
Tempat Jaya asli.
Jaya termenung memikirkan hasil dari penjelasan Tarkan. Dia baru saja menerima rangkaian peristiwa dengan kenyataan pahit yang banyak. Dia bertanya-tanya dengan pikirannya sendiri.
"Tarkan. Dalam kehidupanku sebelumnya tidak pernah mendengar namanya disebutkan di manapun. Hanya organisasi Kegelapan saja yang pernah menjadi selintas rumor setelah itu tidak ada lagi kabar rumornya. Jadi dia adalah pelakunya,"
"Jika dia kembali dari masa depan, bukankah akan ada banyak peristiwa yang akan berubah di masa depan nanti. Ini akan membuat masa lalu tidak lagi menjadi jejak peristiwa lagi untuk masa depan. Sebab telah banyak peristiwa baru yang bisa merubah nasib masa depan,"
"Apalagi Dwipa Jawa, sepertinya aku perlu mencari tahu tentang kebenarannya yang disembunyikan oleh Kerajaan Manikmaya. Kenapa nama Dwipa Jawa, tidak pernah disinggung atau disebutkan dimanapun. Aku masih perlu mencari kebenarannya sendiri, bisa saja, Tarkan membohongiku cuma untuk alasan agar bisa merekrut saja."
"Belum lagi bangsa Asoka. Ini masih menjadi misteri. Hanya keanehan kenapa aku bisa berada di sini dengan kekuatan Kegelapan. Sedangkan bangsa Asoka yang dijelaskan Tarkan telah kembali semua ke Dwipa Jawa. Apakah ini ada hubungannya dengan kedua orang tuaku? Dan kenapa Kerajaan Manikmaya mempunyai masalah dengan bangsa Asoka,"
Jaya menggeleng menghapus semua lamunannya yang begitu banyak. Informasi yang didapatnya malah membuatnya memunculkan banyak tanya. Bukan semakin jelas, tapi semakin penuh dengan keraguan dan rasa penasaran tentang kebenarannya.
"Tidak ada gunanya memikirkan sekarang karena itu tidak bisa mengubah fakta keadaan apapun. Aku harus bersiap menjadi lebih kuat lagi, karena ternyata banyak pula yang mempunyai kekuatan Kegelapan selain aku. Dan jika memang akan terjadi Perang Besar antara Dayang, setidaknya aku sudah siap mengantisipasinya."
Jaya mengamati sebuah dua pintu besar dengan Pola Prasasti aneh yang berada di dalam gua. Coraknya bukan seperti Segel atau Mantra, melainkan Prasasti. Jaya tak begitu paham mengenai tentang Prasasti. Di dalamnya pasti berisi sesuatu yang luar biasa.
"Aku juga harus mencari cara untuk membuka pintu ini. apakah ini ada hubungannya dengan bangsa Ular Suto Brajan? Tidak mungkin dia di sini tanpa tujuan maksud tertentu."
Jaya menghela nafas meneruskan Meditasi. Tangannya membentuk Segel jari untuk memfokuskan dirinya.
"Semua terlalu banyak teka-teki. Ini seperti pecahan gambar yang buram."
"Lebih baik aku mempelajari kembali kekuatan Ananta. Dan menaikkan levelku lagi. Ini lebih realistis di dunia yang penuh bencana ini,"
Dengan konsentrasi penuh, dia mulai proses Meditasinya. Mengosongkan pikirannya. Tenang untuk memahami energi kekuatan yang dimilikinya.
__ADS_1
****
Tempat Jaya Kedua.
Dia duduk di tanah. Dua Klon bayangannya diam semenjak Jaya Kedua sedikit debat bertarung dengan Tarkan. Dan dua Klon bayangan Tarkan pun juga hilang bersama dirinya yang memudar bersama terpaan angin.
"Kejar para orang-orang tadi. Apakah mereka masih selamat ataukah tidak." Kata Jaya Kedua kepada dua Klon bayangan. Setidaknya, dia ingin mengetahui alasan kenapa Tarkan mengincar para bangsa Arya.
Dua Klon bayangan pun bergegas pergi dalam sekedipan mata dan menghilang. Sedangkan Jaya Kedua, berdiri, dan kembali ke arah tempat Jacky.
Hanya 10 kedipan mata, dia telah sampai ke tempat Jacky yang sudah selesai istirahat. Dan langsung berada di samping Jacky.
"Jaya?" Jacky sedikit terkejut karena kehadirannya Jaya Kedua yang mendadak muncul.
"Apakah sudah selesai istirahatnya?" Tanya Jaya Kedua.
"Kau lama. Aku telah menunggumu dari tadi." Jacky mengamati penampilan Jaya Kedua. Terdapat bekas robek pakaian di pahanya. "Apa kau habis melakukan pertarungan?"
Jacky menggeleng tak percaya. Seolah dirinya telah dilindungi oleh Jaya dengan secara sembunyi-sembunyi. Dia lalu ikut berlari di belakang Jaya Kedua.
Sedangkan dua Klon bayangan Jaya Kedua salah satunya menemukan mayat Paman Yogi. Tubuhnya penuh tusukan dan di sekitarnya banyak bekas ledakan dari pertarungan. Dan Paman Yogi menjadi seperti mayat yang gosong.
"Jenis pertarungan apa ini? Tidak ada bekas Prajurit yang mati. Cuma ada dia dan bekas pertarungan yang berantakan," katanya mencoba menebak sengitnya pertarungannya.
Dan Klon bayangan yang satunya mengejar ke arah Putri yang sedang tergopoh kesakitan dan membawa Paman Yoga. Dengan sekejap, dia langsung tiba muncul di depan hadapan Putri.
"Oh, rupanya kau masih selamat." Kata Klon bayangan itu.
__ADS_1
Putri berhenti berjalan dengan rasa kaget.
"Kau, kau, orang yang menyelamatkan waktu itu, kan. Bagaimana kau bisa selamat dari monster itu?" Tanyanya dengan terpana.
"Aku berhasil kabur darinya. Sedikit keberuntungan, aku bisa mengusirnya. Apa kau akan pergi ke kota Benteng Asosiasi Hunter? Dengan keadaanmu yang sekarang. Kau hanya akan menjadi sasaran empuk yang mungkin masih ada monster yang berkeliaran di Hutan monster ini"
Putri terdiam menatapnya. Dia membuang mukanya kecut.
"Kalau kau tidak keberatan dan percaya padaku. Aku bisa menemanimu karena aku juga mempunyai tujuan ke arah sana. Selain itu ada sesuatu yang ingin kutanyakan juga mengenai monster itu kepadamu. Tapi tunggulah di sini. Aku akan membawa temanku." Klon bayangan itu pergi dan menghilang.
Putri menghela nafas. Rasa khawatir sepertinya lepas dari balik punggungnya. Bisa bertemu seseorang di hutan monster yang dalam keadaan seperti ini. Dia memang butuh bantuan.
'Apakah aku harus percaya kepadanya? Ya, tidak ada pilihan lain. Mungkin dengan bersamanya, dia bisa membawaku dengan aman sampai tujuan. Tapi jika dia berbuat buruk, aku akan membalasnya jika aku sampai ke kota,' kata Putri memikirkan keputusannya dalam pikiran yang berantakan.
"Dia orang yang cukup misterius hingga bisa selamat dari serangan monster Beruang aneh," gumam pelannya dengan bersiap menunggu Jaya Kedua datang.
Sedangkan salah satu Klon bayangan yang berada di mayat Paman Yogi. Dia lalu mengaktifkan Jurus Penyerapan Kegelapan. Mengirimnya ke dalam tubuhnya untuk diserap. Setelah itu, dia menghilang menjadi asap hitam.
Jaya Kedua dan Jacky berlari mengambil arah jalan setapak yang biasa jadi lalu lintas perjalanan di Hutan monster. Setelah dua Klon bayangannya menghilang, dia menyadari sesuatu.
"Jacky, kita akan menjemput seseorang yang sedang terluka terlebih dahulu."
"Baiklah. Apa kau menemukan sesuatu?"
"Ya. Klon bayanganku menemukan ada orang yang sedang terluka. Dan dia juga mengarah ke kota Benteng Asosiasi Hunter,"
Tentang Klon bayangan Jaya. Jacky telah mengetahui tentang jurus kekuatannya itu.
__ADS_1
"Dia pasti habis kabur dari serangan monster," kata Jacky.
"Benar. Dia selesai dihajar telak oleh monster. Kita hanya menemani perjalanannya saja, jangan terlalu akrab dengannya. Dia bisa membawa masalah kepada kita," jawab Jaya Kedua yang terus melaju kencang.