
"Menghilanglah ..." Kata Jaya mentransmisikan perintah pikiran ke dalam Klon bayangannya dengan dua jarinya yang mengeluarkan energi untuk menguatkan mental pikirannya.
Dari tampak kejauhan di berbagai hutan yang tersebar, semua Klon bayangan Jaya satu persatu menghilang menjadi gas asap hitam yang memudar. Setelah itu, pikiran Jaya mendapatkan pemahaman dari apa yang dilakukan oleh semua Klon bayangannya.
"Hooh … kurasa Jurus Seribu Kegelapan mempunyai banyak rahasia kegunaannya. Tidak pernah kukira akan menjadi seperti ini. Ini jauh melampaui seperti dugaanku. Aku akan menyebarkan mereka untuk melakukan tugas dan aku akan memanen dari hasil jerih payahnya ..." Jaya menyeringai sambil berdiri dan berjalan keluar dari gua. Dia meninggalkan Jacky yang masih meditasi untuk menyerap dari batu kristal.
"Baiklah … untuk pertama-tama aku akan menciptakan Klon dua bayangan terlebih dahulu." Jaya menempelkan tangannya ke dada.
Sebuah gas asap berwarna hitam keluar dari tubuhnya dan berkumpul membentuk siluet tubuhnya. Dua bayangan dirinya tercipta. Mereka tampak segar bugar seperti sosok Jaya yang baru dengan energi penuh.
"Pertama, pergilah ke benteng kota dan jual hasil panen ini. Dengan tingkat level 3, setidaknya kau bisa masuk ke Asosiasi h
Hunter dengan mudah. Sesampai di sana, mendaftar lah untuk bisa masuk menjelajah ke dunia Mayantara," Jaya menyerahkan kantong ruang ke salah satu Klon bayangannya. "Kedua, kau jadilah Jaya untuk menemani Jacky pergi ke benteng kota. Setelah itu kembalilah lagi ke Sekolah Hunter dan melunasi hutang Paman Sam."
Jaya melemparkan lagi kantong ruang ke bayangannya yang lain. Sebelumnya dia telah meminta banyak persediaan kantong ruang dari Paman Sam. Dan dia telah membagikan isi dari ruang sesuai yang dikehendakinya.
"Dan sedangkan aku, biar aku sendiri yang akan mencari tempat persembunyian yang aman untuk mengelola kalian. Kini pergilah!" Kata Jaya memerintahkan Klon bayangannya. Para bayangannya sekejap langsung mengerti maksud Jaya. Karena pikiran dan kesadaran mereka sama seperti sebuah satu orang, namun bertubuh ganda.
"Baiklah!" Jawab Klon bayangan Jaya serentak.
Mereka semua berpencar ke arah yang berbeda-beda. Jaya yang asli juga pergi mencari tempat persembunyian yang aman. Dia masuk ke dalam hutan lebih mendalam lagi dengan cepat.
Jaya pertama sebelum pergi dia mengaktifkan sebuah Jurus Kegelapan yang baru.
__ADS_1
"Jurus Perubahan Kegelapan!"
Jaya Pertama menempelkan tangannya ke wajah lalu asap hitam muncul dan membungkus dirinya. Asap hitam itu bergerak memutar ke seluruh tubuhnya dari atas hingga bawah. Dalam sekejap, penampilan Jaya menjadi sosok yang berbeda.
Wujud fisiknya seperti seorang pemuda yang berumur 20 tahunan. Tinggi badannya semakin panjang, bentuk tubuhnya begitu gagah. Dengan memakai jubah hitam yang menutupi seluruh badannya, dia tampak seperti seseorang yang penuh misteri.
"Hmp … dengan begini tidak akan ada masalah. Jurus Ananta kegelapan ini akan membuatku menjadi apapun yang kuinginkan. Menjadi benda, makhluk atau apapun itu. Inilah Jurus Perubahan Kegelapan. Tapi ini hanya sebatas merubah diriku saja, tidak bisa diterapkan ke orang lain ..." Jaya pertama tersenyum tipis beranjak pergi.
Dia berjalan melompat menjauh dari gua dengan menapaki batang atas pohon satu persatu. Perlahan dia menghilang dan tidak terlihat lagi dari mulut gua. Sedangkan Jaya Kedua lekas masuk ke dalam gua kembali sembari melihat perkembangan Jacky.
Perlahan tapi pasti, energi tubuh Jacky yang berkumpul di perutnya melonjak menerobos pecah menyebar ke seluruh badannya. Jacky berhasil mencapai tingkat penyempurnaan tahap pelatihan. Tinggal satu tahap lagi dia akan segera mencapai level 1.
"Tinggal satu tahap lagi, ya, satu lagi. Aku pasti bisa mengumpulkan energi untuk menerobos lagi ..." Kata Jacky penuh percaya diri. Matanya masih tertutup tenang.
"Mengesankan, tidak buruk. Dengan beberapa jam saja sudah mampu menyerap banyak energi untuk menerobos." Kata Jaya Kedua tersenyum ringan. "Bakatmu tidaklah buruk."
"Sebaiknya kamu hentikan memaksakan dirimu! Menerobos secara berturut-turut itu tidaklah baik untuk tubuhmu!"
Jacky terbangun membuka mata dan melihat Jaya Kedua telah ada di samping dirinya.
"Jaya?!" Dia terkaget mendengar perkataan Jaya Kedua di tengah kefokusannya yang menyerap energi.
"Simpanlah lagi batu kristal merah itu. Akan akan menjelaskannya kenapa itu tidak bagus untuk tubuhmu!" Jaya Kedua menyilangkan tangannya di dada dengan sikap tenang.
__ADS_1
"Hah … padahal aku sebentar lagi akan menerobos ke tingkat level 1 sepertimu. Kenapa kau menghentikanku?!" keluh Jacky mendengus kecewa.
Tentu saat ini Jacky tidak mengetahui tingkat level Jaya yang sebenarnya. Dia hanya mengingat terakhir kali Jaya yang telah menunjukkan energi levelnya. Sebab Jaya yang saat ini masih menyembunyikan kekuatan energinya yang sebenarnya.
"Ya, ya, kau boleh marah semaumu. Tapi setelah aku menjelaskan kenapa itu berbahaya untuk tubuhmu. Kau bisa melanjutkannya atau tidak, itu terserah kamu ..." Jawab Jaya santai.
Berbahaya untuk tubuhku? Apakah menyerap energi untuk menerobos lagi itu berbahaya? Jacky tak mengerti maksud dari 'bahaya tubuhnya' yang dikatakan Jaya.
"Apa maksudmu?" Jacky bingung mencari penjelasan.
"Tubuhmu butuh keseimbangan dalam membangun fondasi. Memang, saat ini kau bisa menyerap energi sebanyak yang kau mau, namun lambat laun itu akan menghancurkan tubuhmu sendiri. Sebab, peningkatan energi di tubuhmu tidak dibarengi dengan kekuatan fisik."
"Banyak yang mengira bahwa kultivasi energi Aura adalah sebatas mengumpulkan energi di tubuh lalu menggunakannya kembali. Seperti wadah gelas yang kosong lalu diisi kembali dan dikeluarkan lagi menjadi kosong lalu akan diisi kembali. Kultivasi tidaklah seperti itu."
"Kultivasi bukanlah seperti proses makan dan berak lekas itu selesai. Jika itu terus berlanjut maka itu akan merusak sel-sel tubuhmu sendiri. Sebab, peningkatan energi juga perlu diselaraskan dengan kekuatan fisik. Butuh keseimbangan untuk tubuh antara fisik dan energi Auramu sendiri."
"Memang saat ini kau bisa mudah menerobos ke tingkat level 1 dengan menyerap energi lagi. Tapi sampai batas tertentu nanti, kau akan menjadi kesulitan meningkatkan energi lagi. Bahkan jika memburuk, tubuhmu tidak akan kuat lagi untuk menampung energi, maka kemungkinan energi itu akan meledak dari dalam tubuhmu. Dan membuatmu menjadi cacat seumur hidup..."
Jaya Kedua menjelaskan semuanya kepada Jacky dengan wajah tenang seolah tidak peduli dengan nasib Jacky.
"E-eh … i-itu, apakah benar?" Mata Jacky cemas seolah telah berhasil lolos dari jurang maut. Sedikit curiga dan khawatir tersimpan dalam benaknya.
"Apakah itu benar? Apakah kamu tidak sedang mencoba mengada-ngada mengarang cerita untuk menakuti ku, kan, Jaya!?" Jacky menyipitkan matanya seolah tidak percaya dengan penjelasan Jaya. Melihat reaksi Jacky yang seperti itu, Jaya malah tertawa terkekeh menahan perutnya.
__ADS_1
"Ah … aku tahu, aku tahu. Aku sebenarnya adalah seorang jenius dalam kultivasi kan jadi kau mencoba untuk menghentikanku. Agar tingkat levelmu tidak terselip olehku, kan. Mengaku saja kau Jaya?!" Jacky tampak bersemangat mencoba mencari penjelasan Jaya.
"Hee! Ya, terserah, kau jenius yang idiot," Jaya menggelengkan kepalanya sambil menepuk wajahnya.