I Love Mr. Cuek

I Love Mr. Cuek
Gosip aneh


__ADS_3

Hari sudah pagi, sinar matahari menembus kain tebal di pantulan kaca jendela milik kamar penginapan tersebut. Dua manusia tengah tidur berpelukan satu sama lain, Dennis memeluk tubuh mungil si Rara hingga menenggelamkan kepalanya di balik tubuh lebar itu.


Merasa begitu nyaman, namun sesuatu kembali mengganjal di posisi tidur tersebut, Rara membuka kedua matanya begitu lebar  sekali. Di dorong spontan buat posisi Dennis yang tertidur hampir terjatuh dari ranjang lebar itu. Seluruh tubuh milik Rara di tutup sedemikian rupa bagai kepompong.


"Om, jangan ambil kesempatan dalam kesempitan ya! Om, mau bikin mata ternoda tidak perawan lagi?" Rara merepet di cuaca pagi sekali.


"Apaan sih! Ternoda apanya! Ah... kamu ini..." Dia bangun dari posisi berbaring nya. Menguap lebar - lebar merasa arwahnya belum kumpul semua.


Dia melirik gadis itu tertimbun selimut tebal, hanya sisa kepalanya. "Kenapa dirimu? Dingin?" tanyanya


"Enggak! Lindungi dari dunia penodaan," jawabnya


"Dunia penodaan?" ulangnya


"Iya, mataku sudah ternoda karena lihat gajah belalai dibalik itu, Om! terus mataku ternoda karena berpelukan lagi sama Om!" terangnya.


Dennis memutar kedua bola matanya, dia lebih memilih untuk  segera turun dari ranjang lebar, segera masuk ke bathroom


"Om, mau kemana?" tanyanya turun seperti pocong lompat-lompat.


"Mau mandi, lah! Kamu mau ngapain! Jangan mulai lagi, ya," jawabnya mundur beberapa langkah.


Sedangkan Rara mencoba melepaskan selimut dari balutan melingkar itu.


"Bareng-bareng yuk!" serunya, mendekati pria tinggi itu. Pendek banget sih si Raranya.

__ADS_1


"Nggak!" bantah nya


"Bareng Om!" ngototnya.


"Nggak!"


"Bareng!"


Orang yang lewat dari lorong penginapan terdengar suara keributan di dalam kamar bernomor 179. Sehingga tukang pembersih tidak jauh berdiri di sana. Senyum - senyum mendengar suara teriakan seorang gadis buat yang lain menggeleng kepala.


"Om... itu belalai gajahnya kok berdiri!" teriak si Rara. 


"Kamu ini! Diam!"


"Nggak! Tutup nggak! Mataku ternodaaaa....!"


"Tutup nggak!"


Di luar  para house keeping, penginapan lainnya. Mulai berbisik - bisik aneh.


"Zaman sekarang aneh saja ya. Perkawinan pun bisa heboh begini. Bagaimana nantinya kalau punya anak," gosip para house keeping


"Itu masalahnya, kalau kamu dulu kayak begini nggak?" tanya wanita tua.


"Nggak pernah, malu dong teriak - teriak."

__ADS_1


"Tapi, bukannya kamar itu, GM ya? Pak Dennis? Terus suara tadi...."


"Apa jangan-jangan dia sudah..."


Ceklek!


"Ssttt... Pagi, Pak..." Mereka menyapa Dennis dengan setelan jas kantor berdasi cukup tampan lah.


Ekspresi wajahnya berubah tidak memunculkan wajah ramah. Dia pun keluar, tak lama kemudian Rara keluar dari kamar itu dengan pakaian sedikit kendor tenggelamlah.. Dia pakai bajunya Om Oli.. Habisnya baju dia pakai basah.


"Om, tunggu!"


Para pekerja kembali berbisik gosip, mulai berita buruk tentang mereka berdua.


"Itu bukannya putri dari Pak Edy? Terus apa hubungan dengan  Pak Dennis?" pertanyaan mulai beredar di seluruh gedung perhotelan ini.


Pagi menjelang siang, Rara masih berada di kantor pria bermata sipit itu. Ketika Dennis keluar melihat aktivitas pekerjaan, karyawan kantor. Tidak sengaja mendengar gosip dari di dalam gedung tersebut.


"Masa sih? Wah beruntung banget itu cewek. Aku mau dong! Tapi, benaran nggak, nanti cuma isu doang." kata wanita bekerja di bagian resepsionis.


"Benar loh, sampai teriak-teriak. Pasti sudah lama berhubungan. Apalagi putrinya Pak Edy cantik manis. Cuma ya harus sabar hadapi tingkah absurd nya."


"Iya juga, ya. Wahh... berarti Pak Dennis benaran sabar hadapi gadis remaja itu. Semoga saja cepat nikah dan kasih Pak Edy cucu."


"Ekhem!"

__ADS_1


Suara deheman mengagetkan para pekerja di sana. Mereka pun pura-pura sibuk padahal tidak ada pengunjung yang datang.


Sialan! Gosip aneh mulai beredar, jangan sampai Edy mendengar bisa mampus hadapinya.


__ADS_2