
Penentuan telah ditetapkan oleh kedua pihak perempuan hari pernikahan akan di selenggarakan perhotelan berbintang lima milik keluarganya sendiri yaitu Edy Susanto Kusuma. ☺☺☺
Rara sibuk tidak menentu menulis undangan untuk teman-teman yang akan dia undang. Dina dan Didi juga sibuk dengan urusan katering dan dekorasi rancangan pesta sebagaimana meriah untuk sahabat aneh bin ajaib itu. Terus Marcello malah macam mandor atur sana-sini kadang buat cewek tomboi itu kesal dengan tingkah laku playboy itu.
"Kak, bantuin dong! Jangan duduk cuma angkat kaki goyang-goyang!" tegur Dina kepada cowok playboy itu (Marcello)
Marcello cuek milih asyik telepon sama kekasih baru di telepon. Rasanya cewek tomboi itu ingin banget hancurin ponselnya. Tapi apa daya dia nggak bisa apa-apain.
Gadis pendek ini sudah berapa lembar dia tulis nama temannya sampai kertas dibentuk bola lempar ke lantai. Didi melirik sahabat kecilnya kesal dengan kertas undangan itu.
Dia menghampiri gadis itu terus mengamati apa yang dia lakukan pada kertas kartu undangan masih seratus lembar belum juga dia sentuh.
"Aahh... salah lagi!" Dilempar ke sembarang tempat mengenai wajah Didi yang tampan itu.
"Aduh!" desis cowok tengil itu, di ambil kertas bentuk bola, Rara menoleh cepat dia pun merampas kertas itu hanya sebagian saja sih di baca oleh cowok itu. Semacam puisi untuk hari pernikahannya.
__ADS_1
"Aku belum selesai baca," protes Didi mencoba rebutan kertas dari tangan gadis aneh itu.
Rara menyembunyikan kertas itu lalu dia bangkit dari duduknya dilantai setelah itu kabur dari orang terdekat. Didi malah sebaliknya mengejar sahabat kecil itu. Yang lain sedang sibuk malah dua remaja itu pakai acara kejar-kejaran.
Dennis baru saja selesai mengerjakan semua pekerjaan secara tuntas. Dia keluar dari kamarnya seharian penuh tanpa ada rasa ganggu selama ini.
"Pinjam lihat dulu!" teriak Didi masih mengejar Rara.
"Nggak! Ini rahasia!" balasnya posisi di batasi oleh meja bulat.
Rara masih sibuk menghindari sahabat kecilnya yaitu Didi. Mereka enceng dulu karena kelelahan. Dennis berhasil meraih kertas bola dari tangan calon istrinya itu. Rara terkaget seketika dan menoleh apa yang dia temukan.
Calon suaminya membuka kertas yang sudah kusut bentuk bola itu. Tulisan cantik terukitr ditubuh kertas sangat rapi itu. Dia mulai membaca dalam diam. Gadis pendek ini bangkit dari duduk dan merebut kembali kertas itu. Pria itu malah keasyikan membaca sehingga jarak yang dia pegang meninggi buat gadis pendek kesulitan meraihnya.
"Om! Kembalikan! Dilarang membaca privasi orang lain! Itu tidak sopan loh?!" Gerutu Rara masih berusaha meraih kertas itu sampai kaki miliknya menginjak kaki calon suaminya agar sejajar tinggi itu.
__ADS_1
Dennis masih belum selesai membaca walaupun ini disebut puisi lucu. Aneh saja sih dia tidak pernah melihat kata-kata puisi begitu romantis begini. Ternyata calon istrinya pintar tulis budak cinta nih. Senyum-senyum terbit di wajah pria tinggi mata sipit ini beruntung banget.
"Om! Iihh... Kembalikan, kesel! Ya sudah, nggak ada namanya bongkar mesin deh!" Gadis pendek itu menghentikan sikap anehnya untuk merebut kertas dari tangan pria menyebalkan.
Dia mencoba untuk pergi dan tinggalkan jejak pinjakan dari kaki calon istrinya. Sebuah lengan panjang berhasil meraih pinggang rampingnya. Rara terkejut, dia menoleh pria itu membawanya masuk kembali ke kamar.
"OM OLI LEPASIN! RARA MASIH BANYAK TUGAS!" teriak menguncang seluruh rumah minimalis yang sedang sibuk untuk persiapan calon pengantin ini.
"Aku lepasin! Tapi kita bongkar mesin dulu. Sepertinya ada yang tidak sabaran sama dunia surgawi..." senyum jail dari pria mata sipit ini buat gadis pendek menatap horor.
"Tapi... tapi... Om... sebentar lagi kan kita menikah, terus bongkar mesinnya nanti saja... ya..." Rara ingin kabur, pintu kamarnya terbuka sedikit.
"Yuk, main!"
Tubuh Dennis mencondongkan kedepan buat napas gadis pendek ini menarik napas sedalam-dalamnya. Sentuhan bibir menyapu tipis cerewet absurd ini lembut. Rara merasakan kehangatan pada bibirnya itu. Sedikit ragu namun pasti dia pun membalas dengan lembut.
__ADS_1
Calon pengantin yang tidak sabaran dengan namanya bongkar mesin. Mungkin hari spesial nanti mereka akan lebih seru kedatangan si mungil kecil.