Hunter Dan Dewa Monster

Hunter Dan Dewa Monster
Jaya Kedua (1)


__ADS_3

Di kota Bulengreng, kediaman Jenderal Aji Saka. Marco melaporkan tentang penyerangan organisasi kegelapan di dunia Mayantara yang telah menghancurkan benteng kota serta ingin mengincar bangsa Arya. 


"Rahasiakan tentang informasi tersebut. Jika memang mereka ingin menyerang kembali, maka kerajaan Manikmaya sekarang berada dalam bahaya. Aku harus segera pergi ke kerajaan untuk melaporkan hal tersebut," kata Jenderal Aji Saka. Ekspresi dia serius dengan menegang. 


Marco mengangguk tidak mengerti. Organisasi kegelapan bukanlah sekedar nama yang bisa sering di dengarnya. Ciri-Ciri mereka telah menjadi rumor yang menakutkan di kerajaan Manikmaya.


"Kau telah bekerja cukup bagus, bisa selamat dari serangan mereka. Istirahatlah dan pulihkan kembali kekuatanmu yang hilang..." kata Jenderal Aji Saka. "Tidak banyak orang yang bisa melawan salah satu dari pengguna kekuatan mereka..."


"Tidak jenderal, saya telah kalah. Sebenarnya, ada cerita lain kenapa bisa selamat, saya telah diselamatkan oleh seseorang pemuda." Jawab Marco ragu.


"Seorang pemuda?" ulang kata Jenderal Aji Saka terkejut. 


****


Klon bayangan Jaya Kedua 


Setelah beberapa hari menempuh perjalanan, akhirnya rombongan mereka telah sampai di dalam Benteng Kota Asosiasi Hunter. Putri Sekar diantarkan sampai tempat kediaman untuk perjanjian pertemuan dengan gurunya. Dan saat ini, Paman Yoga mulai kembali tersadar dan telah bisa berjalan. Meski begitu, lukanya belum pulih sepenuhnya.


Semua lalu turun dari kereta kuda tersebut untuk berpisah kepada Putri Sekar. 


"Aku berhutang budi kepada kalian semua. Kebaikan kalian tidak akan kulupakan..." kata Putri Sekar. "Dan Jaya... Ikutlah ke tempatku sebentar, aku akan memberikan imbalan kepadamu."


"Benar. Terima kasih telah menyelamatkan nyawaku," kata Paman Yoga. "Kau pantas mendapatkan imbalan yang sesuai..."


"Tidak, tidak perlu. Bukankah aku sudah berkata, bahwa aku tidak mengharapkan apa-apa." Jawab Jaya Kedua dengan sopan dan lembut. 


"Kalau kau tidak mau, aku terpaksa harus memaksamu ikut." kata Putri Sekar sambil tersenyum. Dia menyilangkan kedua tangannya di dadanya yang ranum.


"Kau... " kata Jaya Kedua dengan mata melotot. "Tidak bisakah kau melakukan sesuatu dengan cara yang benar,"

__ADS_1


"Cara benar? Aku telah melakukan dengan cara baik-baik untuk ingin membalasmu, tapi kau menyulitkanku." ujar Putri Sekar. 


"Jaya, sebaiknya kau ikuti dulu kata Putri Sekar," kata Wulan dengan lembut. Dia paham jelas situasinya jika Jaya menyinggung anak dari penguasa ibu kota Kalijogo, hal itu bisa pula membuat hubungan dengan kota Bulengreng menjadi tampak buruk. 


Jaya Kedua terdiam sejenak, menatap ke Jacky yang menunggu keputusannya. "Jacky tunggulah aku di gedung Asosiasi Hunter. Sesampai disana, katakanlah, kau temannya Jatra." 


"Baiklah..." Jacky mengangguk, mengerutkan dahi. Wulan mendengarkan percakapan tersebut. 


"Sepertinya aku tidak bisa mengelak dari ajakan Putri Sekar." kata Jaya Kedua ke Wulan, menghela lemas. 


"Baguslah kalau kau tahu tentang itu. Perintah seorang Putri dari Jenderal Besar itu tidak bisa dibantah. Dan tenanglah, aku akan mengantarkan temanmu Jacky ke gedung Asosiasi Hunter dengan aman." jawab Wulan dengan tersenyum manis. 


Jaya Kedua lalu pergi dan berpisah dari rombongan Wulan. Dia berjalan bersama Putri Sekar dan Paman Yoga menuju ke dalam kediaman tersebut. Dia bertemu guru Putri Sekar, Bananji. 


"Tuan Putri... apakah terjadi sesuatu dalam perjalanan anda?" kata Bananji kaget. Dia melihat kondisi Paman Yoga yang tidak begitu baik. Begitu melihat Jaya Kedua, matanya tambah terbelalak dengan wajah menggelap.


"Dan kenapa tuan Putri membawa dia kemari?" Bananji melihat menunjuk Jaya Kedua. 


Bananji terkejut, dengan cepat menyadari situasi dan ekspresinya berubah masam, menyapa Jaya Kedua. "Oh, begitu. Mari silahkan masuk..."


"Perkenalkan, namaku Jaya." Kata Jaya Kedua setengah membungkuk kepada Bananji. 


"Aku Bananji, guru pribadi dari Putri Sekar. Terima kasih telah menyelamatkan Putri Sekar hingga bisa sampai ke sini dengan keadaan baik." kata Bananji dengan nada tidak senang. 


"Tidak perlu repot-repot, tuan. Itu hanyalah kebetulan semata." jawab Jaya Kedua. 


Putri Sekar lalu menceritakan semua tentang perjalanannya kepada gurunya Bananji. Bahwa dia telah diserang oleh monster beruang aneh dan menewaskan banyak prajurit pengawalnya.  


"Jadi begitu, sungguh perjalanan yang tidak terduga. Maafkan, gurumu ini yang telah menyuruhmu ke sini." Kata Bananji. "Aku mempunyai sesuatu yang ingin diberikan kepada tuan Putri dan beberapa teknik yang mungkin bisa digunakan olehmu. Dan setelah ini sepertinya aku tidak akan bisa melatih mu lagi,"

__ADS_1


Bananji mengeluarkan sesuatu dari kantong ruangnya. Putri Sekar terkejut mendengar hal tersebut. Selama ini, Bananji telah lama melatihnya sejak kecil dan tiba-tiba dia pergi meninggalkannya karena suatu urusan yang diperintah oleh ayahnya. Dan begitu bertemu kembali, kini Bananji malah ingin pergi lagi. 


"Apa maksud guru? Apakah guru tidak akan melatihku lagi?" tanya Putri Sekar. 


Bananji mengeluarkan buah Aura dan satu gulungan teknik, dia memberikannya kepada Putri Sekar. Jaya Kedua terkejut melihatnya, buah Aura adalah buah yang berada di dunia Mayantara ekstrim, tempat monster Kera Putih. Tempat Jaya Pertama yang saat ini berada. 


"Ini akan menjadi terakhir kali aku bisa menemuimu." kata Bananji. "Makanlah buah itu, maka kekuatan Auramu akan langsung meningkat ke satu level dengan cepat. Tidak mudah untuk bisa mendapatkan buah itu, sebab aku harus menanggung bayaran sebagai gantinya." 


"Bayaran?" tanya Putri Sekar khawatir. Dia melihat buah Aura yang begitu bersinar terang dengan warna keemasan.


"Ya." Kata Bananji. Dia membuka pakaiannya dan memperlihatkan tubuhnya. "Inilah bayaran yang kuterima. Kutukan tubuh Kera."


Tubuhnya tumbuh dengan banyak bulu lebat di dadanya. Semua yang melihat terbelalak tidak percaya. Jaya Kedua tertegun. 


"Sebentar lagi mungkin aku akan berubah menjadi seperti monster kera. Dan sebelum itu terjadi, tolong, bunuhlah aku..." kata Bananji.


"Tidak... Kenapa, apa yang terjadi dengan guru hingga melakukan semua ini?" kata Putri Sekar dengan gemetar. Matanya berkaca-kaca melihat keadaan gurunya begitu aneh. Tangannya menutup mulutnya. 


"Waktu lalu, aku bersama beberapa para prajurit menyerang untuk mendapatkan buah Aura atas perintah Jenderal besar Aryani secara diam-diam. Beliau mendapatkan informasi tentang keberadaan buah itu dari seseorang Jenderal yang bernama Tamus dari Klan Sycitian. Kami memang berhasil mendapatkan satu buah Aura, tapi ditengah perjalanan pulang, Jenderal Sycitian mengkhianati dan menyerang kita."


"Apa?" kata Paman Yoga. "Terkutuk orang-orang Sycitian. Beraninya mereka melakukan perbuatan licik seperti itu,"


"Aku beruntung bisa menyelamatkan diri dari serangan mereka dan masuk ke wilayah sebuah monster Spider Monkey. Dan di sanalah aku mendapatkan kutukan ini darinya, setelah aku terkena gigitan dari giginya."  tambah Bananji. "Aku telah memeriksa keadaanku untuk mencari obat penyembuhan dari keadaan ini. Tetapi, tidak ada cerita orang yang bisa selamat dari monster tersebut setelah terkena gigitannya. Konon dia akan menjadi kera liar yang selalu haus darah."


Jaya Kedua menelan ludahnya terkaget. Dia memanglah mengetahui hal tersebut tentang beberapa monster Spider Monkey dari Jaya Pertama. Tidak disangkanya ternyata kekuatan monster tersebut sangatlah begitu mengerikan. 


"Waktuku tidak banyak..." kata Bananji. Dia melemparkan seluruh kantong ruangnya kepada Putri Sekar. "Isi kantong ruang itu telah ku siapkan khusus untuk perkembangan kultivasi anda yang selanjutnya."


"Guru, ini... Aku..." kata Putri Sekar. 

__ADS_1


"Sebenarnya aku ingin menyerahkan buah Aura itu kepada Jenderal Besar Aryani, tetapi rasanya aku tidak bisa. Ada mata-mata yang sedang bersembunyi bersama Jenderal." Jawab Bananji. 


Putri Sekar dan Paman Yoga terkejut bersamaan. Bananji adalah tangan kanan dari Jenderal Besar Aryani. Kata-katanya bukanlah sesuatu yang bisa diragukan, sebab dia telah melayani cukup lama. 


__ADS_2