
Tiara Adilla Kusuma
Dennis Lawendra Lee
Nella Maulana Kurniawan - Ibunda Rara
Edy Susanto Kusuma - Ayahanda Rara
Marcello Sebastian Kusuma - Sepupu Rara
Luna Sebastian Kurniawan & Alex Chandra Kusuma - keluarga Marcello
Laura Hestia Jeniffer - Mantan Kekasih Dennis
Oke guys, kalian sudah tahu cast mereka, saya suka karakter tokoh versi aktor dan aktris china & taiwan. Mungkin kalian tahu siapa mereka bukan?
__ADS_1
Jadi sudah semangat menunggu lanjutan cerita mereka?
Semoga kalian suka ya. Maaf jika ada beberapa bahasa tidak kalian pahami. Karena bahasa saya lebih banyak menggunakan bahasa daerah sehari-hari boleh di katakan bahasa melayu.
Terima kasih kalian sudah mampir kecerita absurd ini semoga cerita ini terhibur untuk kedua kalinya.
Mohon tunggu kelanjutan berikutnya.... Xie Xie....
****Selamat membaca****
Rara bartender di depan bathroom bertolak pinggang menunggu pria tinggi bermata sipit itu keluar dari dalam.
"Om...! Cepatan...! Rara udah nggak tahan nih!" teriak gadis remaja aneh nauzubillah itu.
Sedangkan Dennis berada di dalam dengan santai mandi di shower penutup kaca itu. Tidak menghiraukan si gadis aneh ada di luar berteriak-teriak kayak setan.
Buka pintu bathroom sosok setan aneh itu tidak ada di kamarnya sekarang. Dennis mengacak rambutnya habis keramas dan basah, sementara handuk lekat di pinggangnya, terpampanglah dada bidang yang indah itu di kulit - kulitnya.
Pria itu merasa udara angin malam masuk ke kamar penginapan itu. Dari balik golden hitam abu-abu hembusan angin. Dia pun melangkah dekat arah golden itu.
Terdapat sosok gadis kecil tengah duduk menopang dagu menatap pemandangan di depannya, sambil mendengarkan lagu ada di telinganya. Suara lenguhan terdengar oleh pria tinggi bermata sipit turut mendengarkan suara nyanyian itu.
"Hoaamm! Uuhh... tidurlah," gumamnya bangkit dari duduknya saat berputar badan, kedua matanya melebar, apa yang dia lihat tepat di hadapannya itu.
Alamak, itu itu itu... nggak salah lihat... mata gue!
"Aaa argghhh...! Mata gue ternoda!" teriaknya masuk kedalam sambil menutup wajahnya tanpa melihat sekitar.
__ADS_1
Tersandung kemudian tidak sengaja sesuatu yang dia tarik itu buat pria bermata sipit terkejut lalu menunduk apa yang terjadi dengannya.
Rara membuka mata dan semakin lebar selebarnya hampir keluar dari penglihatan sulit di sebutkan kata-kata, apalagi terperangah. Dennis sebalik bengong menatap gadis aneh nauzubillah menunjuk sesuatu pada dirinya sendiri.
"AAAARRRRGGHH...!!!!!" teriakan mereka berdua mengguncang seluruh ada di kamar penginapan.
****
Detak jarum jam bersuara tak ada tanda kata-kata yang keluar dari mulut dua pasangan di kamar ini.
Saling membelakangi posisi tidur mereka, Rara menghadap arah jendela tertutup oleh kain golden tebal berlapis-lapis sedangkan Dennis malah memainkan lampu hias mati hidup seperti orang tolol.
Kejadian beberapa jam yang lalu benar sesuatu paling memalukan, harga dirinya jatuh akibat gadis remaja aneh nauzubillah ini. Entah bagaimana menatap muka gadis itu, pasti akan teringat kejadian menjengkelkan baginya.
Sementara Rara malah diam gigit jari jempolnya masih tidak bisa di percaya, matanya ternoda kembali untuk kedua kali melihat tubuh pria tinggi bermata sipit itu.
Bukan maksud apa-apa untuk permalukan dirinya di sini. Cuma, masa sampai harus lihat bentuk aneh itu. Panjang, dua anggur, semakin di ingat dia semakin khilaf.
"Apaan sih!" bangkitnya terduduk, lalu pria bermata sipit menoleh menatap gadis itu merengut sambil mencibir bibirnya manyun.
Rara tidak berani melihat wajah pria itu, karena semakin di lihat wajahnya merah seperti air mendidih saat di panaskan.
"Jangan lihat Rara seperti itu! Rara mau tidur!" Dia turun dari tempat ranjang di ambil bantal dan guling terus selimut tipis.
Dia akan tidur di sofa, begini lebih baik. Posisinya membelakangi Dennis. Pria bermata sipit itu menatapnya lekat-lekat tidak bisa lepas dari tubuh kecil bikin gemas.
Masih subuh dini hari, detak jarum jam masih terdengar di badan tembok itu. Kedua pasangan itu masih belum terpejam mata. Masih terjaga hingga sekarang.
"Gue nggak bisa tidur!" pekiknya bangun dari tidur, sedangkan pria ada di atas ranjang besar malah nyenyak.
__ADS_1
Rara antara ragu untuk kembali ke tempat ranjang itu. Cuma di sofa nggak nyaman, tanpa ada rasa malu dia pun berjalan perlahan. Takut menganggu tidurnya pria itu. Rara pun berbaring berhadapan. Semakin hari di lihat, Rara senyum sendiri pada akhirnya dia pun terpejamakan kedua matanya berangkat ke alam mimpi.
Sebaliknya pria yang dari tadi pura-pura tidur, melihat wajah imut tapi nyebelin tetap gemas. Suka banget sama tingkah absurd nya itu. Bagaimana selanjutnya ketika dia mulai jatuh cinta dengan gadis aneh ini.