I Love Mr. Cuek

I Love Mr. Cuek
Manja-Manja


__ADS_3

Masih jalan-jalan ke kota Batam, sekarang mereka kembali menjelajahi pantai


berikutnya. Rara mencari di Google ada beberapa wisata Pantai di Kota Riau ini.


Satu bulan ini apakah ia bisa menginjak tempat itu.


Pantai Tanjung pinggir dapat melihat kota Singapore


dengan jarak beberapa kilometer biasanya setiap tahun baru para wisatawan suka


berkunjung untuk kumpul melihat kembang api. Pantai Tanjung Pinggir juga


menjadi destinasi wisata di Batam yang asyik untuk dijujuki. Selain menawarkan


pantai yang indah, bersih dan berpasir putih, kamu juga bisa mengintip


kemegahan Singapura dari kejauhan.


Masih banyak lagi lima belas tempat yang harus di


tempuh dan di jujuki lokasi itu. Yang buat Rara kagum adalah Ocarina berupa


Kincir angin besar. Karena perjalanan jauh mereka beristirahat sejenak, kadang


kala gadis itu minta di gendong kebelakang punggung suaminya karena kelelahan


berjalan kaki.


"Setelah ini istirahat ya, lihat nih mukamu keringatan terus sampai marah-marah


merona." Di bantu keringkan keringat bercucuran biji jagung itu di kening


istrinya.


"Kamu juga, masih banyak lagi yang harus kita jelajahi. Kira-kira satu bulan bisa jelajahi


semuanya nggak?" celoteh Rara kepada suaminya


"Bisa sih yang dipentingkan itu kondisimu, kalau terlalu lelah nanti malah makin repot


lagi. Kalau tak bisa jelajahi semua, kamu saja aku jelajahi biar di isi


penghuninya," ucap Dennis gombal.


"Otakmu dari tadi mesum mulu, memang sudah nggak sabar pengin jadi orang tua? Katanya


mau tunda dulu sampai semua matang kayak nasi," cetus Rara lirik sekitar


pantai anginnya sepoi-sepoi.


"Mesum juga karena kamu kalau nggak asyik pancing nikah terus tanya belah durian itu apa,


kamu juga pengin kan jadi orang tua." Dennis menggoda istrinya


senggol-senggol bahunya.


Rara memilih sok kalem menggubris godaan sang suami. Lama kelamaan senyum juga dirinya,


"Iya, deh. Nanti malam kalau nggak capek."


"Benar ya, awas kalau menolak. Bisa-bisa aku ikat kamu biar kewalahan." semangat


empat lima untuk Dennis


Ia bangkit dari duduknya menenteng tas punggung kembali melanjutkan kegiatan pertualang pantai.


"Mau kemana?" tanya Rara


"Lanjut perjalanan, nggak rasa lapar?" jawabnya


"Oh,"


Rara bangun dari duduknya sebenarnya ia malas ke mana-mana soalnya angin pantai sore hari benar

__ADS_1


sejuk rasanya pengin nginap di sini semalaman.


****


Hari mulai gelap waktunya bersiap kembali ke villa penginapan. Perjalanan mereka masih beberapa


tempat. Rasa kantuk untuk gadis ini mulai merapat matanya.


Sampai di villa penginapan, fisik Rara letih jalan pun tidak bersemangat. Akhirnya dihempas


tubuhnya ke atas ranjang medium.


"Mandi dulu, baru tidur," bujuk Dennis membangunkan istrinya


"Malas, capek!" responsnya kembali pejamkan matanya


Merasa tidak ada suara apa pun, gadis remaja ini tidak tau lagi rasa apa pun pada fisiknya,


soalnya seseorang tengah memijat kakinya dan nikmat banget.


"Eung—" erang suara gadis itu posisi tengkurap. Tiba-tiba terdengar pekikan, seketika terbangun sesuatu tengah menarik jari kakinya untuk di bunyikan. Pria bermata sipit duduk di tepi ranjang sementara kedua kaki milik gadis itu di pangkuannya.


"Sakit ya, honey?" Dennis membisikkan telinganya, Rara mengangguk dan kembali untuk tidur.


"Ya sudah, tidur lagi." Ditutupi selimut tubuh istrinya.


Sementara Dennis duduk sandaran kursi panjang mengeluarkan sebatang tembakau sudah lama ia tidak


merokok sejak menikah. Lagi galau si Dennis sampai rokok jadi pendamping kedua.


Sementara istrinya tidur begitu pulas.


****


Masih honeymoon liburan mereka belum berakhir. Hari sabtu adalah malam minggu untuk orang


berpasangan bukan, lalu untuk Rara bagaimana? Seharian suaminya keluar dari


villa tidak kembali-kembali tanpa beri kabar yang jelas.


tidak jelas di tinggal seorang diri paling menjengkelkan baginya.


"Om Oli resek!" teriak Rara seorang diri di kamar.


"Siapa resek?" dikejutkan oleh suara tak asing baginya.


Rara menoleh merengut sebal sama suami pulang tak ajak-ajak. Dennis menghampirinya pagi-pagi


ia keluar sedang mengerjakan sesuatu.


"Kok merengut seperti itu?" tanya Dennis "Om kemana sih? Cari bule cantik


ya!" jawabnya langsung


 


"Nggak, cuma cari angin doang sambil lihat matahari terbit," ucapnya


berbohong.


"Kok nggak banguni aku! Nggak seru, puasa nanti malam!" merajuknya kembali membaringkan tubuh dengan tutupan selimut.


"Malam puasa nggak apa-apa sekarang masih boleh kan," tarik selimut menutupi tubuh istrinya


"Nggak boleh!" teriaknya meskipun terdengar kecil


Dennis tau cara agar istrinya menyerah caranya mengeritik kakinya. Reaksi pun berlebih Rara


tidak tahan dengan kritikan bagian telapak kakinya.


Dennis menyelinap masuk secara diam-diam ke dalam selimut tebal. Di pagi hari


seharusnya menikmati pemandangan alam yang indah.

__ADS_1


Permainan gulat baru saja di mulai, ciuman hangat dari mereka berdua. Dennis menindih Rara


posisi bawah. Sensasi hangat dan panas tidak boleh di lewatkan, ia harus


berhasil bening cinta di rahim istrinya. Dennis mendengar suara merdu malu dari gadis remaja berikan irama semangat. Irotisnya nada mereka berdua di villa pagi hari menyemangati gejolak bumbu cinta dalam bening


di dalam. Panas membara tidak terkuasa oleh pasangan pengantin ini.


****


Hari telah siang Rara masih malas untuk bangun dari posisi tengkurap selama berjam-jam setelah


hubungan suami istri tadi. Dennis tengah sedang menyiapkan makan siang dengan


hidangan sederhana.


"Bangun, Honey," Dennis mencoba membangunkan istri pemalas ini.


Kurang cukupkah hubungan mesraan tadi. Rara masih belum ingin buka kedua matanya. Tubuhnya


terasa sangat pegal.


"Eum ..." lenguhnya dalam nada lesu.


"Makan siang dulu, katanya mau jalan-jalan ke mall?" bujuk lagi Dennis


membangunkan istrinya.


"Besok-besok saja, lagi malas ke mana-mana," ucap Rara


Dennis mengangkat tubuh istrinya di bakti beberapa selimut di badan seperti kepompong


teringat pertama kali di penginapan hotel ia tinggal itu.


Kepalanya terkulai lemas menyandarkan ke pundak suaminya. Kemudian kedua tangan yang di


dalam selimut melingkar leher Dennis.


"Sakit!" manjanya,  Rara menggeleng kepala cepat-cepat


"Jadi?" Dennis makin bingung sendiri.


"Semuanya, pergi SPA yuk! Remuk badan Rara. Om terlalu semangat mainnya, amsyong


tulang-tulangku." rengut nya mengomel dan menyalahkan suaminya.


Dennis senyum tipis, "Namanya juga sudah tidak tahan. Tapi pengin cepat bawa penghuni


baru kerumah."


"Ya, nggak sampai dua kali ronde dong! Mandiin kalau begitu!" Rengek Rara minta


aneh-aneh nih.


"Pancing lagi nih, kalau aku mandiin bukan selesai tapi malah naena!" bisik


pelan di telinga istrinya.


"Nggak mau tau mandiin! Soalnya aku pengin itu--an!" Malu-malu kucing Rara


menenggelamkan wajah di leher suaminya.


Tanpa ba-bi-bu Dennis mengangkat tubuh istrinya ke dalam Bathroom. Di duduk tempat wastafel


pencuci muka. Terus di nyalakan air bak-nya. Mata Rara masih mengantuk belum


sadar semua arwah-arwah berkumpul di tubuhnya.


Di dalam Bathroom, Dennis menggosok-gosok badan istrinya, terus membantu menggosok


giginya. Rara sangat manja banget dengan suaminya. Dennis menelan air liurnya,


permintaan istrinya aneh saja katanya sakit semua badan. Tapi masih ingin main

__ADS_1


***** lagi.


__ADS_2