
"Tubuhku sungguh terasa meningkat kuat. Semua kekuatan dari Serigala seolah dipindahkan ke dalam tubuhku. Ini luar biasa! Tapi ini masihlah belum bisa untuk menerobos ke tingkatan level!"
Jaya meremas-remas jarinya membentuk kepalan tangan. Kultivasinya merasa naik ke tingkat pelatihan awal. Tak menyangka, ternyata kekuatan ananta dapat membantunya meningkatkan energi tubuhnya.
Tiba-tiba, sebuah gerombolan 4 Serigala putih terlihat mengintip di balik pepohonan hutan. Mereka mengeram mendekat pelan menuju Jaya yang berdiri sendirian. Air liurnya menetes-netes dengan menyorot mata merah menyala.
Grrrrr!!
"Sepertinya tanpa perlu kucari, kalian sudah datang sendiri! Ternyata hidung kalian tajam juga yah untuk mencari mangsa!" Jaya menyeringai dengan wajah dingin. Dia merasa belum puas setelah membunuh satu Serigala.
"Kalau di sini ada gerombolan Serigala, berarti di sini adalah wilayahnya! Mereka memanglah selalu bergerak dengan berkelompok, ini tempat yang bagus untuk menguji kemampuanku," gumam Jaya mengamati Serigala.
Salah satunya dengan tampang garang melolong ke atas. Suaranya begitu menggema keras menyebar memenuhi sekeliling hutan.
Auuuuooooo!!
Yang lainnya juga ikut bersahutan dari hutan kejauhan, seolah menyahut lolongan panggilannya.
Aoooo!
Auuuuuuu!
Di sekitar semak hutan tiba-tiba mendadak keluar 7 kawanan Serigala dengan bergumun geram. Totalnya mereka berjumlah 11 ekor.
"Sialan ... Ternyata kau memanggil keluargamu!" Ekspresi Jaya kusut.
Lalu Jaya melemparkan tubuhnya berlari dengan cepat. Mendatangi Serigala putih dan membidik wajahnya. Dengan gerakan langkah cepat Jaya, Serigala itu pun membalas menerjang melompat ke Jaya.
Craaash!
Dia menebas Serigala itu dengan sabetan pedangnya yang tanpa bisa dihindari. Wajahnya terbelah oleh pedang hitam Jaya. Dan Serigala yang lain pun langsung melompat ke arah Jaya.
Jaya mengayunkan mengibaskan pedangnya hingga menyabet dengan gerakan cepat. Mereka langsung terbelah begitu mengenai pedang hitam Jaya.
"Pedang hitamku ini sangatlah tajam. Hanya untuk melawan kalian, pedangku akan langsung dengan mudah membelahmu," kata Jaya penuh percaya diri.
Jaya beruntung masih memiliki pedang hitamnya ini. Pedang ini telah menemaninya melawan begitu banyak monster-monster kuat sebelumnya. Ketahanan dan ketajamannya tidak diragukan lagi. Melawan Serigala, ini bagaikan pedang tajam yang semudah membelah buah semangka.
Kawanan Serigala itu sekejap menghindar berjalan mundur dengan melolong keras.
__ADS_1
"Yah, panggillah lagi semua temanmu! Aku akan membunuh mereka semua, " teriak Jaya dengan berlari cepat menghampiri Serigala itu.
Serigala itu membalas melompat ke arah Jaya dengan tubuh yang dialiri energi di tubuhnya. Dengan cepat, Jaya mengibaskan pedangnya dan menebas tubuh Serigala.
"Gerakanmu memanglah cepat! Namun aku masih dapat memprediksi gerakanmu!" Kata Jaya tersenyum tenang.
Serigala bergerak menjauh menjadi waspada dengan Jaya. Jaya lalu mengaktifkan Jurus Kegelapannya yang lain.
"Jurus Pemikat Kegelapan!"
Bayangan di bawah kaki Jaya mengepul mencuat. Ada gumpalan hitam kecil-kecil yang keluar seperti buih. Tangan Jaya mengarahkan menyebar ke 6 Serigala yang tersisa.
Gumpalan itu bergerak lurus bagai akar merambat dari bayangan Jaya dan mengarah ke bawah bayangan Serigala. Begitu bayangan itu menyatu mengenai bayangan para Serigala, sekejap tubuhnya mendadak tak bisa bergerak. Mereka berdiri dengan gemetaran. Seolah kaki tubuhnya di kunci dalam bayangan kegelapan Jaya, dan gumpalan kecil merambat ke kakinya Serigala dari balik bayangannya.
"Takkan ku biarkan kalian lolos!"
Jaya yang mengetahuinya mereka tak bisa bergerak, dia langsung menuju Serigala satu persatu dan menebas para Serigala yang mematung berdiri kesusahan.
Crash! Crash!
Semua para Serigala yang tersisa mati begitu saja tanpa perlawanan.
Bayangan kegelapan Jaya lalu melebar ke segala mayat Serigala yang terkapar dan tergeletak di tanah. Bergerak mendesis mengerubungi mereka hingga hitam pekat dan kembali ke bawah kaki Jaya.
"Kekuatan jurus pemikat kegelapan ini mampu mengikat tubuh gerakan lawan yang terkena. Namun efeknya terbatas sesuai dengan kapasitas energi yang ku punya. Aku beruntung Serigala tak cepat menyadari untuk melawan itu!" Jaya menghembus lega.
Jika saja Serigala itu mengerahkan tenaga ke kakinya, pasti mereka akan lolos dari jeratan jurus pemikat kegelapan itu. Selama para mayat Serigala tengah di proses di dalam alam jiwa Jaya. Gerombolan kawanan Serigala yang lain datang dan mengepung Jaya dengan jumlah yang amat banyak.
"Apa-apaan dengan jumlah mereka ini? Mungkinkah ini adalah sarang wilayah Serigala!?" Mata Jaya tercengang dan terkejut mengetahuinya.
Setidaknya jumlahnya itu sekitar 50-an lebih. Tingkatan mereka semua level 1, dan ada pula Serigala putih yang berbadan besar. Dia telah mencapai tingkatan level 2, pancaran tenaganya begitu menekan dengan menyeramkan. Dia adalah pemimpinnya.
"Tak bisakah kalian memberikanku waktu istirahat sebentar? Kalian pikir dengan mengepungku bisa memakanku?!" Jaya mulai bersiaga memegang erat pedang hitam dengan kedua tangannya.
Dia menarik napas dalam-dalam, jantungnya berdetak meningkat. Saat ini dia telah terkepung oleh gerombolan monster Serigala yang lapar.
Rooaarr!!
Teriak Serigala yang besar itu, lalu gerombolan Serigala menyerbu liar ke arah Jaya. Dengan cepat Jaya mengibaskan pedangnya dengan beruntun menyapu di depannya. Kemudian dia memutar pinggangnya melambaikan pedangnya ke Serigala yang menyerangnya dari belakang.
__ADS_1
Syaaat! Suut!
Jaya sangat cekatan dengan mengelak sambil menyerang kawanan Serigala yang liar membabi buta. Seluruh pengalamannya bertarung masih terngiang jelas dalam ingatannya. Serigala begitu frontal terus menyerbu dari segala penjuru arah.
Namun, semua mati tertebas oleh kibasan pedang Jaya. Sedikit demi sedikit jumlah Serigala itu berkurang. Jaya pun mengaktifkan 'Jurus Penyerapan Kegelapan' sambil berlari mengayunkan pedangnya tanpa henti.
Lonjakan energi terus mengalir di tubuh Jaya. Dia memang merasakan dampak tubuhnya yang meningkat pesat, tapi Jaya tak menghiraukan keadaannya dan terus menggerakkan tangannya dengan tebasan demi tebasan.
Pemimpin Serigala mengamuk marah melihat Jaya yang terus menyerang dengan begitu galak. Dia mengeluarkan energinya dan mengeluarkan lemparan bola api dari mulutnya. Ledakan terjadi.
Boom!
Jaya mengelak melompat ke samping sebelum bola api itu bisa mengenainya.
"Akhirnya dia akan memutuskan menyerang juga! Aku akan membereskan kamu terlebih dahulu!" Jaya berdiri bergegas menuju ke pemimpin Serigala. Mengambil langkah ke depan, Jaya menghampirinya dengan menyabet para Serigala yang menghalangi jalannya.
Pemimpin Serigala menyorot benci ketika Jaya hendak menghampirinya. Dia mengangkat mulutnya, membombardir Jaya dengan serangan demi serangan bola api.
Booom! Booom!
Kecakapan dan kelincahan Jaya semakin berkembang setelah merasakan lonjakan kekuatan energi yang di transfer ke tubuhnya. Dia bereaksi bertambah gesit menghindari serangan beruntun yang hebat itu.
Namun, pemimpin Serigala juga bereaksi bergerak cepat dengan energi tubuhnya, tanpa sempat mengelak, Jaya telah terlempar oleh pukulan cakar pemimpin Serigala.
"Uggh ... !" Mulutnya memuncratkan darah segar. Jaya terbanting hingga tanahnya retak.
"Sialan, gerakannya terlalu cepat!" Jaya terkejut, buru-buru bangkit berdiri.
Roooaar!
Pekikan suaranya pemimpin Serigala menggelegar begitu keras sehingga mengganggu gendang telinga. Dan para Serigala yang lain langsung membungkuk takut dengan terintimidasi oleh tekanan energinya. Sejenak secara pelan, tubuh pemimpin Serigala berubah garang dengan energi mengepul di bulu tubuhnya yang putih mengembang.
Udara energi menyeruak menyebar dari tubuhnya, hingga membentuk angin berderu kuat begitu lebat. Jaya menahan angin ribut itu, dengan satu tangannya untuk berusaha bisa tetap berdiri. Tekanannya amatlah mencekam kuat.
"Apakah ini kekuatan dia sebenarnya?" Jaya mengeluh tersenyum masam.
Lonjakan energi di tubuh Jaya telah selesai mengalir ke pembuluh darahnya. Dia meningkat ke pelatihan tahap akhir, sebab dia mengirim 20-an mayat Serigala tingkat level 1 untuk diserap dalam kegelapannya. Luka-lukanya secara cepat memulih sendiri dengan drastis.
"Cih ... andaikan aku bisa menggunakan energi Aura. Kau pasti bisa ku tebas!" Kata Jaya gusar memandang pemimpin Serigala.
__ADS_1