I Love Mr. Cuek

I Love Mr. Cuek
Pasangan Somplak


__ADS_3

Hari demi hari tidak ada perubahan apa pun untuk suasana di rumah. Sejak kejadian dua hari kemarin, Rara kesal kepada pria bermata sipit tak lain adalah Dennis sendiri.


Pria itu sudah membuat moodbooster pada gadis remaja tengah duduk diam memilih untuk tidak keluar dari kamarnya atau pun rumah minimalis.


Dennis tengah sibuk dengan pekerjaannya, mengurus segala seminar untuk beberapa investasi kerja sama beberapa perusahaan bisnis lainnya. Dia harus mempertanggung jawaban segala pada perhotelan. Berat memang untuk posisinya sekarang.


Nella makin bingung sama sikap keanehan dari putrinya. Walaupun tak jauh dari sifat miliknya tetap saja dia sayang dengan putrinya. Nella membuka pintu kamarnya mengintip sedikit takut putrinya tiba-tiba muncul jantungnya belum siap di gembok.


Rara tengah duduk di balkon kamarnya sendiri sambil memainkan game kesayangan itu GetRich. Nella pun masuk menghampiri putrinya, sepertinya seru permainan itu


“Sepertinya seru,” ucap Nella bersuara, Rara mengangkat kepalanya kemudian kembali lagi ke gadgetnya


“Mama nggak mesraan sama Papa?” tanyanya di matikan ponselnya itu. Lalu dia menatap wajah ibundanya, cantik pantasan saja Ayahandanya bisa jatuh hati.


“Mesraan bagaimana? Papa lagi sibuk sama hotelnya, kamu kenapa dua hari ini nggak keluar dari kamar? Marahan sama Om Oli?” jawab  Nella kemudian balik bertanya kepada putrinya seperti dia tahu isi pikiran gadis remaja ini


Wajahnya surut lesu, pasti dong dia lagi galau. Karena gara-gara pria bermata sipit itu kembali cuek sama dirinya.


“Ma, memangnya usia Rara belum boleh untuk menikah ya? Kan, Rara juga ingin ngerasai jadi istri termuda untuk Om Oli. Ya .... walaupun usia Rara beda 17 tahun dari usia Om Oli. Tetap saja cinta itu nggak memandang usia, betul nggak, Ma?” celoteh nya lah si Rara mulai beraksi.


“Mungkin saja Om Oli punya alasan tersendiri, soalnya kan kamu masih belia. Kalau cepat nikah. Memang kamu bisa tahan godaan dari suamimu?” senyum merekah dari Nella mulai kumat lagi, pengajaran sesat namanya.


“Loh, memang kenapa? Kan, dia suami Rara. Tentu dong Rara bakalan tahan godaan. Kalau nggak tahan palingan kasih ciuman cinta.” Paling semangat kalau sudah sebut ciuman.

__ADS_1


Nella bisanya apa? Menjawab bagaimana? Otaknya dengan otak miliknya beda tipis. Putrinya lebih pintar dari pada dirinya sendiri.


“Memang kamu yakin tetap mau nikah sama Om Oli? Nggak mau tunangan saja dulu?”


“Tunangan? Kelamaan dong, Ma,” kembali merengut mayung bibirnya.


“Kalau tunangan kamu bisa sering jumpa sama dia, terus bisa bermesraan terus. Tidak ada beda dengan menikah. Atau dia saja perjuangkan cinta kepadamu. Seperti perjuangan Papa untuk Mama?” Nella berikan saran dan semangat untuk putrinya tidak ada salah mendukung anak sendiri demi impian dan masa depan.


“Sampai kapan dong? Nanti di colong sama wanita lain bagaimana? Hati Rara sedih terus dilema. Dilema itu nggak enak loh, Ma, hambar banget.” Mencebik bibirnya bersedih.


“Katanya cinta sama dia, harus yakin dong. Kalau dia pindah ke lain hati, Mama bantu kamu pentungi kepalanya. Kalau bisa ambil durian, semangka atau rambutan hantam kan!”


Rara bergeming sama sikap ibundanya berubah barbar, benar kata ayahandanya. Meskipun barbar tetap saja cinta harus di yakinkan. Semangatnya mulai bangkit berkat Nella-Ibu tercinta.


“Ma, Rara sudah mau bangkrut!”


“Dadu dua, dadu dua!”


“Kita menang...!”


Terdengar suara dari dalam kamar Rara, dua kurcaci tengah bermain Game GetRich. Sedangkan pria ada di depan pintu penasaran dengan mereka yang sedang asyik bermain itu.


Pada akhirnya mereka pun di ajak oleh Rara ikut bermain permainan aneh itu

__ADS_1


Awalnya Dennis menolak setelah apa kata ibunya, bisikan maut untuk Dennis harus menuruti nya. Apa sih yang di bisikkan oleh Rara kepada Dennis. Sampai dia mengabulkan permintaan itu.


"Om, ambil rumahnya!" teriak Rara


"Nggak cukup uang, Ra!" bantah nya


"Tarik balik lah uangnya!"


"Caranya gimana?


" Pikir sendiri!"


"...."


"Kan, bangkrut!"


Nella dan Edy bisanya menyaksikan perdebatan dua pasangan aneh itu. Sifat Dennis makin lama makin bloon di buat sama Rara.


Sepertinya tahun berikutnya akan lebih berwarna lagi untuk mereka berdua. Tidak sabar menunggu cucu dari putrinya itu.


"Ma, mau cucu cewek atau cowok?" bisik Edy kepada Nella


"Cowok saja deh. Soalnya cewek takutnya makin somplak keluarga kita nanti." jawabnya kemudian

__ADS_1


"Iya, sih. Mudah-mudahan saja, ya, Ma. Kalau begitu Papa minta jatah hari ini."


__ADS_2