Hunter Dan Dewa Monster

Hunter Dan Dewa Monster
Kunci Suluk


__ADS_3

Putri Sekar mengotot untuk membalas budi. Meski pun Jaya Kedua menolak agar tidak usah di balas dan membiarkannya berlalu. Tetap saja, dia menuntut Jaya Kedua agar menyebutkan permintaannya. Baginya, hutang adalah sesuatu yang harus di bayar dengan tuntas walau sekecil apapun bentuknya.


"Aku tidak ingin berselendang dengan hutang di tubuhku. Tolong mengertilah, Jaya. Hutang bagi keluargaku adalah sesuatu hal yang sangat di larang. Selama kami hidup, kami tidak ingin menanggung hutang untuk di bawa mati. Entah hutang dalam bentuk ucapan, perbuatan, atau pun tingkah laku. Kami akan membalasnya sesuai baik dan buruknya. Jika hari ini aku tidak bisa membalas, maka seluruh keturunan keluarga Arya akan menanggung malu untuk seluruh hidupnya." Kata putri Sekar jelas dengan wajah serius. "Berilah aku kesempatan untuk membalas sesuai kebaikanmu,"


Jaya Kedua menggeleng kepalanya. Putri Sekar tetap bersiteguh dengan keputusannya.


'Bukankah, Keluarga Arya ini sangat naif sekali dengan prinsip hidup yang seperti ini. Di Dunia Hunter yang kacau, dia bisa saja di manfaatkan oleh orang yang mempunyai kepentingan akan dirinya,' gumam Jaya Kedua dalam hati.


"Kalau kau butuh rumah, status bangsawan, harta atau uang, aku bisa memberikanmu. Cukup katakanlah saja. Ataukah kau mempunyai musuh, aku akan membantumu untuk membalasnya," bujuk Putri Sekar sambil tersenyum. Dia memang punya tangan kekuasaan untuk mewujudkan hal-hal tersebut.


Jaya kedua mengibaskan telapak tangannya untuk menolak. Semua itu bisa dia atasi sendiri tanpa butuh bantuan orang lain.


"Tidak, tidak, tidak perlu berlebihan. Aku tidak mempunyai keinginan apapun saat ini. Jadi lupakanlah saja, tentang sesuatu yang aku sendiri tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Aku cukup puas dengan hidupku saat ini, dan tidak ingin menyusahkan orang lain. Dalam hidup, aku juga punya prinsip. Aku tidak akan menyusahkan orang lain selagi aku masih mampu mengatasinya sendiri. Dan aku benci hal-hal yang merepotkan, melibatkan orang lain. Aku hanya peduli dengan diriku sendiri. Menyelamatkanmu itu sepenuhnya kebetulan karena aku punya urusan dengan Monster itu ," jawab Jaya Kedua berharap semua berakhir biasa saja.


Putri Sekar geram, dia harus berdebat panjang hanya untuk bisa membalas budi. Belum pernah, dia menemui orang yang menolak untuk membalas budinya. Ini pertama kalinya, dia menemukan seseorang yang tidak ingin di balas budinya.


"Eeeh.. K—kau masih menolak permintaanku untuk membalas budi. Apa kau tahu, di luar sana banyak orang yang ingin memohon untuk keinginannya agar bisa dikabulkan kepadaku hanya karena balas jasa hutang budi yang ingin ku balas. Tapi kau malah menolaknya?" Kata Putri Sekar seakan tidak percaya. Dia menatap Jaya Kedua dengan perasaan aneh, penuh misterius. "Apakah kau tidak mempunyai keinginan? Kalau begitu aku akan tetap menunggu sampai kau mempunyainya."


Mendengar perkataan itu, Jaya Kedua merasakan firasat tidak bagus. Putri Sekar keras kepala sekali.

__ADS_1


"Ha...baiklah, baiklah, aku benci jika kau malah merepotkanku karena mengikutiku terus nantinya." Jawab Jaya Kedua lemas tanpa daya.


Di ikuti oleh Putri Sekar bisa jadi malah menambah masalah pada dirinya nanti. Sebab, ini akan menimbulkan gejolak kecemburuan pada siapapun dan menambah musuh ke orang lain yang melihatnya. Selain statusnya yang besar, wajah dan postur Putri Sekar tentu sangatlah cantik jelita. Tubuhnya subur dengan padat dan menggiurkan. Dia bisa menarik banyak perhatian bagi syahwat kaum Pria.


Putri Sekar terseyum senang, sepertinya Jaya Kedua akan mengatakan permintaannya.


Terlintas sebuah ide dalam benak Jaya Kedua.


"Aku memang tidak mempunyai keinginan. Tapi aku sedikit mempunyai pikiran yang menganggu. Apa kau bisa menemukan Kunci yang berhubungan dengan Prasasti?" Kata Jaya Kedua mencoba menyulitkan Putri Sekar agar tidak membalas kebaikannya.


Ini adalah tentang Kunci yang mungkin bisa membuka pintu gerbang Prasasti yang berada di Gua dalam Air Terjun. Jaya memang ingin mencari informasi tentang Kunci Prasasti. Namun kayaknya itu adalah sesuatu yang susah untuk mencari petunjuknya. Sebab, ini tentang Prasasti.


Wayang Nawaruci adalah maha karya ciptaannya. Sebuah Boneka Senjata yang bisa di kendalikan layaknya makhluk hidup. Bahkan mempunyai kekuatan yang hampir sama dengan tingkatan level tinggi. Proses penciptaannya di sembunyikan untuk tidak bisa di sebar luaskan. Kemungkinan, mereka menggunakan teknik Prasasti dalam pembuatannya.


Sesaat, mata Putri Sekar tercengang. Dia melempar sorot yang malah penasaran. Lagi-lagi Jaya Kedua mengatakan sesuatu yang seharusnya jarang di ketahui khalayak umum. Dia tidak bisa menahan kaget dalam dirinya.


"Bagaimana kau bisa tahu tentang Kunci Suluk? Maaf, untuk kunci itu, aku tidak bisa memberikanmu. Cobalah ganti permintaanmu itu?" Jawab Putri Sekar, wajahnya banyak ketakutan dingin. Cemasnya begitu jelas terlihat kentara.


"Aku hanya penasaran dari seseorang. Apa itu Kunci Suluk? Jika kau tak bisa, maka lupakanlah tentang keinginanku. Aku tidak ingin menyulitkanmu, tapi aku tidak mempunyai keinginan malam ini. Kalau pun ada, aku hanya ingin mengusir gangguan pikiranku tentang itu saja,"

__ADS_1


Putri Sekar tidak berkutit. Bingung harus menjawabnya atau tidak. Informasi tentang Kunci Suluk adalah sebuah rahasia di kalangan bangsawan. Untuk beberapa saat dia memikirkannya dan menimbangnya lagi, sampai pada sebuah kesimpulan.


"Baiklah karena kau adalah orang yang pernah menyelamatkan nyawaku. Aku akan cuma memberikanmu informasi dan peringatan. Kunci Suluk itu adalah kunci rahasia, yang keberadaannya tidak boleh di ketahui oleh semua orang. Hanya segilintir jari tangan yang boleh dan bisa mengetahuinya. Dia adalah Kunci Prasasti yang sangat hebat kegunaannya. Itu adalah peninggalan dari 800 tahun yang lalu."


"Berjanjilah, bahwa kau tidak mengatakan tentang apapun mengenai Kunci itu. Kunci itu adalah Kunci Bumi yang menjaga Kerajaan Manikmaya. Siapapun yang mengambilnya akan membuat bencana kepada Kerajaan, itulah pesan dalam kisah legenda yang biasa di turunkan oleh keluarga bangsawan. Sebab, kehilangan Kunci Suluk bisa merusak keseimbangan alam, dan kehancuran Tanah Jawa seluruhnya. Para Monster akan bisa menjadi lebih bebas leluasa untuk menyerang manusia, dan kekuatannya akan menjadi lebih hebat dari biasanya dan beringas."


"Seharusnya kau tidak mengetahui tentang Kunci itu. Ku harap kau bisa mengerti tentang alasanku tidak bisa memberikannya padamu. Bahkan untuk menunjukkan lokasinya kepadamu. Keberadaannya sangatlah di lindungi." Jelas Putri Sekar lembut dengan ekspresi suram. "Aku sendiri saja tidak mengetahui keberadaannya. Kalau pun tahu, tentu aku tidak akan mengungkapkannya padamu,"


Jaya Kedua terdiam duduk menatap bara api. Dia merenungkan beberapa kejadian yang seharusnya tidak pernah di ketahuinya saat kehidupan sebelumnya. Wulan dan Putri Sekar adalah dua orang yang seharusnya tidak pernah ada di kehidupan sebelumnya. Kemungkinan mereka telah di bunuh sebelum jauh sebelum ada badai serangan Gelombang Monster tiba.


Putri Sekar kemungkinan di bunuh oleh Tarkan jika Jaya Kedua tidak menyelamatkannya. Tujuan penyerangannya Tarkan juga belum jelas di temukan. Sebab, Putri Sekar sendiri pun tidak mengenal Tarkan.


'Apa mungkin Tarkan di kirim oleh seseorang? Lalu apa tujuannya? Mungkinkah ini ada hubungan dengan Perang yang peringatkan oleh Tarkan?'


'Lalu kematian yang menunggu Wulan yang akan berdampak mental kepada Jenderal Aji Saka. Siapa yang akan membunuh untuk menyerangnya? Apa tujuan motif tujuannya?'


'Sepertinya aku telah mengubah sedikit peristiwa masa depan. Mungkin mereka berdua menyimpan banyak sebab-akibat dalam arus kehidupan di masa depan. Sungguh kebetulan yang aneh, aku bisa menemukan mereka berdua dalam perjalanan ini.'


'Dan keberadaan Kunci Suluk yang di rahasiakan?' Jaya merenung dalam dirinya dengan bermain teka-teki untuk memperhitungkan tindakannya.

__ADS_1


__ADS_2