
"Oh? Begitukah. Aku tak begitu mengerti jika akan menjadi seperti ini. Kukira kalian hanya mempunyai kesadaran dan kekuatan yang sama denganku saja ..." Jaya tersenyum kecil mengetahui sesuatu yang baru.
Selama ini dia tak terlalu memikirkan pemahaman tentang Jurusnya dengan seksama dan mendetail. Dia terlalu fokus untuk meningkatkan kekuatan tubuhnya dan mencari sumber daya. Ternyata pemahaman Jurusnya tidak dapat disepelekan dan dianggap rendah manfaatnya.
"Baiklah kerja bagus … jika kalian masih punya tenaga maka berburulah monster untuk bisa diserap. Dan jika tidak, cukup awasi sekeliling dan pulihkan diri kalian ..." Jaya mengibaskan tangannya memberikan perintah.
Lima Klon bayangan dirinya langsung menghilang dan berpencar keluar dari gua.
Jaya lalu duduk bersila memejamkan matanya.
"Saat ini aku sudah mempunyai Bola orb, batu kristal merah, batu kristal biru, dan dua jenis tanaman lavender. Ini sudah lebih dari cukup untuk memberikan kekayaan yang tak ada habisnya. Sekarang yang terpenting adalah memulihkan diriku dan mencari cara untuk meningkatkan kekuatan Ananta lagi," gumam Jaya dalam hati.
Dengan kultivasi energi Aura Jaya yang saat ini berada di tingkat level tiga tahap menengah, dia sudah bisa dibilang menjadi seorang genius dalam angkatannya. Hanya dengan beberapa hari saja, dia berhasil menerobos dengan cepat berkali-kali. Dengan usianya yang masih 13-14 tahunan, hal yang seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya dimanapun.
Dan jika seluruh di kerajaan Manikmaya mengetahuinya maka dia akan menjadi aset harapan kerajaan. Sebab, selama ini dalam berkultivasi itu butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa menerobos. Jika Jaya tanpa bantuan kekuatan Ananta kegelapannya, kemungkinan perkembangan dirinya juga akan lambat sama seperti yang lainnya.
Jacky dan Klon bayangan Jaya masuk ke dalam gua.
"Hei Jaya?! Apa kau baik-baik saja? Kenapa aku tidak bisa melihat tingkat energimu? Apakah kau sudah menerobos lagi?!" Jacky menghampiri Jaya yang tengah duduk diam.
Mata Jaya lalu terbuka dan mengalirkan energi mental untuk melihat perubahan energi Jacky.
__ADS_1
"Kau sudah tiba Jacky … duduklah kemari, aku akan memberikan sesuatu untuk kau serap kekuatannya. Sepertinya kau telah mencapai tahap pelatihan awal. Tidak buruk ..." Jaya melemparkan kantong ruang yang berisi sedikit batu kristal merah dan biru. Dia tak menghiraukan pertanyaan Jacky.
Jacky menangkap dan mengamati isi dari kantong ruang itu.
"Apa in-..." Tanya Jacky. Namun Jaya memotong perkataan Jacky dan memerintahkan Klon bayangannya. "Cobalah kamu cari daging monster yang bisa untuk menjadi persediaan makan ..."
Bayangannya Jaya lekas pergi meninggalkan gua. Sebenarnya Jaya tidak perlu mengucapkan kata perintah, hanya dengan berbagi pikiran saja dia sudah bisa akan memberi sebuah perintah. Namun dia masih menggerakkan bibirnya, karena pikirannya saat ini ingin memahami lebih dalam tentang kegunaan Jurus-Jurus Anantanya.
Dan kini Jaya memandang Jacky yang kebingungan.
"Jangan terlalu banyak tanya. Sebaiknya kau segera serap seluruh energi dari batu kristal itu. Setidaknya, nanti kau bisa mencapai tingkat level 1 dengan cepat. Itu hanyalah sedikit hasil dari perburuan di dunia Mayantara ..." Kata Jaya yang langsung memejamkan matanya kembali dengan tenang.
"Hah! Baiklah ..." Jawab Jacky yang tidak begitu mengerti dengan keadaanya saat ini.
Klon bayangan Jaya hanya menjelaskan bahwa energi alam sedang mengamuk dan membunuh banyak monster. Lalu medan energi dunia Mayantara akan menghilang dengan sendirinya tanpa sebab diketahuinya. Dan Jacky hanya mempercayainya dengan buta sebab dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Jacky pun langsung duduk bersila dan mengeluarkan batu kristal merah. Batu itu mengeluarkan energi yang meluap dan berdengung-dengung. Suaranya bagai gerombolan lebah yang sedang berlarian.
Woong! Woong!
Jacky menyalurkan energi dari batu kristal itu untuk masuk ke tubuhnya. Sekejap energi itu merambat masuk ke setiap kulit pori-pori Jacky dan mengumpulkan bergerak ke pusar perutnya. Tulang, darah, dan saraf ototnya menegang merasakan aliran energi yang masuk.
__ADS_1
Selama beberapa hari pun terlewati dengan cepat. Tidak terasa Jaya akhirnya memahami dari kekuatan Jurus Anantanya yang meningkat. Selain itu, ada beberapa monster liar juga telah dikirim untuk diserap dalam alam jiwa kegelapannya.
"Jadi Klon bayanganku pada dasarnya adalah diriku sendiri. Semua yang telah dicapai dan dilakukan oleh bayanganku akan menuju ke tubuhku. Meski aku tidak bertarung tapi aku juga merasakan pertarungan yang dialami. Ini sungguh luar biasa ..." Gumam Jaya matanya bersinar. Ada beberapa ide yang muncul dalam benak dirinya.
"Jika mereka semua berkembang dalam bidang masing-masing maka aku akan jauh lebih berkembang dengan praktis. Aku perlu menggunakan kekuatan ini dengan benar dan baik ..." Jaya tersenyum lebar dalam hatinya.
Dia memang bisa melipat gandakan dirinya tapi dia tidak bisa melipatkan gandakan barang bawaannya. Itulah yang akan menjadi masalahnya Jaya sekarang. Sebab kantong ruang tidak bisa menyimpan barang dengan menautkan jiwanya.
Jadi setiap Klon bayangannya yang saat ini mempunyai kantong ruang, itu isinya mempunyai barang yang masing-masing berbeda. Jika ingin mengambil barangnya maka harus menyerahkan kantong ruang terlebih dahulu. Proses seperti ini akan menghambat penyimpanan dan pengambilan barang bagi Jaya saat dalam pertarungan.
Jaya butuh kantong ruang yang bisa ditautkan dengan jiwanya. Semua barang yang tersimpan nanti akan dikirim ke dalam ruang khusus di alam jiwanya. Sebuah ruang yang diciptakan khusus dengan menghubungkan darah dan tubuhnya sebagai ikatan yang terjalin dalam satu benda. Itulah cincin ruang.
Sebuah dimensi jiwa yang bisa menyimpan apa saja. Dimensi jiwa yang tercipta dari perpaduan mantra, segel, dan formasi ke dalam satu benda. Dimensi jiwa yang tidak bisa dibuka oleh orang lain selain pemiliknya sendiri. Namanya adalah dimensi cincin ruang alam jiwa.
Orang yang memiliki cincin ruang tidaklah banyak untuk bisa ditemukan. Bahkan hampir di kalangan bangsawan ningrat sekalipun, tidak bisa semuanya memakai cincin ruang. Sebab, harga dari cincin ruang sendiri sangatlah mahal, sekitar berjumlah ratusan juta koin hunter.
Cincin ruang bisa pula dikatakan sejenis kelas senjata Artefak. Karena dia memiliki kekuatan khusus yang dapat digunakan pemiliknya. Semakin tinggi tingkatannya maka semakin kuat dan besar pula daya kegunaannya.
"Yah … sebelum itu, kurasa aku butuh cincin ruang terlebih dahulu. Agar mereka semua bisa menyimpan dan mengambil barang dengan mudah!" Jaya berkata dalam hatinya.
"Selain itu aku butuh tempat yang aman untuk mengorganisasikan tubuh bayanganku nanti. Baiklah untuk sementara, aku akan memakai gua ini terlebih dahulu ..."
__ADS_1
Jaya memejamkan matanya kembali dan melihat seluruh keadaan masing-masing Klon Bayangannya. Mereka semua ada yang sedang istirahat memulihkan diri dan ada pula yang sedang masih bertempur melawan gerombolan monster. Walau hanya melihat bayangannya saja, dia telah merasakan sensasi pertempuran yang intens dialami.