jiwa kegelapan Jaya. Jelas, ini kesempatan bagi Jaya untuk memburu sebanyak mungkin para Serigala yang lain. Sebab, dengan tingkatan energi Jaya yang sekarang, masih terlalu sulit melawan pemimpin Serigala. Karena itu, Jaya butuh peningkatan tubuhnya lagi.


Pemimpin Serigala kebingungan di dalam kabut asap, dia tidak dapat mencium aroma Jaya atau mendeteksi keberadaannya. Bahkan kekuatannya dia pun mendadak melemah, selain itu kabut asap ini juga tidak dapat dihilangkannya dengan mengibaskan cakarnya yang dipenuhi energi. Sebab, kabut asap ini memanglah diciptakan oleh prajurit hunter untuk melarikan diri dari kejaran atau menyergap monster.


Kabut asap ini terbuat dari berbagai bahan alam yang dapat mengacau dan melemahkan indera ketajaman monster. Tak akan berefek apapun kepada manusia. Selain itu, kabut asap juga di campuri dengan energi dari inti monster yang padat. Asapnya tak akan hilang, selama masa aktifnya telah selesai, yang mana itu sekitar 10 menit.


Selama masa waktu itu, Jaya akan terus membantai dan mengincar Serigala lain dengan cepat. Semua letak keberadaannya para Serigala telah diketahui sebelumnya. Oleh itu tak terlalu bingung bagi dirinya  berjalan di dalam tabir kabut asap. Selama dia menghindari keberadaan pemimpin Serigala, dia akan cukup aman.


Ini hanyalah kesempatan peluang dia satu-satunya untuk segera mencapai  peningkatan level. Dengan keadaan seperti ini, dia akan terus memburu Serigala untuk di kirim ke alam jiwa kegelapannya.


Tak begitu lama, setelah semua terserap dan kekuatan Serigala di transfer ke tubuhnya. Seketika seluruh saraf pembuluh darahnya berdenyut menguat kembali merasakan sensasinya lonjakan kekuatan. Banyak energi yang terkumpul mengelilingi tubuh Jaya.


Gumpalan energi asap hitam mengepul di sekujur tubuh Jaya. Jaya merasakan saraf, daging, tulang, pembuluh darahnya terbentuk ulang. Prosesnya begitu sakit, giginya mengerat menahan perubahan tubuhnya, yang seakan sedang mencapai kekuatan baru.

__ADS_1


"Akhirnya! Aku sekarang telah mencapai tingkat level 1. Kini aku bisa menggunakan kekuatan energi untuk menyerang. Kurasa metode ini terlalu cepat daripada yang lainnya," Jaya menyeringai dengan tubuhnya yang telah mengalami perubahan.


Kekuatan dan jiwanya menguat, persepsi inderanya juga meningkat. Kini Jaya, dapat melihat dan merasakan keberadaan pemimpin Serigala yang berada dalam kepulan kabut asap. Dia menggunakan energi Aura tipe mentalnya untuk mendeteksi. Berbeda dengan energi Serigala yang tipe kekuatan.


"Kali ini, ganti aku yang akan memburumu untukku kubunuh! Akan ku tunjukkan kekuatanku yang telah ku pelajari selama bertahun-tahun!" Kata Jaya menyeringai.


Dengan gerak perlahan Jaya melangkahkan kakinya mendekat ke pemimpin Serigala dalam kabut asap.


Jaya mengeratkan pedang hitamnya dengan mengalirkan energi ke pedangnya. Dengan gerakan cepat, Jaya muncul melompat menyerang dari belakang pemimpin Serigala. Jaya melancarkan serangan kejutan, dari pedangnya.


Seberkas kilatan tiga garis sabit hitam bagai petir yang menyala tercipta dari pedangnya, mengarah ke punggung pemimpin Serigala.


Kilatan Bergemuruh!


"Matilah kau!!" Teriak Jaya yang mengerahkan seluruh energi kekuatan Auranya ke pedang.


sllassh!


Tubuhnya langsung terbelah menjadi empat bagian dengan sekejap. Jaya mendarat ke tanah, dan langsung mengaktifkan 'Jurus Penyerapan Kegelapan' ke mayat pemimpin Serigala.


"Ancaman yang paling kuat telah mati! Sekarang tinggal membunuh Serigala yang lain!" Jaya tersenyum lega. Dia tak perlu melakukan pertarungan frontal dengannya. Tiba-tiba energi kabut asap mulai pudar.


"Tch ... asapnya akan hilang rupanya!"


Perlahan-lahan asap pun mulai redup, para Serigala yang tersisa kebingungan menengok sekelilingnya. Sebelum mereka menyadari kawanan dan pemimpinnya yang telah menghilang.


"Sekarang kalianlah yang akan ku buru!"  Jaya buru-buru melompat berlari mengejar dan menyerang para Serigala yang kebingungan. Dengan sangat cepat Jaya menebas Serigala satu persatu. Dan itu berakhir menjadi pembantaian. Sebab gerakan Jaya kini telah menjadi begitu cepat.

__ADS_1


Kaki Jaya bisa bergerak begitu cepat karena telapak kakinya kini telah dialiri energi. Dengan pencapaian tingkat level 1, Jaya bisa mengolah energi untuk bisa di gunakan dan di salurkan ke bagian tubuhnya dengan leluasa. Jika itu orang lain, kemungkinan mereka harus melatihnya terlebih dahulu. Namun bagi Jaya itu tidak perlu, karena ingatan pemahaman tentang mengolah energi untuk ke seluruh tubuhnya masih tergambar jelas.


Setelah beberapa saat, Jaya mengaktifkan 'Jurus Penyerapan Kegelapan' dan mengirim mayat para Serigala ke dalam alam jiwa kegelapannya.


"Huff....tak ku kira kekuatanku akan sangat berguna untuk meningkatkan tubuh dan jiwaku. Dengan menyerap, aku bisa mendapatkan kekuatan tubuh fisiknya dan keterampilan dirinya juga. Ini benar-benar luar biasa!"


Jaya merasakan sensasi tubuhnya terus melonjak bertambah kuat. Otot-otot tubuhnya keluar, Jaya mendongakkan kepalanya ke atas. Dia memasuki kondisi perenungan pemahaman yang dalam. Energi berwarna hitam mengelilingi hingga bergumul ke tubuhnya.


Pikirannya mulai menangkap sesuatu hal baru. Dia menerobos ke tingkat tahap menengah level 1, dan mendapatkan pemahaman baru dari kekuatan Anantanya. Itu sebuah keterampilan Jurus Kegelapan lagi.


Jaya membuka matanya dan tersenyum tipis.


"Aku mendapatkan pemahaman baru tentang cara untuk menggunakan kekuatan Anantaku lagi?"


Seseorang dari kejauhan berlari mendekati Jaya dengan wajah penuh tanda tanya. Itu Jacky. Selama Jaya bertarung melawan Serigala sendirian, Jacky bersembunyi di balik sebuah tempat yang aman. Dia telah melihat semua pertarungan yang Jaya lakukan. Itu seperti mustahil untuk percaya bahwa yang sedang berjuang untuk bertarung itu adalah temannya, Jaya.


Sosok itu begitu hebat ketika satu lawan satu dengan Serigala dan bisa membantai semua kawanan Serigala. Dan belum lagi perkembangan energinya yang mencengangkan. Tak ada orang yang bisa menerobos tingkatan energi seperti  itu. Apa yang telah Jaya lakukan itu benar-benar sesuatu yang mustahil dari kebanyakan orang.


Selain itu, dia juga menggunakan kekuatan Ananta yang aneh. Tubuhnya berubah gelap, hitam dengan pekat yang membara. Ketika membantai para Serigala, Jacky melihat Jaya bagai menjadi seperti pembunuh monster yang galak dan garang.


"Apakah kau benar-benar Jaya?" Kata Jacky yang mendekat ke samping Jaya dengan penasaran. Jaya mengerti melihat wajah Jacky yang penuh banyak pertanyaan. Sebab, dia telah memperlihatkan sesuatu yang tak semestinya.


"Bicara apa kau ini? Ini memanglah aku!" Jawab Jaya dengan senyum ringan.


"Hah?!" Jacky mengucek kedua matanya.


"Aku telah membangunkan kekuatan Ananta ku! Kekuatan kegelapan, sebuah tipe elemen." Jaya mengangkat bahunya santai. Jacky mulutnya menganga terbuka lebar.

__ADS_1


"Berarti, apakah itu tadi adalah kekuatan Ananta-mu? Hebat, luar biasa! Bahkan sekarang kau telah mencapai tingkat level 1?! Sekarang kau tak perlu khawatir lagi untuk masalah kualifikasi Prajurit Hunter. Dengan ini, kau pasti sudah lolos. Siapapun tak ada yang berani mengganggumu lagi. Tempat dan hidupmu akan terjamin di masa depan nanti ... selamat Jaya!!"


__ADS_2