
"Mama... Rara bicara sesuatu penting nih," seru gadis pendek, cebol, aneh bin ajaib, absurd, dan lain sebagainya. Julukan dia banyak banget.
"Bicara apa? Jaga sikapmu sebentar lagi pernikahan semakin dekat," tegur Nella
"Makanya lihat Rara dulu!" rengut gadis pendek ini.
Nella akan melanjutkan bahan dapur untuk dimasak nanti malam. Anak gadisnya dari tadi ribut apa saja di merepet kan dari pulang coba busana pengantin sampai dipakai kerumah. Untung butik itu langganan baik.
"Lanjutkan." Nella berdiri tidak jauh dari meja makan di sana juga ada suaminya sedang duduk menikmati secangkir teh hijau buatan istri tercinta.
Sedangkan Dennis calon menantu saat ini mengurus beberapa pekerjaan dikantor karena Edy meminta dia untuk melihat-lihat.
"Begini, Ma ... tadi siang Rara coba baju pengantin. Terus Om Oli bawa Rara keluar kesuatu tempat. Sudah itu, kami berdua bahas-bahas soal cicil menyicil. Daripada menyicil lebih baik lunasi saja langsung itu kata Rara. Lalu..."
Gadis pendek itu menunduk malu-malu sementara Nella menunggu lanjutan dari cerita putrinya ini.
__ADS_1
"Lalu apa? Sudah belah semangkanya?" tebaknya Nella barbar
Gadis pendek itu melongo, tebakan Mamanya tidak pernah meleset. "Lah, Mama kok tau?" tanyanya penasaran.
Nella tersenyum dia membuka bagian baju menutupi leher putih itu, "Tidak usah malu, kalau memang sudah waktunya kenapa tidak dirasakan langsung."
"Tapi, apa boleh, Ma? Rara kan belum resmi jadi istrinya Om Oli?" tanyanya ragu walaupun sudah lakukan tapi ada sedikit takut saja sih.
"Kalau saling cinta nggak perlu ditakuti atau meragukan, Mama percaya kalau Om Dennis itu setia sama kamu. Kebuktiannya terlihat kok seperti Papamu, iyakan, Pa. Jangan cuma pasang telinga lebar-lebar!" Sejak menikah sifat Nella seperti betina serigala saja makin galak.
Telinga Edy yang terpasang secara diam-diam ternyata ketahuan juga. Dia pun menoleh belakang dan tersenyum kepada istri tersayangnya.
Sekarang pembahasan mereka menjadi saksi mata adalah meja makan. Nella melanjutkan masakan sambil mendengar percakapan putrinya dan juga suaminya.
"Terus, Papa mainnya seperti apa? Mana tau sudah resmi menikah, Rara bisa praktekan langsung!" Jadi semangat banget, kan, gadis pendek ini.
__ADS_1
"Prakteknya nanti pakai cara kita sendiri saja." Suara tidak asing bagi gadis pendek ini menoleh belakang.
Calon suaminya sudah pulang dari kantor, Edy cuma bisanya senyum mulu. "Om, sudah pulang!" sapanya
"Iya, sudah pulang. Mau praktek gimana lagi? Tadi siang belum puas ya?" Mulai lagi pria mesum ini.
"Apaan sih, Om ini! Rara nggak bahas praktek hubungan. Orang - Rara lagi bahasa cara praktek kerja mesin ATM," elak Rara mengalih topik cerita.
Dennis mengangkat satu alisnya, dia tau kalau calon istrinya mencoba menghindar waktu siang saja sampai lari terbirit terbirit-birit. Walau pun nggak sampai keblas-blasan. Cuma bagaimana bayanginnya baru juga di sentuh sudah jerit kesetanan untung di rumah, kalau hotel mungkin kepalanya sudah lebih menghilang dari tubuhnya.
"Praktek bongkar mesin ATM? Om ahlinya. Dulu Om Dennis seorang hacker terhebat, minta dia ajari saja," sambung Edy mengoper kepada calon menantu super kece ini.
"Oh ya?" Gadis pendek itu merasa tidak percaya sama sekali
"Iya benar, Om ahli bongkar mesin apalagi bagianmu juga bisa, mau dicoba? Biar tau gimana rasanya, aku pastikan kamu ketagihan," jawabnya semangat kalau soal hubungan Dennis paling kece soal ini.
__ADS_1
Tidak perlu ditutupi lagi, karena dia hanya menunjukkan kepada seseorang membuatnya untuk bisa lepas dari jiwanya itu.
Edy dan Nella senyum bahagia bagaimana jika keluarga somplak ini seperti dunia nyata mungkin akan berada jungkir balik dunianya.