I Love Mr. Cuek

I Love Mr. Cuek
Obat Ciuman


__ADS_3

"Cepatan Om, lambat banget sih jalannya, keburu tutup minimarket nya!" rengek Rara berhenti di pinggir jalan menunggu Dennis jalan begitu lambat kayak siput.


Soalnya pria itu memang sengaja lambat jalannya agar gadis belia aneh itu berubah pikiran.


"Iihh... Om ini! Ayo, cepatan! Lambat banget sih," Di tariknya pria itu, tenaganya mana seimbang dengan Dennis.


Sekali tarikan, tubuh Rara mundur dan menabrak dada bidang Pria tinggi berkata sipit itu. Di rangkul leher gadis belia itu. Membuat Rara tercekat diam tanpa bergerak sedikit pun.


"Mau cari di mana lagi?" tanya Dennis bersuara.


"Di mana saja boleh, tadi di sana simpang empat ada," jawabnya


"Mana ada buka, salah lihat kali."


"Ada loh, Om. Karena Om jalannya kayak siput jadi keburu tutup," ngeyel nya.


"Masa?"


"Ihh... Om ini! Makin aneh saja, salah makan apa, sih, sama Mama?"


Pria itu tersenyum kecil menahan agar tidak ketahuan oleh gadis belia ini. Bahwasannya dia mengerjai nya. Memang di simpang empat tadi masih buka swalayan minimarket. Hanya saja dia sengaja perlambatan jalannya biar bisa berduan sama ABG ini.

__ADS_1


"Om, kenapa bisa suka sama Rara? Bukannya Rara yang kejar, Om, ya?" tanyanya sambil menjilat es krim walls.


"Karena ... kamu sudah mengambil hatiku," jawabnya si Dennis ikut menjilat es krim Concerto.


"Bukannya hati, Om. Untuk kekasih cantik itu? Yang sering berdebat minta penjelasan sama Om." tanyanya lagi.


"Hmm..." lenguh Dennis sambil mencari alasan lain.


"Memang Om nggak boleh suka sama gadis aneh seperti kamu? Papamu saja sudah serahkan kepadaku?" lanjutnya menjawab.


"Memang Papa bilang apa sama Om? Kawin lari? Kalau begitu sekarang saja... Mumpung masih malam, sepertinya di sekitar sini ada Hotel." Celingak - celinguk cari penginapan.


"Kawin lari? Memang kamu sudah siap, nanti malah jerit dikiranya siksa anak orang pula." seru Dennis mulai menggombal nya.


"Benaran, lihat gajah belalai saja sudah teriak kayak setan. Kalau benar yakin, ayo... Biar kamu tahu bagaimana pria dewasa sudah terangsang sesuatu yang masih muda dan manis." Dennis kembali menggodanya.


Sebutir kelereng sangkut di tenggorokan milik gadis belia ini. Belum lagi sebiji jagung siap meluncur dari kulit tersembunyi. Padahal cuaca malam hari terlihat dingin.


"Hatchi!" seketika Rara bersin.. Tidak sengaja membuat Dennis menjauh dari wajahnya.


"Maaf, Om! Hatchi!" di gosok hidungnya yang gatal itu.

__ADS_1


"Ya sudah pulang, yuk! Masuk angin, pakai baju pun tipis. Mau goda Om, ya?" Di Pakaikan lapisan baju dari Dennis kepada gadis belia aneh ini.


"Siapa juga mau goda, Om. Orang aku mau goda tuh satpam!" elaknya lagi kini bukan menggunakan kata "Gue" lagi.


"Masa?"


"Masak di dapur, Om! Hatchi!" Bersin lagi, kali ini berulang kali bersinnya sehingga hidungnya yang putih menjadi merah.


Beberapa jam kemudian, di kamar Rara duduk di atas kasur menyelimuti dirinya sangat tebal, tubuhnya menggigil, meriang dan di campuri oleh bersinnya lagi.


Dennis masuk membawa segelas air hangat dan obat. Nella dan Edy sudah tertidur lelap, tidak akan bangun apabila langit gelap menjadi terang menerang.


"Nggak mau minum obat, pahit!" di tutup mulutnya menggunakan tangan sendiri.


"Namanya juga obat, kalau nggak minum sakit, kasihan hati Om, kalau lihat gadis belia aneh ku jatuh sakit. Siapa dong menghibur hatinya?" Rara tidak menanggapi, mendelik kedua matanya, kok Om Oli - nya jadi aneh begini.


"Oke, Rara mau minum obat, tapi dengan cara mulut kemulut, bagaimana?" permintaan yang paling konyol dari gadis aneh ini.


Dennis diam memikirkan cara lain, masa transfer mulut ke mulut. Itu bukan sembuh namanya, pancing situasi dan keadaan. Dia bangkit dari jongkok nya kemudian menutup pintu rapat - rapat. Agar tidak ada yang melihat apa yang di lakukan oleh pria dewasa ini.


"Om, mau ngapain?" Rara bertanya

__ADS_1


"Katanya mau melalui mulut ke mulut, bukannya kamu beri kode minta..." Rara terkejut tak menentu, dia belum siap, Pria tinggi bermata sipit itu main nyosor.


Rara merasakan sesuatu rasanya pahit namun tertahan, larut lama rasa pahit tadi menjadi aneh terasa campur manis, ciuman panas pun terjadi dikamar tersebut.


__ADS_2