Hunter Dan Dewa Monster

Hunter Dan Dewa Monster
Brandal


__ADS_3

Di tempat Klon bayangan Jaya ketiga.


Setelah tercipta dari bayangan Klon Jaya Pertama, dia pergi dari kota benteng Asosiasi Hunter untuk menuju ke tempat Paman Sam. Dan saat ini dia telah sampai di kediaman Paman Sam. Tepatnya, di kedai penginapannya yang dekat dengan Kota Bulengreng. 


Namun, di sana Jaya Ketiga hanya bertemu empat mata saja dengan Paman Sam. Mereka berdua duduk di ruang tamu, tanpa ada jamuan apapun. 


"Tidak aku sangka, kau bisa membayar langsung hutangmu sekaligus dengan bunganya," kata Paman Sam sambil menyipitkan matanya sedikit curiga. "Ini terlalu cepat. Bahkan belum ada sampai 3 bulan, tapi kau telah bisa menghasilkan uang."


Paman Sam tidak menduga bahwa Jaya akan membayar hutangnya begitu cepat. Hal ini malah membuatnya penasaran. Jelas ini aneh! Sebab, itu terlalu mengejutkan sekali. 


"Sepertinya kau sedikit berbeda. Tatapan matamu tidak sama dengan ketika waktu aku dulu menemukanmu." Paman Sam mengangkat kepalanya, ke arah Jaya Ketiga. "Mungkin dugaanku benar. Kau mungkin sudah semakin berkembang, dan atau kau telah membangunkan kekuatan Anantamu." 


"Matamu yang dulu seperti anjing liar tanpa harapan. Kini telah berubah, seperti mata serigala yang ingin mencari mangsa, bagai predator yang penuh ambisi. Sungguh aneh. Kau tidak lagi sederhana seperti yang ku kira."


Paman Sam mengibaskan tangannya dengan malas dan berkata.


"Baiklah, kau bisa pergi. Hutangmu telah selesai dan lunas."


Jaya Ketiga lalu mulai angkat bicara kepada Paman Sam. "Sebenarnya Paman, aku punya permintaan lagi,"


Paman Sam bibirnya lalu melengkung ke atas dan bersikap tenang. Dia seolah menemukan karung uang lagi dari Jaya. "Permintaan apa? Selama itu menguntung bagiku. Maka semua tidak akan jadi soal,"


"Ini tentang, bisakah Paman membawaku untuk bergabung dengan dunia bawah tanah?" Jaya Ketiga bertanya dengan nada sedikit harapan. 


Paman Sam terkekeh. Permintaan Jaya Ketiga terlalu aneh, itu tidak seperti biasanya semua orang yang datang untuk meminta bantuannya. 


"Permintaanmu sungguh merepotkan. Dunia bawah tanah bukanlah tempat semudah yang kau kira. Tidak semua orang bisa bergabung untuk masuk ke dalamnya. Ini bukanlah dunia kenyataan yang patut kau masuki. Apakah kau punya masalah hingga ingin lari ke dunia ini?" Tanya Paman Sam dengan sorot matanya yang tajam.

__ADS_1


"Ya, aku memang mempunyai beberapa masalah yang sulit untuk dijelaskan. Selama Paman membantuku untuk bisa bergabung ke dunia bawah, aku akan membayar apapun dari permintaan Paman." Kata Jaya Ketiga dengan santai. 


Dalam ingatan di kehidupan sebelumnya, Jaya tidaklah begitu mengerti tentang dunia bawah tanah. Meski begitu, dia sangat tahu jelas bahwa dunia bawah sangatlah terkenal dalam jaringan informasinya.  Dan inilah yang dibutuhkan Jaya untuk menjawab masalahnya yang sepertinya, masalah pintu gerbang Prasasti, kunci Suluk, organisasi kegelapan, dan bangsa Asoka. 


"Aku menolak." Jawab Paman Sam langsung dengan acuh. 


Jaya Ketiga terkejut dengan jawaban tersebut. Tanpa tawar menawar, Paman Sam langsung menolaknya begitu saja. 


"Dunia bawah tanah bukanlah tempat untuk bermain-main. Sekali kamu masuk, kamu tidak bisa lagi keluar. Tempat itu  bukanlah masa depan yang pantas untukmu." Kata Paman Sam. 


"Tapi, Paman, aku sangat serius. Tidak bermain-main. Aku akan melakukan apapun untuk bisa masuk bergabung di sana," jawab Jaya Ketiga. 


Wajah Paman Sam jadi bingung. Mulutnya terangkat tanpa bicara. 


Kenapa anak yang masih kecil ini sangat keras kepala untuk ingin bergabung. Jika pemuda yang berumur 20 tahunan yang meminta, mungkin Paman Sam akan menimbang memikirkannya. Sebab, dunia bawah tanah itu adalah kehidupan yang penuh dengan resiko kematian. 


"Apakah karena itu Paman menolak ku?" Kata Jaya Ketiga. Lalu dia mengaktifkan kekuatan Ananta Kegelapannya di depan Paman Sam. 


Tangannya berubah menjadi hitam dengan mengepul. 


Sekejap Paman Sam mendadak kaget. Dia tercengang. Kekuatan Ananta Kegelapan dan tingkat level 4 Aura, itulah yang terlihat sekarang dari Jaya Ketiga.


Dan itu sesuatu yang di luar pikirannya duga. Sebab, tidak ada banyak pemuda yang berumur 13 tahunan tapi telah mencapai tingkat kultivasi level 4. Perkembangan kultivasinya jelas terlalu mengerikan.


Apalagi kekuatan Ananta Kegelapan, itu hanyalah kekuatan rumor yang sering dibicarakan. Dan Paman Sam tahu betul dan jelas, mengetahui masalah yang ditimbulkan oleh kekuatan Ananta kegelapan. Kini dia melihat telah ada pengguna kekuatan tersebut di depannya.


"Hahaha... Aku mengerti." Paman Sam sedikit gila mengetahuinya. 

__ADS_1


"Apakah kau tahu masalah sebenarnya dari kekuatan Anantamu itu?" Tanya Paman Sam dengan wajah menyeringai. 


"Ya, sedikit." Jawab Jaya Ketiga agak ragu. 


"Tidak, tentu kau masihlah belum mengetahuinya. Tetapi baiklah, aku akan membantumu untuk bergabung ke dunia bawah tanah. Dan sebagai timbal balik, apa yang kau tawarkan padaku?" 


"Aku akan memberikanmu uang berapapun yang kau minta,"


"Haha... Aku tidak butuh uang. Namun sebaliknya, aku mau kau menjadi anak buahku," kata Paman Sam tersenyum senang. 


Jaya Ketiga, terdiam sebentar memikirkan ulang perkataannya. Menjadi anak buahnya itu akan sedikit merepotkan. Sebab dia akan jadi sapi perah oleh keinginan Paman Sam. Tidak berbeda dengan seperti jadi budak.


"Baiklah, tapi aku tidak suka dibatasi. Dan aku mempunyai satu syarat," jawab  Jaya Ketiga tampak ingin mengambil keuntungan juga.


"Oke, aku tidak masalah dengan berbagai syarat mu. Namun untuk kau bisa bergabung, kau harus menunjukkan kekuatanmu terlebih dahulu padaku. Dan  menguji seberapa bakatmu bisa menjalankan misi," jawab Paman Sam dengan senyum menyepelekan.


Seperti yang dikira Paman Sam memang orang yang penuh kejelian jika menyangkut ingin berhubungan sesuatu dengannya. Jaya Ketiga tidak bisa mengelak untuk menunjukkan semua jurus-jurusnya. Oleh karena itu, Paman Sam pun mengorek dan menggali semua jurusnya hingga dia benar-benar mengetahui semua jurus-jurus kegelapan Jaya tanpa bisa menyembunyikan sedikit pun. 


"Baiklah. Aku mempercayaimu. aku akan menjelaskan tentang sedikit dari dunia bawah tanah. Nama dari dunia bawah tanah, ini biasa disebut Brandal. 


Ini adalah tempatnya hukum dan uang untuk diperjual-belikan. Ada tiga kategori pilihan dalam dunia Brandal untuk mencari pekerjaan. Mencari, mencuri, dan membunuh."


"Kalau kau bisa melakukan ketiganya, maka kau telah ku anggap mempunyai bakat di dunia Brandal. Sebab, dalam ujian di dunia Brandal, nantinya kau pun juga harus menyelesaikan ketiga misi tersebut. Dan jika gagal, kau akan menjadi buronan dalam daftar list hitam. Dan inilah resiko yang harus kau tanggung?" Jelas Paman Sam dengan senyum ringan.


"Tidak masalah, aku akan melakukannya." Jawab Jaya Ketiga.


"Dan misi, di dalam dunia Brandal, yang terpenting adalah tentang informasi. Ini adalah dasar yang perlu kamu ketahui. Sebab siapapun yang dapat mempunyai informasi, atau yang dapat menguasai informasi, maka dialah yang akan menjadi penentu arus perubahan. Ini adalah pengetahuan dasar dunia Brandal. Oleh karena itu, informasi lebih mahal daripada nyawa. Bagai pepatah yang mengatakan, bahwa fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan." Kata Paman Sam. 

__ADS_1


__ADS_2