Hunter Dan Dewa Monster

Hunter Dan Dewa Monster
Jaya Kedua (3)


__ADS_3

"Kau pasti penasaran bukan tentang siapa dia?" Tanya Bananji. "Duduklah kembali. Aku bisa mengetahuinya, sebab kekuatan Anantaku sedikit spesial. Aku bisa melihat sejarah hidup seseorang dengan mudah. Ini adalah kekuatan unik Ananta burung gagak, bermata tiga."


Mata Bananji yang berada di dahinya bergerak-gerak. Burung gagak yang di bahunya juga memiliki mata tiga, diam dengan celingukan menatap Jaya Kedua yang di depannya. Seakan dia sedang menerawang membaca sesuatu.


Jaya Kedua melihatnya dengan perasaan aneh. Tidak merasa nyaman saat dilihat olehnya, mata ketiga Bananji menyorot dirinya dengan tajam dan terasa menelusup begitu dalam ke tubuhnya.


"Aku bukanlah orang yang bekerja sama dengan Tarkan. Percayalah. Tapi sebaliknya, kaulah orang yang diinginkan oleh Tarkan untuk bergabung bersamanya." Ujar Bananji, ekspresinya menebak tepat tentang Jaya Kedua. "Benar, kan Jaya. Dan aku juga tahu tentang tubuhmu saat ini,  jelas ini bukanlah tubuh utamamu. Melainkan bayangan Jaya yang kedua..."


Jaya Kedua terkejut. Jantungnya berdentam-dentam tidak bisa menyangkalnya. Dia merasa, Bananji bisa melihat sejarah dirinya tanpa ada yang bisa disembunyikan. 


"Tidak mungkin. Bagaimana kau bisa mengetahuinya?!" Jaya Kedua terperangah tidak percaya, wajahnya setengah pucat mengakui kekuatan Ananta Bananji. 


"Kekuatan mataku disebut sebagai mata Yokai. Salah satu kegunaannya adalah dapat melihat masa lalu seseorang. Tepat setelah kau memberi tahu tentang nama aslimu, aku bisa membaca garis sejarah hidupmu." kata Bananji jarinya  menunjuk ke arah Jaya Kedua. 


Jaya Kedua tidak mengira akan menemukan pengguna kekuatan Ananta unik yang seperti Bananji. Hanya dengan mengetahui nama asli seseorang saja, dia bisa langsung dapat membaca sejarah hidup seseorang dengan cepat dan singkat. Itu sungguh kekuatan mata yang mengerikan untuk bisa mengetahui masa lalu dengan mudah. 


Berbeda dengan kekuatan Ananta Kegelapan dirinya yang perlu menyerap mayat seseorang terlebih dahulu. Dan sepertinya, mata Yokai juga masih memiliki banyak manfaat yang belum diungkapkan oleh Bananji. Selain itu, sesaat setelah Jaya Kedua melancarkan serangan ke Bananji. Dia masih belum juga mengetahui tingkat level Aura milik Bananji. Hal itu hampir menyerupai dengan kekuatan Tarkan, yang bisa belum bisa diketahui oleh Jaya Kedua.


"Kekuatan Ananta macam apa itu? Aku tidak pernah mendengarnya sama sekali... " Tanya Jaya Kedua. Dia mulai penasaran dan curiga tentang kekuatan mata Yokai.

__ADS_1


"Jelas kau tidak pernah mendengar atau mengetahui dimana pun berada. Sebab, kau adalah orang kedua, yang mengetahui tentang kekuatan Anantaku ini" Jawab Bananji. 


"Kedua? Berarti kau selama ini menyembunyikan kekuatan Ananta dirimu... untuk apa?" Jaya Kedua terbelalak. Menyembunyikan kekuatan Ananta biasanya dilakukan untuk menghindari bahaya agar identitas dirinya tidak ditemukan. Dan hal semacam itu, sering terjadi untuk menghindari pertempuran yang tidak perlu atau mempunyai maksud tujuan tertentu. Ini menyiratkan bahwa Bananji menyembunyikan sesuatu yang rahasia.


"Selain Jenderal Besar Aryani, dan kamu. Sekarang tidak ada lagi orang yang mengetahui tentang kekuatan Anantaku ini. Sebab, Klan garis kekuatan Ananta keturunanku telah lama musnah. Aku adalah satu-satunya yang masih hidup..." Jawab Bananji menengadah. Nadanya terdengar begitu sedih mengingat sesuatu.


"Kalau begitu, sebentar lagi garis keturunan Klan dirimu akan benar-benar lenyap selamanya. Jika memang benar kutukan kera yang kau terima tidak ada obatnya..." Jawab Jaya Kedua. Dia lalu duduk dan menghilangkan kewaspadaan dan kecurigaannya kepada Bananji. 


Jaya Kedua bisa melihat karakter seseorang yang berbohong atau tidak dari gerak ekspresi wajahnya. Dan sepertinya, Bananji dari tadi mengatakan apa adanya kepada dirinya tanpa ada kebohongan.


"Haha... Benar. Tapi, ada satu hal yang salah. Sebenarnya aku juga bisa memindahkan kekuatan Anantaku ini kepada seseorang. Tetapi, sebagai gantinya kekuatan diriku akan hilang selamanya..." Kata Bananji tersenyum ringan. 


"Mungkin kau tidak percaya dengan yang ku katakan ini. Tapi ada teknik kuno yang bernama 'Nitis', yang bisa mewariskan kekuatan kepada seseorang. Klanku mengetahui hal tersebut, karena mataku ini benar-benar spesial. Dan, tidak ada kekuatan mata yang seperti kumiliki ini. Tentu sepertinya kau pernah melihat kekuatan mata Tarkan yang bernama mata Aurora, kan. Namun, kekuatan mata Yokai ini berbeda dengan miliknya." jelas Bananji dengan sangat percaya diri. Dia merasa kekuatan mata dirinya adalah yang paling spesial.


"Ya, aku pernah melihatnya." Kata Jaya Kedua. Dia mengangguk penasaran. 


"Kau mungkin melihatnya, namun kau masihlah belum mengerti. Saat kekuatan Ananta seseorang mencapai Awakening, biasanya tubuh mereka akan memiliki kekuatan spesial dari Anantanya. Mata adalah salah satu bagian yang biasa terjadi mengalami perubahan tersebut. Namun mata yang memiliki kekuatan spesial, itu sangatlah sedikit dan langka." kata Bananji. "Dan percayalah, aku tidak ada hubungannya dengan Tarkan. Aku bisa mengetahui tentang dirimu itu karena dari kekuatan mataku ini."


"Jadi, kau tidak ada hubungannya dengan Tarkan?" Tanya Jaya Kedua. 

__ADS_1


Bananji mengangguk sambil tersenyum ringan. 


Jaya Kedua menghilangkan pedang hitamnya. "Baiklah... Tapi aku masih belum bisa mempercayaimu sepenuhnya."


"Haha... Tidak masalah. Lagipula aku mengajakmu kemari adalah memang bukan untuk menyerangmu atau membahas tentang dirimu. Melainkan aku ingin memberikanmu sesuatu hadiah, karena telah menyelamatkan tuan Putri Sekar." kata Bananji. "Tapi aku juga mempunyai sedikit permintaan kepadamu..."


"Hah... Kau ingin memberikanku hadiah tapi juga mengajukan sebuah permintaan. Apakah kau tidak malu mengatakannya. Bukankah itu artinya sama saja kau tidak tulus memberikan sesuatu. Lupakanlah. Dari awal aku memanglah tidak mengharapkan apa-apa..." Jawab Jaya Kedua. "Lebih baik kau ceritakan saja tentang bagaimana kau bisa mengetahui tentang Tarkan. Sebab, aku belum mempercayaimu..." 


"Baiklah... Baiklah... Ini akan menjadi cerita panjang yang membosankan. Aku akan menjelaskan detail intinya saja yang ku ketahui." Jawab Bananji. Dia pun mulai menceritakan tentang Tarkan dan dirinya.


"Sebenarnya aku bertemu Tarkan adalah saat dia berada di dunia Mayantara. Tepatnya 12 tahun yang lalu. Ketika aku hampir mati diserang oleh monster, saat itulah dia datang menyelamatkanku. Kami berkenalan dan menjelajah dunia Mayantara bersama. Waktu itu kekuatan Anantaku masihlah belum mencapai Awakening, jadi aku tidak tahu apa-apa tentangnya."


"Dulu awalnya aku kaget ketika melihat dirinya berburu monster. Dia berbeda dengan hunter yang lainnya. Dia memburu banyak monster hanya untuk menyerap mayatnya, bukan dijual. Saat itulah aku mengetahui, bahwa kekuatan Ananta kegelapan dirinya sangatlah begitu hebat. Dia bercerita, kalau dirinya bukanlah berasal dari kerajaan Manikmaya. Tapi diutus oleh seseorang, yang bernama Mada untuk membantu membebaskan manusia dari cengkraman para Dewa monster."


"Beberapa minggu kemudian, Tarkan bersama tuannya Mada dan teman-temannya datang. Dia kemudian pergi ke kerajaan Manikmaya untuk mengutarakan tujuannya. Sebagian menerima dan setengahnya tidak tentang usulannya. Tapi, raja menyetujui dan memutuskan untuk melancarkan serangan ekspedisi ke dunia Mayantara. Dan saat itulah, Tarkan dan Mada membantunya. Dengan kekuatan Ananta kegelapan mereka, akhirnya berhasil membunuh Dewa Monster di dunia Mayantara, bagian Timur."


"Setelah keberhasilan mereka, sesuatu keanehan terjadi. Tuan Mada mereka menghilang. Dan Tarkan menuntut balas dendam kepada raja dengan menyerang seluruh kerajaan Manikmaya. Pembantaian terjadi dimana-mana. Aku tidak mengetahui penyebab jelas kemarahan dari Tarkan. Satu hal yang pasti, raja akhirnya dibunuh oleh Tarkan."


"Setelah itu Tarkan menghilang dan tidak pernah ditemukan lagi. Ada yang bilang dia mati atau sekarat untuk memulihkan diri... Bangsa Asoka mulai dicari-cari sebagai buronan kerajaan." Bananji menghela kecewa. 

__ADS_1


__ADS_2