
"Itu hanyalah pengetahuan umum. Jangan terlalu dipikirkan. Semua para Hunter di dunia luar telah mengetahuinya. Ini hanyalah informasi dasar untuk Hunter. Hanya saja, itu tak dijelaskan di sekolah Hunter." Kata Jaya mengibaskan tangannya.
Lalu matanya melihat ke sebuah jejak kaki monster di tanah. Bentuknya semua sama. Tangannya mulai meraba-raba jejak di tanah, mengecek teksturnya. Dia memahami sesuatu dari jejak itu.
"Hmm ... di sini ada jejak kaki Semut, ya. Dan ini masih baru beberapa jam yang lalu ..."
"Bagaimana kau tahu?!" Tanya Jacky.
Jaya menjepit dagunya dan memejamkan matanya untuk berpikir. Matanya melebar, dan telunjuknya menempel di bibirnya. Dia menemukan sesuatu.
"Sssttt! Jumlahnya ada empat, mereka di sekitar sini ..."
"Apa? Jadi di sekitar sini ada monster Semut?" Bisik Jacky terkejut, dia berkata dengan nada lirih.
"Iya, mari kita cari tempat aman dulu. Tidak baik jika kita akan terus di sekitar sini. Dilihat dari jejaknya, mereka pasti sedang berpatroli mencari mangsa. Selama kita belum mengetahui kekuatan tempurnya, sebaiknya cari aman dulu,"
"Mmm ..." Jacky mengangguk setuju dan buru-buru pergi mencari tempat aman.
Jaya pergi melompat ke atas pohon mengamati ke berbagai sekelilingnya. Tak lama, dia menemukan sebuah gua kecil di bawah pohon. Jaya mengajak Jacky untuk pergi bergegas ke sana.
Sesampainya mereka berdua di dalam gua itu, ternyata tempatnya lumayan besar.
"Ini tempat yang bagus dan aman. Di sini sangat cocok untuk kita bersembunyi." Kata Jaya dengan meneliti ke sekeliling tempat.
"Kau tetaplah di sini untuk sementara waktu lebih baik kau berkultivasi dulu. Sebab dengan tubuh fisikmu yang sekarang ... kau belum begitu baik jika harus bergerak di dunia Mayantara ini. Aku akan keluar sendiri untuk memburu monster!"
"mn ..." Jacky mengerti maksud Jaya. Dirinya yang sekarang memanglah tak cukup kuat untuk berkeliaran di hutan ini. Semakin lama dia merasa tekanan tubuhnya semakin berat. Perlu dirinya untuk beradaptasi dengan medan energi di sini.
__ADS_1
Jaya keluar dari gua di bawah pohon itu dan meninggalkan Jacky yang mulai menstabilkan energi tubuhnya untuk berkultivasi. Kemudian Jaya, melompat-lompat di atas pohon pergi mencari monster Semut. Tak lama dia menemukan keberadaan monster itu.
"Semut-Semut ini sepertinya mereka semua tingkat level 1 tahap menengah. Kurasa tak akan ada masalah jika aku harus bertarung dengannya," gumam Jaya melihatnya dari atas pohon.
Ada monster Semut yang berwarna merah berdiri dengan dua kaki. Tangannya ada empat di tubuhnya dengan cangkang merahnya yang menonjol. Mereka semua berjumlah 8 ekor. Jaya langsung melompat ke depan kerumunan monster Semut merah itu.
Kiiiiee!!
Teriak Semut yang melihat Jaya di depannya. Jaya mengeluarkan pedangnya dari jiwa, mengacungkan pedangnya ke depan. Semut merah bergegas menyerang Jaya dengan cakarnya.
Jaya bergerak melompat ke depan juga dengan mengibaskan pedangnya menebas Semut-Semut merah itu. Kakinya begitu lihai dan lincah bergerak gerik seperti lompatan serigala yang cepat.
Slash! Slash!
Dengan cepat Jaya membunuh para Semut merah itu. Pedangnya yang dibalut energi kegelapan langsung membelah tubuh Semut.
Kemudian Jaya menyerap mayat monster Semut merah itu ke dalam tubuhnya dengan Jurus Penyerapan Kegelapan.
Kini Jaya untuk menghadapi monster tingkat 1 sangatlah mudah. Dia telah mampu menggunakan energi Aura di tubuhnya untuk melakukan menguatkan serangan dengan pedangnya. Selama dia tak menemui monster tingkat 2 atau di atasnya, dia bisa mengalahkan semuanya dengan mudah.
Setelah itu Jaya berlari lagi mencari memburu monster Semut. Tak selang lama sehari terlewati, dia telah memburu hampir 100 monster Semut merah di hutan Rangrang. Mereka semua pun juga dikirim ke dalam alam jiwa Jaya untuk diserap ke tubuhnya.
Jaya duduk bersila di bawah pohon. Tubuhnya mulai merasakan lonjakan energi setelah menyerap begitu banyak monster. Dia akhirnya menerobos ke tingkat tahap menengah level 1.
"Tak buruk bisa menembus satu tingkat. Padahal aku sudah mengirim 100 lebih monster Semut untuk diserap. Kurasa aku harus mengirim lebih banyak monster lagi jika harus menembus lagi," Jaya membuka matanya.
Dia merasa kekuatan Ananta tak begitu ada perubahan. Kekuatan Jurusnya masih sama, hanya cuma ada tiga Jurus. Pertama Jurus Pemikat Kegelapan, kedua Jurus Penyerapan Kegelapan dan ketiga yang masih belum dicoba adalah Jurus Seribu Kegelapan.
__ADS_1
Jaya berdiri, lalu tangannya menempel ke dadanya dan berkata.
"Jurus Seribu Kegelapan"
Tubuhnya mengeluarkan asap hitam yang tebal lalu asap-asap itu membentuk seperti tubuh Jaya. Bentuk wajah, kekuatan, dan badannya sama persis dengannya. Jaya menyadari sosok yang berdiri di depannya yang sangat mirip itu dengan bayangan dirinya.
"Hm ... jadi begitu. Aku bisa menciptakan tubuhku sendiri yang mempunyai kekuatan dan kesadaran sama denganku. Ini sungguh Jurus yang sangat berguna. Meski cuma ada satu saat ini, kalau kekuatan Anantaku nanti bertambah kuat. Kurasa aku bisa menciptakan Klon bayanganku lebih banyak," kata Jaya melihat ke depan bayangan dirinya.
"Baiklah. Kita berpencar mencari monster Semut!" Perintah Jaya ke Klon bayangan dirinya yang berada di depannya.
Mereka lalu berpisah berpencar mencari monster Semut. Jaya menyadari bahwa dia dapat merasakan apa yang bayangannya itu alami. Bahkan jika bayangan itu mati, maka itu akan menjadi asap hitam yang memudar.
Di tengah-tengah pelariannya mencari monster Semut. Jaya berpikir bagaimana menaikkan kekuatan Anantanya. Dalam ingatan kehidupannya dulu, dia memang pernah mendengar bahwa kekuatan Ananta dapat berevolusi ke tingkat lebih tinggi. Namun, Jaya tak pernah mengerti bagaimana cara untuk menaikkan kekuatan Ananta itu.
"Kekuatan Ananta adalah kekuatan misterius. Untuk membangunkannya saja kita harus memicu dengan tubuh kita. Sedangkan untuk membuatnya bisa berevolusi, ini hanya sedikit orang yang bisa melakukannya. Kurasa nanti aku harus mencari tahu itu sendiri," gumam Jaya dalam hati.
Selama tiga hari telah berlalu, Jaya secara terpisah dengan bayangannya memburu monster Semut dan mengamati lingkungan sekitar. Dia telah membunuh banyak monster Semut yang jumlahnya sekitar 600, dan menyerap kekuatan mereka. Kini dia telah mencapai tingkat level 1 tahap penyempurnaan. Hanya tinggal satu tahap lagi dia akan mampu bisa menerobos ke tingkat level 2.
Kekuatan fisiknya Jaya kini bertambah kuat dan energi Auranya juga semakin padat. Dengan kekuatannya dia saat ini, setidaknya dia sudah mampu membunuh monster tingkat 2 dengan mudah. Jaya tak perlu lagi khawatir jika harus bertarung dengan mereka.
Saat ini Jaya berada di atas pohon sambil melihat sebuah gua besar di bawah gunung. Di depan mulut gua itu terdapat beberapa monster Semut berwarna merah yang menjaganya.
"Sepertinya itu adalah gua sarang monster Semut merah. Dengan begini perburuan ku akan menjadi lebih mudah untuk membunuh mereka semua." Jaya menyeringai dari kejauhan melihat sarang gua monster Semut.
"Tapi entah kenapa setelah aku berkeliling di hutan ini, tidak ada manusia sama sekali atau benteng kota? Apakah di dunia Mayantara ini belum ada yang mengetahuinya dan ditemukan?" Tanya benak Jaya.
"Jika ini memanglah tak ada yang menemukannya maka ini akan menjadi keberuntunganku. Aku akan mengambil semua sumber daya dari medan energi dunia Mayantara ini," Jaya tersenyum senang. Sebab dia bisa mendapatkan lebih banyak sumber daya yang tersimpan di dalam dunia Mayantara tanpa ada persaingan dari Hunter lain.
__ADS_1