Hunter Dan Dewa Monster

Hunter Dan Dewa Monster
Jackal


__ADS_3

Di tempat Jaya Kedua 


Setelah mereka beristirahat, paginya mereka melanjutkan perjalanan kembali. Di dalam perjalanan saat mereka akan keluar dari daerah zona berbahaya dari hutan monster untuk kembali ke jalur aman. Mereka perlu melewati sebuah lembah agar bisa menuju ke jalur aman yang mengarah ke benteng kota Asosiasi Hunter.


Saat berada di sekitar lembah itulah, sebuah sosok monster telah ada yang menunggunya.


Tepatnya pertengahan siang hari, beberapa monster tampak muncul menghalangi jalan mereka. Sebab gerombolan Prajurit Wulan menarik kehadiran monster yang tengah diam-diam menghuni di wilayah tersebut. Jadi pertarungan tidak bisa lagi dihindari jika ingin melewati lembah tersebut.


"Jackal!" seseorang berteriak. 


Monster yang berbentuk satu keluarga dengan ras anjing dan serigala. Bentuk wajahnya mencorong ke depan, dengan gigi yang tajam. Telinganya berdiri di atas kepala. Dan dia berjalan dengan dua kaki serta memakai senjata pedang biasa. 


Mereka bergerak berjumlah puluhan  dengan muncul di depan. 


"Apa!! Kenapa ada monster dunia Mayantara disini?" Kata Patrik yang terkejut. Dia menghentikan sebentar kudanya. Lalu balik menatap ke belakang. 


monster yang bisa berdiri dengan dua kaki dan membawa senjata biasanya adalah monster yang berada di dunia Mayantara. Sebab mereka dipimpin oleh seorang monster yang mempunyai kecerdasan. Anehnya, kenapa monster tersebut bisa ada di lembah sini. Begitulah pikir Patrik ketika pertama kali mengetahuinya.


"Saatnya memulai bentuk formasi pengawalan 'Langa'!! Cepat berkumpul!!" Kata Patrik tegas. 


Formasi pengawalan 'Langa' mengacu pada jumlah empat titik yang melindungi satu yang berada di tengah. Mereka ini akan bergerak bersama dan berbagi nasib yang sama. Ini adalah formasi dasar yang biasa digunakan untuk pengawalan. 


"Dengarkan semuanya! Kita akan mengawal dengan menerobos ke depan langsung. Sayap kanan dan kiri akan memblokir serangan yang datang. Bagian belakang terus awasi pergerakan," Patrik memberikan arahan dengan cepat. 


Beberapa monster Jackal terdiri dari tingkat level 2 dan level 3. Jika mereka terus dikepung dengan jumlah banyak oleh monster Jackal, maka itu akan menjadi kekalahan jumlah. Patrik paham tentang kondisinya yang seperti itu. Jumlahnya tidak akan bisa diatasi meski ada perbedaan level, sebab daya energi fisik dan jiwa seseorang juga sangat terbatas.


Monster Jackal adalah tipe monster yang kadang suka berkelompok. Pertarungan jangka panjang adalah kelemahannya Patrik. Apalagi saat ini mereka masih berada di zona bahaya hutan monster. Menghemat energi adalah pilihan yang terbaik baginya dengan terus maju ke depan. 


"Semua Prajurit, persiapkan diri kalian!" Teriak Patrik mengangkat pedang senjatanya. Kudanya, lalu menjingkrak ke atas. "Majuuu!!"

__ADS_1


"Uooh,"


"Serang!!"


Jaya Kedua, Jacky, Putri Sekar, dan Wulan. Semuanya mendadak tegang, ketika mendengar teriakan di luar. 


"Apa, apakah kita sedang di serang?" Tanya Jacky ke arah yang tidak jelas. Dia menoleh ke segala arah karena panik. 


Wulan cepat-cepat mengintip membuka sedikit kain beranda ke tempat kusir yang menarik kuda gerobak kereta. 


"Apakah kita sedang di serang monster, Pak?" Tanya putri dengan cemas. 


"Ya, Non. Kita diserang oleh monster. Sebaiknya Nona tetap di dalam saja. Diluar tidaklah aman." Jawabnya yang terus menarik tali kekang Kuda dengan tatapan serius tanpa menoleh. 


Wulan kembali menatap ke dalam, mengangguk kecil. 


"Kita di serang," kata wulan yang nadanya khawatir. 


"Kau! Apa yang kau lakukan. Sebaiknya janganlah kau keluar. Itu bisa berbahaya..." Cegah Wulan kepada Jaya Kedua yang setengah badannya telah melewati batas ambang pintu. 


"Jaya?" Tanya Jacky. Dia bingung dengan tindakan Jaya Kedua.


Bagi orang normal, tetap di dalam adalah cara aman agar tidak terlalu terlibat dengan pertarungan. Dia akan dilindungi oleh Prajurit yang sedang bertarung untuk menjaganya. Namun, bagi Jaya Kedua, ini malah sebaliknya. Ini momen cara cepat untuk melatih dirinya kembali, dengan terus menantang kemampuan dirinya sendiri demi mengasah keterampilannya.


Sebab, kini dia harus bertarung tanpa menggunakan kekuatan Ananta. Dan bertarung hanya dengan kekuatan energi Aura saja. Hal seperti ini sama halnya dengan keadaan di kehidupan dia sebelumnya, hanya saja saat ini dia belum sempat untuk pernah mencoba bertarung tanpa kekuatan Ananta.


"Tenang, aku tidak akan mengacau. Aku sekadar ingin mencoba sesuatu saja," Jaya Kedua langsung keluar melemparkan tubuhnya ke atas gerobak kereta. 


"Ha ... apa kau gila? Jangan melakukan sesuatu yang tidak perlu." Wulan bingung dan kesal dengan jawaban Jaya Kedua yang bisa membahayakan nyawanya. Tangannya ingin meraih untuk menghentikannya tapi tidak sampai.

__ADS_1


Jacky pasrah dan duduk, menggenggam kedua tangannya sambil wajahnya yang tegang menatap menunduk ke bawah. 


"Biarkan saja dia. Tidak ada gunanya bicara dengannya. Sebaiknya bersiaplah saja, jika situasinya mulai memburuk," kata Putri Sekar yang tenang dan santai menyilangkan kedua tangannya. Dia memejamkan matanya dan merenung dalam.


Situasi seperti ini pernah dialami oleh Putri Sekar sebelumnya. Tepatnya, ketika dia sedang di serang oleh monster Beruang yang aneh.


Patrik dengan kudanya, dia menerjang maju ke depan tanpa gentar. Bersama beberapa Prajurit yang lain dia menyerang untuk menerobos. Monster Jackal tidak bisa menghentikan laju Patrik yang terus menyerang. 


"Tetap perhatikan jarak langkah lari kita semua! Jangan terlalu cepat atau lambat. Tetaplah di belakangku, dan ikutilah aku! Pertahankan tempo jarak kita!!" Patrik berteriak sambil menyerang dengan terus maju. 


Kelompok monster Jackal yang menyerang dari samping kanan dan kiri, mereka semua tertahan. Serangan jarak jauh maupun jarak dekat dari monster Jackal, para Prajurit masih bisa menghalau. Sebab, mayoritas level mereka yang paling kecil adalah tingkat level 3. Dan kebanyakan tingkat levelnya itu 4. Cuma Patrik sendiri yang berada di tingkat level 5. 


Seseorang di samping kiri bertarung menghentikan salah satu monster Jackal.


"Matilah kau monster brengsek." kutuk dia dengan menyerang sesaat. Lalu bergerak maju meneruskan berlari kembali ke barisan formasi. 


Yang lain pun juga sama. 


"Mati! Enyahlah, kau!" 


Mereka semuanya membentuk sebuah formasi yang seperti tanda panah, yang berada di depan, belakang, samping kanan dan kiri untuk melindungi gerobak kereta kuda yang berada di tengah. Dengan bergerak bergiliran mereka terus menyerang dan bertahan sambil melaju tanpa berhenti. 


"Tuan Kyou-sama, tampaknya Prajurit Hunter telah membuat formasi melarikan diri," kata seorang Jackal yang melihat dari kejauhan lembah bukit dan berdiri di tepi ngarai. Dia menggunakan bahasa monster untuk berkomunikasi.


Sosok monster Jackal yang besar dengan tingkat level 5, dia saat ini sedang berdiri tenang dan menyilangkan tangannya. Di sampingnya ada kapak panjang yang berdiri tegak, tertancap di tanah. 


"Hihi.... Mereka pikir bisa pergi dengan mudah. Baiklah, aku akan bermain dengan kalian. Mereka merencanakan pelarian untuk buru-buru keluar dari lembah, ya." Kata Monster Jackal yang dipanggil Kyou dengan nada lembut.  


"Bukit ini adalah wilayah perburuan kita, setelah diberi tugas dari kerajaan dunia Mayantara. Kita harus memburu manusia siapapun yang menurut kita lemah." Gumam Jackal Kyou dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Sebagai monster Jackal yang terkenal dalam berburu mangsa. Kita harus bisa memancing mangsa dengan benar. Kita perlu sesuatu untuk menarik kelemahan hati manusia."


"Kirimkan hadiah kecil kita ke sana. Buat mereka berhenti lari dan tekan mereka dari berbagai arah," kata Jackal Kyou dengan suara nada yang tenang dan lembut. 


__ADS_2