Hunter Dan Dewa Monster

Hunter Dan Dewa Monster
Mayantara


__ADS_3

"Bicara apa kau ini? Aku tak tertarik menjadi Prajurit Hunter. Aku tak suka terikat di bawah seseorang. Aku akan menjadi Petualang Hunter!" Kata Jaya dengan wajah santai.


"Eh...Apa kau gila? Petualang Hunter itu kan pekerjaan berbahaya. Mereka Hunter pengelana dan terus berburu dengan berpindah-pindah kota. Belum lagi penghasilan hidupnya, itu sangat tak begitu jelas. Kau hanya akan mempersulit dirimu saja! Prajurit Hunter lebih bagus darinya. Kita hanya cuma menetap di satu kota dan memburu monster di sekitar wilayah kota yang memanglah mengancam. Bahkan tanpa bertarung pun, kita sudah dapat gaji bulanan tetap dari kota. Bahkan rumah pun akan terjamin. Tanpa perlu mengeluarkan banyak keringat, hidup kita nanti sudah makmur Jaya." Jacky bingung mengenai perkataan Jaya.


Padahal dengan bakat Jaya yang sekarang, pasti akan banyak orang yang ingin untuk merekrutnya menjadi Prajurit Hunter. Para unit Kapten Hunter yang memimpin 100 prajurit Hunter, pasti akan meliriknya. Harusnya itu adalah peluang bagus untuk menapaki karir Hunternya di kerajaan Manikmaya ini, dengan selangkah demi selangkah. Suatu hari Jaya pasti akan menjadi Jenderal Hunter yang hebat dengan memimpin 1000 prajurit Hunter dan mendirikan kotanya sendiri.


"Aku tahu itu...Aku hanya lebih suka bebas tanpa ada yang mengikatku. Makanya aku ingin mencari dan membuat kelompok sendiri untuk di masa depan. Aku ingin kau mau bergabung ke dalam kelompokku? Kalau tak mau juga tak masalah!" Jawab Jaya santai.


Jacky telah mengikuti Jaya lebih dari dua tahun semenjak hidupnya yang tak jelas arahnya. Tak mengira, kali ini Jaya malah membuat keputusan yang sulit dimengerti. Apakah dia harus bergabung ataukah tidak, ini keputusan yang amat menyulitkan bagi dirinya. Jacky lahir di kota Bulengreng, jelas sulit baginya untuk meninggalkan kota ini, meski dirinya hanyalah sebatang kara saat ini.


"Kusarankan kau tak mengikutiku Jacky. Sebab  jalan yang ku tempuh akan lebih penuh bahaya setelah ini. Kau lebih baik tetaplah di kota dengan aman ..." Kata Jaya dengan lirih menepuk pundak Jacky.


"En ... i-itu. Aku hanya cuma tak ingin berpisah denganmu. Baiklah, akan kupikirkan itu nanti. Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Jacky lemas menundukkan punggungnya. Dia tak bisa mencegah Jaya untuk mengubah keputusannya. Dan Jacky pun tak mau pula menjadi Petualang Hunter, itu perjalanan yang terlalu berbahaya.


"Kita akan masuk lebih ke dalam hutan monster, tempat dunia Mayantara. Ayo pergi!" Jaya melangkah berjalan ke depan. Jacky merinding mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Dalam sebuah hutan monster, semua keadaan alam dan lingkungannya kadang menjadi tak terkendali. Di sana penuh dengan kekacauan dan bahaya. Semua iklim dan cuaca menjadi ekstrim tak menentu, karena adanya medan energi yang begitu tak stabil di wilayahnya. Sebab, di setiap wilayah di hutan monster memiliki medan energinya sendiri.


Medan energi adalah faktor alam yang tak beraturan untuk membentuk suatu gerbang dunia wilayahnya sendiri. Di sanalah semua bentuk ekosistem kehidupan  berubah drastis menjadi susah untuk diprediksi. Banyak kejadian-kejadian alam yang berada di luar nalar. Dan banyak pula monster-monster yang terus berkembang biak dan memperluas wilayahnya sendiri.


Dunia yang mengerikan itu adalah medan perang Hunter atau bisa disebut kuburan bagi para Hunter. Mereka menyebutnya itu adalah dunia Mayantara. Tempat yang penuh dengan monster-monster mengerikan dan buas. Untuk mencegah invasi monster masuk ke kerajaan manikmaya, banyak para Hunter yang mendirikan benteng di dunia Mayantara.


Benteng-benteng itu bagai pos kota pertahanan yang mengawasi pergerakan monster di setiap wilayah. Di sanalah banyak ribuan prajurit Hunter yang juga ditempatkan sebagai pasukan garis depan yang mempertahankan kota utama. Benteng-benteng itu lebih terlihat bagai benteng kota Hunter yang tersebar di berbagai wilayah. Meski begitu, banyak pula monster yang telah lepas dari dunia Mayantara ke dunia manusia.


Jaya dan Jacky setelah berjalan terus masuk begitu jauh ke dalam hutan, akhirnya mereka menemukan sebuah gelombang medan energi dunia Mayantara. Ada kabut asap yang begitu tebal dan luas membentang di depannya. Dia memancarkan energi besar, dan tekanan alam yang di sekitarnya sedikit berubah.


"Jaya? Tempat apa ini?" Tanya Jacky yang merasakan tekanan medan energi aneh di wilayah ini dengan berat, begitu dia masuk.


"Hmp ... kalau tak salah, ini adalah hutan Rangrang. Tempatnya para monster semut merah. Tak ada yang perlu ditakutkan! Selama kita berhati-hati, mereka tak akan menyerang. Pada dasarnya mereka hanyalah monster herbivora, bukanlah monster yang menjadi ancaman. Tapi begitu terganggu, mereka akan menjadi begitu mengerikan. Karena mereka akan menyerang dengan seluruh koloninya dan berubah menjadi monster omnivora yang ganas!" Jaya berjalan menyusuri hutan yang pohon-pohonnya besar.


Bagi Jacky yang masih belum mencapai level 1, tubuhnya merasakan adanya tekanan saat memasuki wilayah medan energi dunia Mayantara ini. Tubuh Jacky seakan tak mampu untuk beradaptasi di wilayah ini. Dia merasa memasuki sebuah dunia yang berbeda.

__ADS_1


"Entah kenapa berjalan di sini rasanya tubuhku terasa agak berat, berbeda dengan hutan-hutan yang sebelumnya. Jadi beginikah rasanya di dunia Mayantara!" Jacky mengeluh lelah yang terus berjalan.


"Yah, jelas itu berbeda. Selama ini kita hanyalah berada di hutan monster bagian luar. Meskipun banyak monster liar, di sana medan energinya tetaplah normal. Bagi manusia normal, itu masihlah tempat yang wajar. Sedangkan di sini medan energinya kacau. Jika tubuhmu tak kuat,  kemungkinan hanya akan pingsan dan butuh waktu bagi tubuhmu untuk beradaptasi. Selain itu, ini juga bagus untuk kultivasi mu. Saat ini penting bagi tubuhmu untuk meningkatkan level energi aura di tempat ini. Sebab tempat ini sangat bagus untuk menaikkan tingkatan energimu. Disini energinya begitu padat dan kuat,"


"Jika tidak segera beradaptasi sesegera mungkin, nanti itu bisa akan berbahaya bagi tubuhmu. Sebab setiap wilayah mempunyai medan energinya masing-masing sesuai tingkatannya. Semakin tinggi medan energinya, maka semakin kuat tekanan wilayahnya dan perlu tingkatan level yang tinggi juga untuk bisa masuk. Jika tidak, gerakan dan serangan tubuhmu akan berkurang jadi melemah. Bahkan, untuk bernafas pun akan menjadi lebih sulit disini ..."


"Oleh karena itu, dalam menjelajahi di dunia Mayantara, kita harus mengenal medan energi wilayah terlebih dahulu. Memutuskan masuk atau tidak itu sangatlah penting. Setidaknya, medan energi wilayah terbagi menjadi tiga, yaitu kacau, ekstrim, dan abnormal. Wilayah yang kita masuki ini adalah medan energi kacau, minimal tingkat level 1 baru bisa masuk." Terang Jaya berjalan sambil mengawasi hutan.


"Sedangkan medan energi ekstrim, itu butuh tingkat level 3 batas minimalnya. Dan medan energi abnormal, itu setidaknya tingkat level 6 batasnya. Jadi tak sembarangan orang asal bisa masuk ke wilayah medan energi di dunia Mayantara,"


"Dari semua wilayah di Mayantara, selain medan energi itu, tapi ada satu yang berbeda dan menakutkan. Itu dimensi merah! Itu bukan lagi sebuah medan energi, melainkan energi dimensi yang lain. Tak ada batasan level untuk bisa masuk ke sana. Namun sekali kau bisa masuk tak akan pernah bisa keluar lagi, kecuali mendapatkan izin dari sang pemilik wilayahnya. Berbeda dengan medan energi. Disini kita masih bisa datang dan pergi sesuka hati dengan bebas."


Mendengar penjelasan Jaya, raut muka Jacky tambak kusut penuh cemas. Pemahamannya selama ini tak begitu mengerti tentang dunia luar selain di dalam kota Bulengreng dan di zona luar hutan monster.


"Sungguh mengerikan sekali dunia Mayantara ini! Jika ingin menjelajahi, maka aku juga harus segera menjadi lebih kuat. Kau hebat Jaya, kau bisa mengetahui banyak hal dalam dunia Hunter ini!" Jacky kagum dengan pengetahuan Jaya yang barusan.

__ADS_1


__ADS_2