I Love Mr. Cuek

I Love Mr. Cuek
Cicilan


__ADS_3

Akhirnya gadis aneh bin ajaib ini sembuh juga dari virus pilek menyiksa batin dan raganya. Sekarang dia dan pria tinggi bermata sipit ini akan kesebuah butik busana termewah.


Tiba di sebuah butik langganan mamanya - Nella. Di sana banyak banget busana yang bisa dipakai seukuran dengan tubuh gadis aneh bin ajaib ini. Saat menginjak tempat butik itu, beberapa pasang mata melirik terus terjadi bisikkan lalat dan nyamuk mulai terdengar oleh gadis aneh bin ajaib ini.


"Wah, prianya ganteng banget, terus yang di samping itu siapa? Keponakannya? atau ..."


"Nggak mungkin kali kalau itu gadis mau coba pakai baju pengan-"


"Kalau iya kenapa?" sambung suara asing membuat para wanita bekerja di sini terdiam.


Gadis aneh bin ajaib ini dari tadi sudah panas banget dengar gosip murahan kayak mereka, jangan mentang-mentang dia masih kecil remaja dan pendek suka-sukanya katai dirinya penggoda.


Dennis sedang melihat-lihat dan dia menemukan busana yang cocok untuk calon istrinya.


"Coba kamu pakai ini?" Pria itu berikan kepada gadis aneh bin ajaib sedang beragumentasi dengan para SPG ini.


"Oke, Om nggak coba juga, sekalian kita foto bareng kalau bisa. Hehehe," ucapnya lalu dia menyombongkan diri tunjukin kepada wanita gosip murahan itu.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian kamar ganti dibuka keluar sosok bidadari ketika memakai baju pilihan dari calon suaminya. Para pekerja disana terkagum dengan tubuh ideal milik gadis belia itu.


 


Cantiknya...


Semua kagum akan kecantikan pada gadis remaja ini. Sangat dewasa Pria yang berdiri tak jauh dari ruang ganti pakain tidak berkutik saking cantik buat dia ingin segera menikahinya hari ini juga.


"Gimana, Om? Cantik nggak?" Gadis remaja itu malah memutarkan tubuhnya sehingga busana dia pakai ikut menari dengannya.


Rara mulai menciut bibirnya kalau calon suaminya ini nggak menanggapi ucapannya. Dia menghentakkan  kakinya kembali ke ruang ganti.


"Mau ganti," jawabnya merengut.


"Jangan ganti, ayo ikut aku," di tariknya keluar tidak mengatakan apa pun kepada pemilik buktinya.


"Eh... Om, mau kemana?" Rara jadi bingung sendirikan.

__ADS_1


Dennis nggak menjawab tetap membawa gadis aneh ini masuk ke mobilnya. Gadis remaja ini turuti saja deh mau bawa kemana mungkin langsung kawin kali ya.


"Om, kawini Rara ya?" tebaknya asal menoleh arah pria masih setia bungkam.


Gadis itu masih cari cara agar pria sebelahnya buka suara. "Om-" Aduh...  kenapa sih calon suami aku ini kok makin aneh saja.


"Memang kamu sudah siap minta kawin? Biar langsung jadikan, nggak perlu nikah meriah." tanya pria itu menjalankan mobil di kota macet itu.


"Eh... Memang bisa, Om? Bukannya kata Mama nikah dulu baru boleh belah semangka!" jawabnya mulai lagi otaknya aneh-aneh.


"Boleh, cicil dulu, terus hari resminya lunasi dengan gulatan!" ucap pria itu masih fokus depan pengemudi.


"Cicil? Memang bisa cicil? Kok kayak kredit rumah atau mobil? Cash langsung saja deh Om kalau cicil rasanya ogah deh," kata Rara


Senyuman panjang menerbitkan di wajah pria mata sipit itu, "Kamu yakin, mau cash langsung?" tanyanya


"Iya, Cash langsung, biar bisa-"

__ADS_1


Tanpa ba-bi-bu lagi, mobil Dennis putar arah berlawanan. Gadis aneh bin ajaib ini baru saja berfungsi otak dikepalanya. Tidak ada kesempatan untuk menolak, pasti pria itu akan melunasi semuanya tanpa menunggu hari resmi mereka.


__ADS_2