Hunter Dan Dewa Monster

Hunter Dan Dewa Monster
Bentrokan


__ADS_3

Ular Suto Brajan tersentak kaget. Seluruh wilayahnya yang asalnya penuh dengan racunnya, kini racun itu mendadak menghilang. Seolah semua racunnya tengah dinetralisir oleh Jaya.


"A-apa ... apa yang terjadi?" Ular Suto Brajan kebingungan dengan aneh melihat Jaya. "Bagaimana kau bisa menghapus racunku?"


Ular Suto Brajan dalam melawan musuhnya yang menjadi jurus andalannya adalah racunnya yang mematikan. Racunnya bagai air raksa yang hidup tanpa ada obatnya. Dia bisa melelehkan segala bentuk kehidupan jika ada yang terkena walaupun sedikit. Itu bisa langsung membunuhnya.


Jika racunnya tidak berpengaruh maka dia tidak punya cara jurus yang lain. Sebab, racunnya adalah jurus pamungkasnya yang telah dilatih dirinya selama bertahun-tahun. Racun itu sudah seperti udara dalam nafasnya sendiri. Mulai dari kulit, dagingnya, dan hembusan nafasnya, itu semua adalah racun yang mematikan.


"Terkutuk kau manusia!" Ular Suto Brajan marah. "Racun adalah jurus terkuat dari bangsaku! Rupanya kau mempunyai trik untuk menghilangkannya?!"


Dia langsung menyerbu dengan mulutnya yang lebar dan kedua tangannya yang memiliki tiga jari cakar. Jaya dan Klon bayangannya pun menyebar ke berbagai arah untuk menghindari serangannya. Ular Suto Brajan yang seluruh tubuhnya besar, kini telah terlihat menonjol jelas dengan keluar dari lubang di tengah air terjun.


Dua Klon bayangan Jaya yang melihat tubuh besar Ular itu pun tidak ketinggalan untuk langsung menyerang mengibaskan pedang hitam. Namun serangannya tertahan oleh kerasnya sisik Ular Suto Brajan yang berwarna hitam. Lalu Ular Suto Brajan menggeliatkan tubuhnya, hingga dua Klon bayangan Jaya yang menyerang itu langsung terpental ke tanah.


"Kau pikir menyerang dengan senjata mainanmu itu, kau bisa melukaiku?!" teriak Ular Suto Brajan dengan sombong dan marah.


Tangan Ular Suto Brajan lalu mengeluarkan sebuah serangan energi berbentuk duri yang mengandung racun. Itu memberondong mengarah ke dua Klon bayangan Jaya.


"Terlalu cepat bagimu untuk bisa melukai tubuhku!" Teriak Ular Suto Brajan tampak garang.


Tetapi, dua Klon bayangan Jaya menangkis serangan itu dengan pedang hitam. Dan untuk duri yang mengenainya, dia menggunakan Jurus Nafas Kegelapan untuk memindahkan efek serangan di tubuhnya. Itu jurus baru yang dapat memindahkan serangan yang terkena di tubuhnya ke tempat berjarak radius 1 km dari keberadaannya.


"Hah! Kau bahkan bisa menghilangkan efek racun yang mematikan!" Ular Suto Brajan tercengang melihat Klon bayangan Jaya yang bisa bertahan dari serangan racunnya.


"Tidak mungkin! Manusia lemah sepertimu tidak terpengaruh oleh racun mematikanku sama sekali..." Timpalnya lagi.


Jaya masih mengawasi sembari menghindari serangan kibasan ekornya untuk membaca serangan dari Ular Suto Brajan. Tangan kirinya yang berwarna hitam mengepal erat dengan dipenuhi energi. Dia meloncat masuk untuk menyerang dengan berpindah tempat secara cepat.

__ADS_1


"Kalau begitu rasakanlah Jurus Racun mematikan yang kau banggakan sendiri ini!" Teriak Jaya yang bergerak memukul perutnya Ular Suto Brajan dengan keras.


Bang!


Sekejap, Ular Suto Brajan terdorong mundur oleh serangan tinju Jaya yang kuat. Dalam tinjunya Jaya, itu mengandung sejumlah energi racun mematikan yang telah diserapnya tadi. Dia mengeluarkan kembali dan menguatkan Jurus Racun Ular Suto Brajan.


Sebab, dengan jurus peningkatan dari penyerapan kegelapannya yang baru.


Kini tangan kanannya Jaya dapat untuk menyerap jurus dan tangan kirinya adalah untuk mengembalikan dan menguatkan jurus dari yang diserapnya tadi. Ini adalah peningkatan jurus kegelapannya dalam bentuk membalas serangan.


Seketika setelah terpukul, sebuah racun membekas tertempel di bekas perut Ular Suto Brajan yang kokoh.


"Mustahil … k-kau?!" Ular Suto Brajan terpana, dia menyadari ada sesuatu racun dari serangan di perutnya tadi. "Jadi .... mungkinkah? Kau bisa menyerap racun dan mengembalikannya kembali!"


"Terlambat. Bukan hanya mengembalikannya namun juga aku bisa memperkuatnya!" Jaya tersenyum kecil.


Ular Suto Brajan merasakan racun yang tertempel di tubuhnya mulai untuk merayap menyebar. Meski begitu, dia tidak tampak gelisah.


"Segala jenis racun itu tidak akan berpengaruh padaku. Sebab, kami adalah Ular pengguna dan pengendali racun...!" Kilah Ular Suto Brajan yang tangannya sembari mengeluarkan racun dari sisik perutnya.


"Apa?! Tch ..." Mata Jaya kecewa melihat kondisi Ular Suto Brajan. Dia kembali memasang wajah dingin menatap Ular Suto Brajan.


"Betul-betul mengesankan … ternyata kau memanglah bisa menguatkan kembali serangan, ya."


"Aku sebenarnya tidak ingin bertarung denganmu. Tetapi jika kau masih memaksa, aku tidak akan menahan diriku lagi..."


"Ho … apakah kau pikir dirimu bisa menang melawanku?" Sahut Ular Suto Brajan.

__ADS_1


"Janganlah kau memaksakan keberuntunganmu manusia lemah! Disini, jelas akulah yang lebih kuat darimu. Apakah kau tidak mengetahui kenyataan itu?"


"Kau terlalu memandang tinggi dirimu sendiri akan kebenaran dari sejatinya kekuatan energi." Jaya menggelengkan kepalanya. "Dihadapan kekuatan energi sejati, level tinggi bukanlah penentu siapa yang paling kuat."


Jaya mengeluarkan energi kekuatan Ananta kegelapannya dengan besar di tubuhnya. Seketika, asap hitam menyelubung di belakang punggungnya  melonjak ke atas langit dengan membara. Pedang hitamnya, menyala dengan dialiri energi kegelapannya juga.


Ular Suto Brajan pun juga tidak mau kalah. Dia juga mengeluarkan energi dari tubuhnya dengan meluap-luap hingga di sekujur badannya mengeluarkan gas beracun. Tingkat levelnya mencapai level 6 tahap pembentukan.


Bentrokan gelombang energi bergejolak terjadi dari keduanya.


"Kau yang hanya level empat berani menceramahiku? Aku penasaran ingin tahu bagaimana caramu kau bisa bertahan dari serangan...." Pungkas Ular Suto Brajan lidahnya mendesir.


Tangan cakarnya tiba-tiba mengeluarkan sebuah tombak yang terbuat dari kepadatan energinya. Jaya dan Ular Suto Brajan sama-sama melompat untuk menyerang. Pedang hitam dan tombak energi menyilang terbentur.


Keduanya saling terpukul mundur. Kemudian mereka beradu tukar serangan dan tangkisan yang sama hebatnya. Keduanya tidak ada tanda-tanda kekalahan. Namun, dua Klon bayangan Jaya yang sedari diam, kini ikut juga melancarkan serangan.


Meski Ular Suto Brajan di keroyok Jaya dan Klon bayangannya. Tubuhnya masih kuat tidak terlukai dengan ketahanannya yang luar biasa. Semua teknik pedang Jaya tidak dapat menembus sisik Ular Suto Brajan yang keras dan tebal.


Rooar!


Dengan kecepatan yang tinggi, Ular Suto Brajan bergerak cepat. Dia meliuk-liuk menerkam untuk menggigit Jaya dan kedua bayangannya. Meski sudah menggunakan Jurus Nafas Kegelapan untuk berpindah cepat. Gerakan Ular Suto Brajan begitu gesit dan mampu membunuh kedua Klon bayangan Jaya.


Jaya terpental oleh serangan Ular Suto Brajan dengan terlempar ke tanah. Dia berdiri dengan cepat karena Ular Suto Brajan menyusulnya untuk menyerang.


Jaya terus menghindar berlarian menghindar.


"Apakah ini caramu untuk melawanku? Kau pikir dengan melarikan diri kau bisa menang! Ayo hadapilah aku kalau berani!" Teriak Ular Suto Brajan.

__ADS_1


Jaya tidak menghiraukan dan mencoba menghindar.


"Kau hanyalah bermulut besar. Kenyataannya kau adalah makhluk lemah..." Ejek Ular Suto Brajan.


__ADS_2