
"Yosh ... kini persiapan sudah selesai. Semua tinggal keberuntunganku saja. Aku tak begitu yakin ini akan berhasil." Jaya berdiri membungkukkan badannya yang tengah bersiap-siap. Dan dia mengambil semua alatnya kembali.
Dia meletakkan berbagai kertas peledak ke tempat lima titik di ruangan gua saat ini. Setelah itu, dia pergi ke sisi lorong gua yang saat pertama kali dia muncul. Jaya duduk sembari menunggu dua Klon bayangannya yang kini telah membunuh semua telur-telur Semut. Dan mengirimkannya untuk diserap kegelapan.
Begitu selesai, Jaya menciptakan satu Klon bayangan lagi dari tubuhnya. Bayangan itu pergi ke lorong gua di tengah untuk menarik monster Semut ke ruangan gua Jaya saat ini. Dalam sekejap, para monster Semut telah dia buat terbangun dengan marah.
Kiieee!!
Pekikan monster Semut hitam level 3 mengejar Klon bayangan Jaya. Dengan Jurus Nafas Kegelapan, dia mengambil jarak dari ratusan gerombolan Semut yang tengah marah. Begitu sampai di ruangan gua Jaya yang telah disiapkan, Klon bayangannya menggiring semua monster Semut ke tempat suatu sudut. Dan dia berdiri membiarkan dirinya terbunuh oleh monster Semut level 3 dan menjadi asap hitam.
Ruangan gua pun dipenuhi oleh monster Semut level 3. Di lorong gua kanan dan kiri, ada bayangan Jaya yang telah menunggu untuk melemparkan bom cahaya bersamaan. Ketika bom cahaya pecah, seberkas sinar menyorot terang benderang menyilaukan seluruh ruangan gua.
"Baiklah, saatnya memulai strategi pembantaian monster!" Jaya menutup matanya sambil tersenyum kecil.
Ledakan!
Ledakan!
Ledakan!
Jaya mengaktifkan tiga kertas peledak dengan dua jari tangannya. Seketika semua monster yang bergerombol dengan matanya yang tengah rabun, langsung meledak hancur berantakan. Banyak ratusan monster telah mati, karena ledakan dari kertas peledak sangatlah kuat dan besar.
Seluruh ruangan gua bergetar keras karena guncangan gelombang ledakan. Tanah hancur berserakan terbang kemana-mana. Para monster yang tersisa kebingungan kalang kabut. Jaya dan dua Klon bayangannya lalu melemparkan bom asap ke ruangan gua.
Tabir asap menggumpal menyeruak memenuhi seluruh ruangan. Lalu monster Semut berwarna emas level 4 datang dari lorong gua di tengah. Cangkang tubuhnya membara di penuhi energi, lalu dia melompat masuk ke dalam asap.
Ledakan!
Ledakan!
__ADS_1
Jaya mengaktifkan sisa kertas peledak yang di pasangnya. Monster Semut emas tidak menghiraukan. Meski ledakan itu cukup besar dan kuat, dia tak merasakan dampak sama sekali. Sedangkan para Semut monster level 3 malah banyak yang mati.
"Hoh ... dia tak tergores sama sekali kah?! Baiklah, bagaimana kalau yang ini ..." Jaya mengerutkan keningnya melihat dari kejauhan dengan Aura mentalnya.
Jaya menciptakan satu bayangan lagi dan mengirimkannya pergi ke monster Semut emas itu. Dua bayangannya Jaya dari lubang lorong gua kanan dan kiri langsung mengaktifkan Jurus Pemikat Kegelapan.
Dari bawah kakinya keluar gumpalan bayangan garis hitam yang bergerak cepat menargetkan bayangan monster Semut emas. Setelah mengenainya, monster itu gerakannya berhenti sebentar. Klon bayangan Jaya yang masuk ke dalam asap langsung menyeruduk lompat dengan menyeringai ke monster tersebut.
Namun, cakar tangan monster Semut emas itu bergerak menusuk perut Klon bayangan Jaya. Cakar tangannya yang gemetar, ternyata tidak terhenti namun masih bisa bergerak cepat. Begitu, Klon bayangan Jaya menghilang menjadi gas hitam gelap. Sebuah lima kertas peledak keluar dari tubuh Klon bayangan Jaya.
Ledakan! Ledakan! Ledakan! Ledakan! Ledakan!
Gelombang angin berderu kencang karena ledakan beruntun yang hebat. Seluruh ruangan gua bergetar heboh, banyak puing langit-langit gua yang rontok seakan ingin rubuh. Pecahan puing tanah yang hancur terpental berhamburan.
Jaya menghalau tangannya ke depan karena lebatnya gelombang ledakan.
Kkkiiiiiieeeee!!!!
"Apa! Dia masih hidup setelah menerima semua ledakan itu?!" Jaya menggigit bibirnya seolah tak percaya.
Monster Semut emas tubuhnya banyak yang hancur rontok berantakan. Dia mengeluarkan energi yang besar dari badannya dengan meluap-luap. Wajahnya penuh amarah meledak, dia melengos melihat sekeliling ruangan gua yang kini menjadi dengan jelas.
Jaya menciptakan Klon bayangan satu lagi dari tubuhnya. Lalu Jaya dan semua Klon bayangannya menerjang ke tengah ruangan menyerbu monster Semut emas yang berdiri. Mereka semua mengacungkan pedang hitam yang membara dengan energi kegelapan.
Kilatan Bergemuruh!
Seratus Tebasan Pedang!
Hujan Petir Mengamuk!
__ADS_1
Serangan beruntun dengan kombinasi empat penjuru mengarah ke monster Semut emas. Dia menghalau dengan empat cakarnya yang tajam, tapi serangan Jaya sebagian masuk mengoyak tubuhnya. Sabetan dan teknik pedangnya melaju terus menyudutkan monster Semut emas.
"Dia sangat tangguh dan masih begitu kuat untuk melawan, padahal tubuhnya sudah terluka parah?!" Jaya meracau terus menghindar dan menyerang dari balasan monster Semut emas.
Bentrokan pedang dan cakar terjadi di mana-mana dengan gerakan cepat. Salah satu Klon bayangannya Jaya mengaktifkan Jurus Penyerapan Kegelapan ke semua mayat Semut level 3 yang telah mati. Jaya sedikit tak yakin dengan melawan monster level 4 yang terluka parah, sebab levelnya dia masih level 2. Dia perlu berjaga-jaga jika nanti terjadi sesuatu.
"Hiiiiaaa...."
Jaya dan Klon bayangannya terus menyerang dan menyerang mengibaskan pedang dengan cantik dan gerakan gesit. Dia mengeluarkan bom asap dan bom cahaya untuk melancarkan berbagai serangan. Akhirnya banyak celah yang terbuka dari monster Semut emas.
Sedikit demi sedikit monster Semut emas itu kewalahan dengan serangan gerakan Jaya yang tak menentu. Dia tidak berdaya dengan bertahan. Sebagai jawaban putus asa, dia melemparkan sebilah angin energi yang acak untuk membalas serangan Jaya.
"Baiklah ayo kita akhiri ini sekarang!" Jaya tanpa pikir panjang mengeluarkan seluruh energi Auranya untuk menguatkan serangannya. "Ini akan menjadi penentuan seranganku yang terakhir...!"
Kilatan Bergemuruh!
Seratus Tebasan Pedang!
Hujan Petir Mengamuk!
Secara serentak, Jaya dan ketiga Klon bayangannya mengeluarkan teknik pedang yang dilapisi energi. Monster Semut emas itu tak kuat lagi menahan gempuran. Tubuhnya terkena teknik tebasan dan terkoyak berantakan. Dia sudah tidak berdaya melawan dengan terus berkepanjangan.
"hoosh ... aku menang!" Jaya mengepalkan tangannya ke atas dengan penuh suka cita.
"Kau memanglah kuat. Jika kau menjadi level 5 dan kecerdasanmu telah terbentuk. Kemungkinan aku akan mati olehmu. Sayangnya kau masih di level 4 tahap pembentukan ..." Jaya mendengus senang. Tangannya lalu melakukan Jurus Penyerapan Kegelapan.
Andai dia tidak menggunakan bom kertas untuk melukainya hingga parah, kemungkinan hasilnya dia hanya bisa kabur. Kekuatan dan energi dari monster level 4 memanglah sangat mengerikan. Setidaknya butuh hunter level 5 atau 6 untuk bisa mengalahkannya.
Selain itu, tanpa kekuatan Ananta dari Jurus Seribu Kegelapannya, Jaya juga tak mungkin bisa mengalahkannya. Jurusnya itu begitu praktis dan bisa memberikan serangan dan kekuatan yang setara dengan Jaya. Apalagi tanpa menguras energi Jaya, itu jelas Jurus Ananta yang luar biasa. Cuma, penggunaannya terbatas hanya bisa tiga yang bisa diciptakan. Di luar jumlah jumlah itu, dia tak bisa mengeluarkan kecuali menghilangkan Klon bayangan yang lain.
__ADS_1
Setelah selesai mengirim mereka semua ke alam jiwa kegelapan Jaya untuk di proses. Jaya melangkah pergi dengan Jurus Nafas Kegelapan ke lubang lorong gua di tengah. Dengan secepat 10 kedipan matanya, dia telah sampai di ujung lorong gua itu.