
Esok harinya, matahari tergelincir menyorot cerah. Akhirnya Prisca memberitahu tentang segala monster Spider Monkey ke Jaya Pertama. Setelah itu mereka memutuskan berangkat dengan mempersiapkan peralatan tempur dirinya masing-masing.
"Kau tahu, sebenarnya aku memiliki beberapa syarat untuk harus kau lakukan sebelum kita akan masuk ke dunia Mayantara ekstrim ini," kata Jaya Pertama, dia dan Prisca berdiri di sebuah kabut hitam yang besar menyala terang dengan kilatan petir. Jika mereka melangkahkan kakinya ke dalam kabut tersebut, mereka akan bisa langsung masuk ke dalam dunia Mayantara Ekstrim.
"Syarat?" kata Prisca melirik ke arah Jaya pertama. "Kenapa tidak kau katakan sebelum kita tadi berangkat?"
Jaya Pertama ragu dan mengeluarkan nafas kecil. "Jangan pernah ceritakan ke siapapun yang kau ketahui tentangku. Kalau tidak..." Dia lalu menoleh ke arah Prisca. "kau pasti tidak akan suka jawabannya." kata Jaya pertama menggeleng pelan. Dia lalu berjalan masuk ke dalam dunia Mayantara.
Prisca diam tak menjawab, alisnya berkedut merasa aneh. Terdiam sesaat merasa bingung, dia bergegas jalan menyusul masuk. "Hunter aneh," kata gumam Prisca. Dia tak mengerti tentang maksud Jaya Pertama, untuk apa dirinya harus menceritakan tentang dia.
Begitu Jaya Pertama masuk, dia memejamkan mata sebentar, merasakan perubahan baru dari dalam dirinya. Sesuatu yang telah dihasilkan oleh Jaya Ketiga, telah dapat dia rasakan. Sedikit tersenyum ringan. Melihat cincin ruang di tangannya. "Banyak teknik baru yang sepertinya perlu ku coba," katanya pelan.
****
Tarkan.
Di suatu tempat, terdapat istana yang besar dan megah. Istana itu menjulang tinggi hingga mencapai langit. Dan langitnya begitu gelap berwarna hitam kemerahan. Seakan wilayah tersebut tercemar karena terkena energi besar yang menyelimuti seluruh wilayah daratan. Lava panas api banyak menjalar, itu seolah pemandangan air kemewahan yang menjadi panorama keindahannya.
Terlihat setapak ruas jalan kecil yang berjurang menuju ke sebuah pintu besar, ada bara api kuat di bawah pada tepi jurangnya. Dan bongkahan batu besar berbentuk lancip menonjol, tertata tak beraturan di pinggir-pinggir menuju jalan pintu. Bagai tonjolan puncak gunung retak yang tertancap. Lalu, tengkorak raksasa besar dengan dua tanduk, menjadi ornamen pancuran air lava yang keluar dari mulutnya.
Makhluk hewan terbang serupa dengan naga, namanya Wyren. Bentuk rahang kepala giginya begitu bertaring tajam, tangan dan sayapnya yang besar menjadi satu. Cakar kakinya ada dua, dan ujung ekornya bulat dengan duri-duri lancip. Terdapat ada tanda tato alami di sebagian tubuhnya sebagai hiasan keperkasaannya. Dia terbang berseliweran bagai kumpulan burung gereja yang bergerombol di atas langit. Jumlahnya sangat banyak.
__ADS_1
Dan ada pula dua makhluk raksasa besar yang menjaga di depan pintu istana tersebut. Mereka masing-masing membawa pedang dengan baju armor lengkap yang mengkilap, terlihat begitu kuat. Ada sayap di belakang punggung mereka, dengan kerangka tulangnya yang menonjol. Gigi taring bawahnya mereka runcing menjorok ke atas. Rambutnya kumal, gimbal, namun kepalanya memakai helm armor. Mereka biasa disebut Raksasa Godham.
Tempat tersebut bagai benar-benar sebuah istana neraka. Namun, sebenarnya adalah salah satu tempat dunia Mayantara yang terletak di bagian Timur, atau bagi Kerajaan Manikmaya menyebutnya Dimensi Merah, dan itu adalah tempat Istana Kerajaan Dewa Monster atau yang disebut Dayang. Dan nama wilayah daratan tersebut telah berubah nama menjadi Mandorya, serta istananya bernama Istana Sodom. Tempat ini mempunyai sejarah yang berliku panjang sebagai daratan bekas banyaknya perebutan wilayah.
Di sebuah ruangan kosong, ada dua pilar besar yang berdiri berbentuk silinder, berwarna merah api yang terang. Di tengahnya ada satu mata raksasa yang besar, dikelilingi api yang menyala-nyala. Beberapa orang berkumpul menatap mata tersebut, mereka bagai semut kecil di hadapannya mata tersebut. Jumlah mereka ada lima orang.
"Jadi, katamu, ada seseorang yang juga memiliki kekuatan Darkness (kegelapan) di tempat tersebut. Kalau begitu, masa depan waktu sekali lagi kembali berubah." Kata Mata api tersebut. Suaranya begitu dingin mendengus, menggema di ruangan.
"Ya, my, Lord." kata Tarkan, begitu hormat dan wajahnya tampak pucat.
"Apa ada laporan yang lain lagi?" tanya Mata api.
Semua orang yang berjumlah lima tersebut terdiam tidak menjawab. Mata api bergerak bergeser-geser, seakan melakukan sesuatu dengan sorotnya yang menjadi terang berwarna merah. Sriing... Sriing... Begitulah bunyinya. Lama terdiam panjang, tanpa ada percakapan. Mendadak Mata itu berhenti, dan berkata.
Kelima orang terkejut, terbujur kaku mendengar perintah tersebut. Rencananya tidak sesuai dari yang seharusnya dijalankan, mendadak seakan kini telah berubah total.
"Aku pula akan memberikan kalian Benih Iblis Calypso untuk disebarkan ke penjuru arah tiga mata angin."
Kelima orang kembali lagi terkejut, matanya terbelalak mengetahui Benih Iblis Calypso. Seakan tidak percaya ketika mendengarnya, bibirnya gemetar untuk mengatakan sesuatu. Hanya ada bayangan ketakutan di mata mereka semua.
"Aku benci Klan Darkness... walaupun cuma satu orang, mereka selalu sombong untuk selalu mengatakan menjadi makhluk yang terkuat. Dan bunuh juga seseorang yang memiliki kekuatan Darkness tersebut. Jika dia tidak mau bergabung.
__ADS_1
"Dan kalau kalian berhasil, membantuku untuk menguasai Dunia Mayantara wilayah Barat. Aku akan menepati janjiku melepaskan Tuan kalian, Mada. Tapi kalau gagal, aku akan membunuh kalian semua bersama Tuan kalian... Ingatlah, kalian manusia, Iblis selalu kembali membayar hutang-hutangnya dengan menggandakan pembalasan. Dan tidak pernah mengingkari janji yang pernah dibuatnya...
"Aku selalu mengawasi kalian..." Setelah berkata untuk memberikan peringatan dan perintah, Mata api tersebut menghilang. Seberkas sinar merah lenyap. Tiga Benih Iblis Calypso tiba-tiba muncul di tangan tiga orang.
Benih tersebut berbentuk kelopak bunga yang kecil dengan kuncup yang tertutup rapat. Warnanya merah darah, dengan urat-urat daun seperti urat tubuh. Dan benih itu berdetak seakan jantung hidup.
Semua orang terdiam sesaat setelah mendengar sesuatu yang tidak terduga. Angin di ruangan setengah gelap menambah memberikan suasana dingin.
"Demi Dewa... sungguh laporan bagus, Tarkan. Kini kau membuat rencananya menjadi semakin bertambah cepat." Ujar Sengkuni menyorot lesu ke arah Tarkan. "Dan... Bertambah buruk."
Tarkan tak bersuara, merenung, diam. Dahinya mengkerut, tangannya mengepal. Salah satunya, dia memegang benih iblis tersebut.
"Buruk? Kondisi kita memanglah sudah kacau dan buruk, sejak..." Ada sesuatu yang ingin diucapkan. Namun terhenti, dia tertunduk ke bawah, bibirnya tidak kuat untuk mengatakan. "Apa bedanya menambah satu kekacauan di dalam dunia kekacauan..."
Tarkan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dengan wajahnya yang menggelap.
"Jadi... apa rencanamu sekarang?" kata salah seorang. Dia memakai topeng yang gambarnya begitu buruk. Badannya sedikit membungkuk, dia mempunyai kelainan saat berdiri. Dan dia mempunyai rambut yang panjang berwarna putih.
"Alpa, menurutmu, apa yang harus dilakukan?" Tanya Tarkan.
"Sekarang kita benar-benar tidak mempunyai pilihan. Satu-satunya cara untuk menapaki kekacauan demi kekacauan ini adalah membuat tangga jalan kita sendiri. Mengikuti arus atau melawan arus... " kata seseorang yang dipanggil Alpa. Dia bernada dengan suara tenang dan santai, kata-katanya selalu penuh dengan misteri.
__ADS_1
"Kau tahu, pada kenyataannya tangga jalan itu tidak selalu satu. Aku tidak suka membuat pilihan, tapi terkadang pilihan lebih dulu memilih sebelum kita sempat untuk bertindak bisa membuat keputusan. Buatlah keberuntungan kita sendiri jika memang pilihan tidak selalu bisa untuk memihak kita. Seperti kata pepatah, masih ada banyak tangga jalan untuk bisa meraih surga. Tikus saja mempunyai lubang jalannya sendiri, apalagi semut..." Tambah Alpa.