Hunter Dan Dewa Monster

Hunter Dan Dewa Monster
Kristal Merah


__ADS_3

"Tsk ... kekuatanmu ternyata masih kuat?! Padahal aku sudah menggunakan bom asap untuk melemahkanmu! Ternyata aku sedikit meremehkan monster tingkat 3 sepertimu," Jaya tersenyum ringan setelah terdorong mundur oleh ledakan energi yang bertabrakan.


Jaya melompat melambaikan pedangnya yang menyala terang dengan dialiri energi kegelapan untuk menyerang monster Semut. Dengan kombinasi serangan Jurus Nafas Kegelapan dan teknik pedangnya, Jaya menyerang dengan cepat. Sedikit demi sedikit pertahanan tubuh Semut mulai tergores oleh pedang Jaya.


Kiiieeeek!!


Monster Semut marah besar mengeluarkan seluruh energinya. Tangan cakarnya menyeruak menyabet Jaya yang terus bergerak dari segala arah penjuru untuk menyerangnya. Namun gerakan tangannya tak mampu menangkap atau menangkis serangan Jaya yang begitu cepat berpindah-pindah.


Kilatan Bergemuruh!


Kilatan Bergemuruh!


Kilatan Bergemuruh!


Dengan serangan teknik pedangnya Jaya yang bertubi-tubi, tubuh monsterĀ  Semut tingkat 3 tersayat dengan penuh luka parah. Dia tak bisa menghindari atau pun menghalau karena gerakan Jaya yang begitu cepat tak menentu.


Kieee! Kii!


Monster Semut tingkat 3 merintih kesakitan, tubuhnya penuh luka dan banyak bekas tebasan yang dalam. Dia gemetar kesakitan di sekujur tubuhnya yang penuh darah merembes keluar. Jaya dengan sepenuh kekuatan energi kegelapan di pedangnya, dia langsung menebas secepat kilat bagai sambaran petir. Kepala monster tingkat 3 langsung terpotong.

__ADS_1


Craash!!


"Sekarang tinggal monster tingkat 3 yang lain lagi! Aku akan mengakhiri ini dengan cepat!" Jaya bergegas menuju ke tempat monster tingkat 3 yang lainnya.


Satu jam berlalu, Jaya menggunakan 6 bom asap untuk membunuh semua monster Semut di ruangan gua ini hingga tak tersisa. Ribuan monster Semut hitam tingkat dua dan sembilan tingkat 3 telah mati untuk diserap kekuatannya oleh Jaya. Saat ini tubuh Jaya berdenyut meluap luap dipenuhi energi yang masuk ke dalam tubuhnya.


Energi kuat mulai menyebar ke seluruh tubuhnya. Dari pembuluh darahnya, dagingnya dan tulang, rasanya menggeliat kencang. Dia merasakan sensasi aneh, sakit yang berpadu nikmat menyeruak di tubuhnya.


Jaya menerobos lagi hingga 3 kali berturut-turut hingga mencapai tingkat level 2 tahap akhir. Setelah merasakan sensasi akut yang aneh, tubuh Jaya merasakan perubahan baru.


Dia kini dapat melihat detail terkecil dari matanya sejauh 1 km memandang. Setiap tubuhnya menjadi semakin sensitif dan bahkan dia dapat merasakan semua yang terjadi di sekitarnya. Kini dia dapat merasakan gelombang energi yang terpancarkan dari tiga lubang lorong gua.


Sedangkan kekuatan Anantanya tak ada begitu perubahan, masih tetap sama. Namun kekuatan tubuh dan energinya bertambah kian kuat. Sekarang untuk menghadapi monster tingkat 2 sekalipun, dia tak begitu khawatir lagi. Dengan sekali tebasan pedangnya, kini dia sudah dapat untuk membunuhnya.


Jika ada orang lain yang melihat tambang batu kristal Aura ini kemungkinan mereka akan berusaha merebutnya mati-matian. Sebab, harga dari semua batu kristal Aura disini bisa membuat orang untuk menjadi kaya dalam sekejap. Selain itu, tambang bijih batuan kristal Aura juga sangatlah susah untuk ditemukan dalam dunia Mayantara.


Tidak begitu banyak di dunia Mayantara yang bisa di temukan tambang kristal Auranya. Hanya beberapa saja yang bisa dapat di temukan. Karena, tambang kristal Aura ini biasanya tercipta dengan energi Aura yang terkumpul dengan padat secara alami. Dan tempat seperti itu sangatlah susah untuk ditemukan.


Dengan bantuan tiga Klon bayangannya, kini Jaya telah mengambil semua batuan kristal Aura di ruangan gua ini. Butuh waktu lama, Jaya akhirnya dapat menyelesaikan dan telah memasukkan semua kristal Aura ke dalam kantong ruangnya. Kemudian dia beristirahat sejenak dengan tidur di dalam ruangan gua ini.

__ADS_1


Dalam pikirnya, dia tak mengira akan mendapatkan keberuntungan yang seperti ini. Hanya dengan sedikit dari hasil penambangannya saja, dia sudah bisa melunasi hutangnya dengan Paman Sam. Dia tak perlu lagi khawatir akan tentang masalah keuangannya lagi.


Yang perlu Jaya pikirkan saat ini adalah meningkatkan kekuatannya untuk terus bisa membunuh banyak monster tingkat tinggi. Di kehidupan sebelumnya, dia hanya mencapai tingkat level 5 saja. Tapi saat ini, dia merasa akan bisa melebihi kekuatan tingkatan dari level 5 dalam waktu singkat.


Setelah beberapa jam, Jaya terbangun dari istirahatnya. Matanya lalu melihat ke tiga lubang lorong gua. Semua lubang itu memancarkan gelombang energi yang berbeda-beda. Di kanan dan kiri, dia merasakan gelombang energi yang samar-samar. Sedangkan di tengah, itu gelombang energinya begitu kuat. Seolah ada monster yang sedang menunggu tepat berada di ujung gua tersebut.


"Hm ... sepertinya aku harus melakukan sesuatu yang aman terlebih dahulu."


Jaya mengeluarkan tiga Klon bayangan dari tubuh. Dan memerintahkannya untuk melangkah pergi dengan Jurus Nafas Kegelapan dan masuk ke dalam tiga lubang lorong gua tersebut. Jaya duduk bersila menunggu hasil dari Klon bayangannya yang telah masuk. Hanya dengan menutup matanya, Jaya bisa mengetahui apa yang dialami oleh semua bayangannya.


Setelah beberapa saat, tiga Klon bayangannya Jaya telah sampai di ujung lorong gua. Di sebelah kanan dan kiri, dia melihat ruangan penuh telur-telur Semut yang belum menetas. Telur itu berjumlah ribuan hingga memenuhi seluruh ruangan gua. Selain itu banyak pula bunga lavender yang mempunyai energi Aura kuat, di setiap sudut ruangan.


Sedangkan di tengah, itu adalah ruangan yang berisi ratusan monster Semut berwarna hitam tingkat level 3, dan ada satu monster Semut berwarna emas yang tingkatnya level 4. Dan dalam hamparan ruangan itu juga ada banyak bongkahan kristal Aura yang berwarna merah.


Jaya membuka matanya tersentak kaget. Bayangan Jaya yang di sana langsung memudar menjadi asap gelap.


"Bukan main ... aku mendapatkan keberuntungan lagi kali ini. Kristal Aura merah sangatlah berharga daripada kristal Aura biru. Aku harus merencanakan dengan matang jika ingin menyerang sarang Semut itu untuk menambang," Jaya matanya bersinar cerah.


Dia mengeluarkan dan menghitung semua senjata alat Hunternya di kantong ruang. Total ada 4 bom asap, 20 kertas peledak, dan 5 bom cahaya. Jika ingin menyerang dengan levelnya yang masih tingkat 2, dia harus membuat serangkaian strategi. Meski peluangnya kecil melawan monster Semut tingkat 3 dan 4. Namun, dia tak bisa membiarkan kesempatan ini hilang.

__ADS_1


Sebab, jika Jaya menunda penyerangan saat ini, kemungkinan ada orang yang akan menemukan dunia Mayantara ini nanti. Dan ketika keberadaan kristal Aura merah ini diketahui, maka akan menjadi alasan perang perebutan sumber daya. Jelas, dalam hal itu kesempatan Jaya akan berkurang dalam mendapatkannya.


Kristal Aura merah itu sangatlah langka. Selain mempunyai energi kuat, itu juga bisa dibuat untuk menjadi senjata Artefak. Sebuah senjata kuat yang tak dapat disepelekan, karena tidak banyak orang yang mempunyai senjata Artefak. Maka siapapun yang memiliki tambang di sini, itu akan membawa perubahan keuntungan besar kepadanya. Bahkan, jika pasukan kerajaan Manikmaya mengetahui hal ini, bisa pula mereka akan mengirimkan pasukannya untuk merebut tambang di sini.


__ADS_2