I Love Mr. Cuek

I Love Mr. Cuek
Kumat Lagi


__ADS_3

"Pelan-pelan, Om! perih nih!" merepet Rara mengipas-ngipasi kakinya yang penuh bintik-bintik merah habis di gigit sama semut api.


"Ini juga pelan-pelan, makanya mau kerjai dapat getah sendiri, kan!" balasnya si Dennis sambil mengolesi salep di kaki gadis remaja itu.


"Habisnya, Rara kan mau tau reaksi Om Oli kayak gimana, kalau Rara kageti," ucapnya pelan


Dennis tidak menanggapi ucapan dari gadis itu. Tetap sama saja, setiap percakapan di mulai tidak akan ada habisnya.


"Sudah, kita pulang," ujarnya menyimpan salep nya kemudian menghidupkan mobil kembali mengantar Rara pulang ke rumah.


"Rara, mau tidur di penginapan Om, saja!" ucapnya kembali.


Mobil mendadak di remnya, untung malam ini jalanan sepi. Rara menatap wajah samping pria bermata sipit itu.


"Kenapa? Mereka sudah khawatir sama kamu, loh." kata Dennis serius kali ini.

__ADS_1


"Om, tenang saja, Rara nggak akan macam-macam. Kalau pun ada, palingkan kita main belah-belahan di kamar," balasnya polos


Dennis membatu seketika begini kalau ketemu gadis aneh ini, cara bicaranya nggak pernah di pikirkan lebih dulu.


"Kamu tau apa arti belah-belahan?" Dennis bertanya kepada Rara


"Enggak tau! Memang di kamar Om ada belah-belahan? Palingan belah makanan. Kan di sana banyak makanan." jawabnya tanpa ada komanya.


"Kamu nggak takut tidur berdua di penginapan, Om? Kamu ini cewek loh, sedangkan Om, pria dewasa." Dennis bertanya kembali lagi kepada Rara.


Suasana di dalam mobil sedikit aneh auranya. Dennis menatap intens dua bola mata gadis aneh ini tengah mencerna pertanyaan itu.


Dari sudut mana pun, gadis ada di depannya ini memang paling aneh, polos tetap saja dia harus menahan nafsunya walau pun sering di pancing sama dia.


Jangan sampai sifat asli darinya itu membuat gadis aneh ini shock berat. Apalagi wanita yang pernah mengisi hatinya itu, si Laura. Sampai lelah, berkat gadis aneh ini juga percakapan di pesta malam itu tidak membuat pikirannya berubah.

__ADS_1


"Memangnya kenapa kalau Rara tidur di penginapan Om? Biasa juga Rara tidur berdua sama Kak Marcello di rumah." Rara balik bertanya kepada Dennis


"Itu beda, sementara Om ini bahaya kalau kamu tidur di penginapan, Om. Kamu nggak takut kalau tiba-tiba Om lakuin aneh-aneh?" jawabnya buat Rara makin bingung.


"Masa bodoh, pokoknya Rara mau tidur di penginapan Om! Ini sudah malam juga. Papa dan Mama pasti lagi mesraan bobok manis peluk-pelukan... Hhh..." Kata - kata Rara terputus sudah mengerti maksud Dennis tadi.


Dia menatap Dennis sejenak, malahan pria bermata sipit itu senyum tipis. Dibungkam mulutnya, terus Rara membuangnya tanpa ada rasa berdosa.


"Nggak masalah, kita berpelukan juga, Om. Belajar menjadi istri yang baik!" Lanjut Rara bersuara.


Senyuman tipis tadi dari Dennis lenyap seketika dengan apa dia dengar dari mulut gadis aneh ini. Perdebatan di mobil terjadi, tanpa memedulikan orang yang lewat di samping depan mobilnya itu.


Sampai di penginapan Dennis, Rara menghempaskan tubuhnya di atas ranjang lebar. Benar lebar, impian nya terwujud.


"Om, mau kemana?" tanya Rara melirik nya dari tiduran itu.

__ADS_1


"Mandi!" jawabnya singkat, "Ikut Om!" bangunnya kemudian.


Dennis menghentikan langkah kakinya, menatap gadis aneh ini horor. Maksudnya apaan coba! Jangan mulai lagi deh!


__ADS_2