I Love Mr. Cuek

I Love Mr. Cuek
Flue


__ADS_3

Tea Garden tempat kafe turun menurun dari para remaja hingga dewasa. Sebenarnya Marcello malas banget kesini kalau bukan desakan dari gadis tomboi somplak.


"Kamu mau makan apa? Cepatan! Aku nggak punya banyak waktu disini!" cercanya kesal kelamaan pesan menu makanan.


"Sabar dong, kak. Sabar itu disayang sama Tuhan. Kalau Kak Ello sikap begini terus bisa-bisa jatuh hati sama aku, loh!" ucapnya senyum kembali melihat menu makanan.


Marcello mendelik lebar matanya, nggak adik sepupunya sikap mereka tidak jauh beda yang dia lihat sekarang. Tapi kalau dilihat sekali lagi cowok playboy ini tidak bosan-bosannya lihat muka imut itu. Tomboi sih iya, tapi kalau sudah judesnya mungkin dia bakal babak belur.


"Mbak!" teriak Dina memanggil salah satu pelayan di kafe ini. Marcello masih sibuk sama gadgetnya.


"Mau pesan apa, Mbak?" tanya pelayan ini mulai menulis pesanan disebut oleh gadis tomboi itu.


"Baik, Mbak mohon tunggu sepuluh menit akan disiapkan pesanan anda. Apa ada tambahan lagi?" Pelayan itu bertanya sekali lagi.

__ADS_1


"Es krim jumbo rasa nangka satu porsi untuk hidangan penutup. Kalau ada menu pencuci mulut satu porsi juga, ya, itu saja." ucapnya kemudian berikan buku menu kepada pelayan cantik itu.


Setelah memesan dengan baik, cowok playboy itu melirik pelayan menjauh dari tempat mereka terkejutnya lagi olehnya itu makanan yang dia pesan tidak lebih tanggung dari adik sepupunya si Rara.


"Yang benar saja  bisa habiskan semua makanan yang kamu pesan itu? Es krim, buah, manisan, apa nggak kendor tubuhmu itu? Nggak takut gemuk?" cicitnya Marcello bukan apa - apa sih. Cuma dia tau gadis tomboi ini mencoba menguras semua mata uangnya.


Biasanya tipe gadis seperti dia memang suka begitu, ketemu cowok ganteng embat semua. Di luar negara saja sudah sering dia jumpai seperti gadis tomboi beginian. Tampang boleh cantik tapi kalau dari dalam hati pasti coba menyiksa kantong cowok ganteng.


Dia nggak bakalan terbuai oleh muka cantik tapi busuk, buktinya adik sepupunya juga begitu. Setiap dia pulang dari Jerman ada saja mau ini itu, sayangnya Rara - adik sepupu kalau bukan mungkin sudah di tendang jauh-jauh dari peredaran dunianya.


"Nggak bakal gemuk kok, kurus-kurus begini kuat kok. Tenang saja di jamin uang Kak Ello nggak bakal kempes kalau makanan yang aku pesan itu habis dalam sekejap," jawabnya santai melihat pemandangan diluar banyak mobil yang lewat kemacetan tak terhingga itu.


Sementara dirumah minimalis itu gadis ABG absurd ini dari tadi bersin terus menerus tanpa henti. Hidung merah bagaikan badut terlihat jelas. Dennis sibuk di dapur buat air panas dan obat ramuan untuk calon istrinya. Padahal cuaca hari ini cerah banget.

__ADS_1


Bersin tiga kali sangat menyiksa banget, cowok tengil itu baru saja pulang dari apotek farma beli obat flue untuk sahabat kecilnya. Nella dan Edy lagi sibuk diluar rumah mengurus persiapan pernikahan dua pasangan absurd ini.


Rara duduk di ruangan tengah menggigil, sudah dua selimut tebal melingkar di tubuhnya. Dia bingung sama tubuhnya kenapa mendadak pilek sih. Padahal tadi masih aman saja waktu berduaan di kamar.


"OM OLI...!" teriak Rara serak tenggorokan kering butuh menyejukan disana. Dennis sangat antusias begini-begini general manajer  punya ahli koki juga.


Didi duduk di samping sahabatnya berikan obat flue dan minuman hangat kepadanya. Dennis tidak mau kalah juga malah menarik obat tablet warna ungu dari peredaran biadab itu. Rara baru saja akan meminumnya.


"Minum ini saja, lebih hangat untuk tubuh kamu. Kalau minum obat ini nanti malah terobsesi ngantuknya." kata Dennis berikan minuman hangat kepada calon istrinya.


"Jangan salah obat ini malah khasiat mereda pilek yang baru menyerang. Minum ini saja, ya, Ra. Biasa kamu juga minum obat ini," sambung Didi tidak mau kalah dari pria sipit itu.


Rara jadi bingung sama dua lelaki tampan ini. Dia lagi sakit malah direbutkan. Hidung Rara kembali geli-geli gatal, dia akan bersin untuk sekian kali dalam hidupnya.

__ADS_1


"SUDAH DIA - HAT - CHIIIIUUU...!!!" Virus dari gadis ABG ini menyebar dua lelaki tengah berargumentasi antara ramuan khasiat super.


Rasanya hidung gatal dari gadis aneh ini sedikit lega, tapi bagaimana dengan dua lelaki di depannya? Mungkin akan mendapat siksaan mengerikan hidup masing-masing.


__ADS_2