Hunter Dan Dewa Monster

Hunter Dan Dewa Monster
Sejarah


__ADS_3

Jaya Kedua terdiam mematung. Dia perlu mencerna apa yang terjadi dengan tubuhnya. Bagaimana tangannya bisa terkena sakit? Dan dari mana serangan tombaknya itu berasal? Semua itu adalah bentuk serangan yang tidak dia mengerti dan ketahui.


'Sejak kapan dia melakukan serangan ke paha dan tanganku? Apakah itu bentuk Jurus Kegelapan yang tidak ku ketahui. Apa ini ada hubungan dengan kekuatan sejati Ananta? Siapa Tarkan ini sebenarnya?' Tanya Jaya Kedua dalam hatinya. Dia memikirkannya tanpa ada jawaban yang jelas. Matanya menyorot penuh banyak tanda tanya ke Tarkan.


"Kenapa?! Kenapa tubuhku bisa merasakan sakit? Padahal aku sudah mengaktifkan Jurus Penyerapan Kegelapan ke tubuhku sebelum kau menyerang. Seharusnya semua serangan bisa ku serap dan ku netralisir untuk ku pindahkan dampaknya." Ujar Jaya Kedua kepada Tarkan.


"Itulah perbedaan kekuatanmu denganku. Kekuatan Kegelapan-ku bisa menembus kekuatan Kegelapan-mu. Karena kekuatanku lebih kuat darimu,"


Telapak tangan kiri Tarkan yang terluka merekah mengarah ke depan.


Seketika ada asap hitam menyebar di sekitar tubuh Jaya Kedua. Lalu tubuh Jaya Kedua tiba-tiba tercengkeram oleh energi Kegelapan yang berbentuk Darah Hitam seperti lingkaran Cincin. Melilit kedua tangannya dan membuatnya terangkat ke atas sedikit dari tanah.


"Sial!" Jaya Kedua menyalurkan energi Kegelapannya untuk melepaskan ikatannya. Tapi energi itu malah terserap ke dalam Cincin yang mengikatnya.


Bahkan untuk mengaktifkan salah satu Jurus Kegelapan pun tidak bisa. Ini seperti Jurus Pemikat Kegelapan miliknya. Jurus Kegelapan yang menyerap energi dan kekuatan.


"Lepaskan aku!" Teriak Jaya Kedua menggeliat terasa semua usahanya sia-sia.


"Tenanglah. Aku tidak akan membunuhmu atau menyerap energi. Selama kau tidak melawan, Cincin itu hanya akan mengikatmu saja. Dan aku hanya ingin mencegahmu untuk tidak melakukan hal yang merepotkan." Jawab Tarkan santai.


Jaya Kedua diam, membiarkan dirinya melayang sedikit dari tanah. Dia tidak punya cara untuk bisa meloloskan diri.


"Apa maumu sebenarnya?" Tanya Jaya Kedua pasrah.


"Awalnya aku ingin mengincar para penerus bangsa Arya. Tapi tak ku sangka, aku malah menemukanmu." Jawab Tarkan. "Aku tertarik kepadamu,"

__ADS_1


Tarkan mengarahkan jari telunjuknya ke Jaya Kedua.


"Untuk apa?" Jaya Kedua Mengernyitkan alisnya.


"Sederhananya. Aku ingin mengajakmu untuk bergabung denganku, Organisasi Kegelapan. Meski kau lemah, kau tetaplah pengguna Kekuatan Kegelapan. Dari pada kau tetap di sini, kau hanya akan menunggu mati saja. Sungguh sayang sekali, jika pemilik Kekuatan Kegelapan akan mati sia-sia. Sebagai sesama pengguna Kekuatan Kegelapan aku menawarkan kepadamu untuk bergabung denganku."


"Ha… Aku tak mengenal dirimu. Dan aku tak tahu apa tujuanmu di Organisasi Kegelapan? Bahkan aku sendiri tidak paham tentang Dwipa Jawa yang kau maksud. Atau bangsa Asoka… dan kau mengajakku begitu saja..."


Tarkan menghela nafas. Dia lalu duduk di tanah dan menatap Jaya yang melayang sedikit ke atas tanah.


"Baiklah. Sepertinya kau memang perlu mengetahui tentang sejarah di Kerajaan ini. Supaya kesadaran tentang kebenaran dari Dunia ini kau mengetahuinya. Setelah itu, terserah kau mau memutuskan untuk bergabung atau tidak, yang jelas, Tanah ini sebentar lagi akan menjadi Medan Perang..." Jelas Tarkan. "Dalam membuat keputusan, kuharap kau bisa menentukan yang bagus. Ini hanyalah tawaranku saja,"


Jaya Kedua diam mendengarkannya. Tarkan memulai menjelaskan ceritanya.


"Daratan Tanah Jawa pada keseluruhan terbagi menjadi tiga wilayah. Timur, Tengah, dan di Barat. Di wilayah Tengah, itulah namanya Dwipa Jawa. Itulah tempatnya para Manusia yang menguasai Tanah Jawa, atau disebut Daratan Utama di Jawa. Sedangkan di Timur dan Barat dikuasai oleh Dunia Mayantara."


"Jauh 800 tahun yang lalu, Manusia Hunter di Dwipa Jawa mengadakan Ekspedisi untuk menaklukkan Dunia Mayantara di Wilayah bagian Barat. Tepatnya adalah daerah saat ini, yang kau kenal Kerajaan Manikmaya. Saat itu yang menjadi Jenderal Besar yang memimpin Ekspedisi, adalah Subakir. Dia memimpin dua juta Pasukan Hunter untuk menyerang Wilayah ini."


"Wilayah pertama yang ditaklukkan adalah Gunung Kendeng dan Gunung sekitarnya. Saat perjalanan Ekspedisi penyerangan pertama, semua terasa mudah. Bahkan penyegelan Dunia Mayantara pun juga mudah dan cepat. Orang-orang mulai bersemangat dengan moral tinggi untuk menyerang. Tapi bangsa Asoka yang ikut juga dalam Ekspedisi malah merasakan kecurigaan keanehan Dunia Mayantara."


"Saat mencapai Wilayah yang kedua, Daerah Gunung Tidar dan Gunung sekitarnya, penyerangan juga terasa sangat mudah. Bahkan tanpa ada penyegelan Dunia Mayantara. Kecurigaan bangsa Asoka makin menguat bahwa kemudahan dari penaklukan ini merupakan jebakan dari para Dayang. Dan bangsa Asoka memperingatkan kepada Jenderal Besar Subakir."


"Tapi Jenderal Besar Subakir malah menyukai Tanah di Daerah Gunung Tidar. Sebab, di sana tidak ada Dunia Mayantara. Dan tempatnya sangat bagus seperti di Dwipa Jawa. Akhirnya dia ingin membuat Kerajaan di Wilayah tersebut, dan berharap menjadi cikal bakal penaklukan Dunia Mayantara di Wilayah Barat."


"Selama satu tahun akhirnya, Kerajaan Manikmaya di bangun. Tapi, bangsa Asoka tidak setuju dengan ide Subakir, dan memilih untuk mundur kembali ke Tanah Dwipa Jawa. Dia telah memperingatkan Jendral Besar Subakir, bahwa penaklukan itu adalah jebakan. Ada tipu muslihat dari Dayang. Mundur kembali ke Dwipa Jawa adalah pilihan yang bijak. Setidaknya membangun pertahanan di Wilayah Kendeng dan sekitarnya."

__ADS_1


"Tapi Jendral Subakir berpegang teguh bahwa Tengah adalah pilihan yang tepat. Dengan menguasai dua Wilayah Mayantara, dia berharap bisa menaklukkan tiga Wilayah lagi yang tersisa. Selepas kepergian bangsa Asoka, 7 tahun kemudian, sesuatu hal yang tidak terduga terjadi. Para Dayang menggabungkan kekuatannya untuk menyerang dan merebut kembali Tanah Wilayah Kendeng."


"Dan akhirnya, apa yang diprediksi bangsa Asoka pun terjadi. Gunung Kendeng kembali dikuasai oleh para Dayang, dan memaksa Kerajaan Manikmaya terisolir dari Wilayah Dwipa Jawa. Selain itu, para Dayang juga kembali  melepaskan Medan Energi Mayantara yang asli di Daerah Gunung Kendeng, yang dulu pernah disembunyikan. Dan itu, membuat tabrakan Dimensi."


"Karena Tanah ini tidak jelas siapa pemiliknya. Dan membuat Tanah ini disebut Tanah yang rusak atau Tanah yang ditinggalkan. Para Dayang memilih beberapa Monster-Monster peliharaannya untuk di lepaskan. Supaya Tanah ini kembali menjadi Dunia Mayantara yang bisa jelas diketahui pemilik barunya. Sebab Dayang dari Tanah ini masih belum diketahui keberadaanya. Jika tidak bisa membunuh sang pemilik Dunia Mayantara, maka Tanah ini pun tidak bisa ditaklukkan."


"Apakah Subakir yang memilikinya? Atau Dayang Tanah ini masih hidup? Semua tidak ada yang mengetahuinya. Sebab keduanya menghilang semenjak penaklukan para Dayang di Daerah Gunung Kendeng dan sekitarnya."


Tarkan menjelaskan panjang lebar seperti Rel Kereta Api yang panjang. Dia lalu berdiri menghampiri Jaya Kedua.


"Terserah, kau percaya padaku atau tidak. Tapi Tanah ini sebentar lagi akan menjadi Medan Perang para Dayang. Ku beri kau waktu untuk memutuskan jawabanmu." Kata Tarkan sembari memutar jari telunjuk kanannya.


Cincin di tubuh Jaya Kedua mulai menyusut bergerak seperti cairan kental darah dan masuk ke dadanya Jaya Kedua. Itu membekas membentuk semacam Segel melingkar. Dan dia pun turun ke tanah.


"Itu bukanlah Segel berbahaya. Itu adalah Segel untuk melacak keberadaan posisimu atau untuk berkomunikasi denganku." Kata Tarkan tersenyum kecil.


Jaya Kedua mengamati bentuk Segel yang tertera di dadanya.


Sebuah asap hitam mengepul di tubuh Tarkan. Seakan seluruh tubuhnya akan memudar untuk menghilang.


"Selama dua tahun, ku tunggu jawabanmu. Sampai ketemu lagi, Jaya." Kata Tarkan yang sedikit demi sedikit rontok menjadi abu asap hitam.


Jaya Kedua buru-buru bertanya sebelum dia menghilang.


"Apa tujuanmu sebenarnya?"

__ADS_1


"Tujuan? Tujuanku adalah untuk menghancurkan Dunia Mayantara dan menguasai seluruh Daratan Tanah Jawa. Dan oh, ya, aku bukanlah bangsa Asoka, aku hanya pengikut bangsa Asoka, Tuan Mada..." Jawab Tarkan lalu seluruh tubuhnya menghilang menjadi asap hitam bersama angin.


__ADS_2