I Love Mr. Cuek

I Love Mr. Cuek
Durian saudara Rambutan


__ADS_3

Ini cerita dapat ketika lewat depan rumah lagi musim rambutan dan musim durian ketika kepasar jadi jangan kesemsem ketika membacanya.


....πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ....


Hari merah keinginan Rara kepada Ayahandanya. Janji untuk penghuni baru terkabulkan, Dennis dong. Sekarang mereka sedang berada di suatu tempat, yang bisa dikatakan tempat taman komplek dekat rumah mereka pastinya.


Rara tengah duduk sambil menggoyangkan kedua kakinya di tempat duduk lumayan tinggi. Soalnya dia kan pendek, cebol jadinya kedua kaki tergantung. Sementara Dennis selalu duduk di sampingnya.


Tidak lupa dengan es krim Alice pangkuan gadis mungil itu. Rara tidak jauh beda dengan ibundanya doyan es krim berbentuk buah-buahan unik itu. Kenapa Edy sampai rela buka mini market dekat hotelnya dan produksi kan es krim paling aneh dan langka itu. Agar kelak anaknya itu tidak mengenyel minta belikan es krim paling di sebali.


Biasanya kalau lelaki itu paling tidak suka dengan es krim, kadang-kadang saja menurut para pemerisa katanya saja. Tidak semua kok rata-rata doang.


Menurut pria bermata sipit nih kenapa doyan sama es krim Alice? Karena tertular sama gadis aneh bin ajaib ini. Kalau tidak salah permen semangka yang bentuknya bulat kayak bola kelereng.


Rara memperhatikan es krim ketiganya. Bentuknya sekarang beda, durian. Nah durian paling didoyani sama emaknya.Sekarang dia mau mencobanya. Rasanya tidak jauh beda dengan aslinya. Tetap aromanya durian kok.


"Om tahu nggak kenapa es krim Alice enggak pernah munculkan rasa rambutan?" Rara bertanya kepada Dennis.


"Hmm..." lenguh Dennis berpikir sejenak.


"Kelamaan Om jawabnya," lanjut Rara bersuara, "terus apa dong?" sambung si Dennis mengambil es krimΒ  ada di pangkuannya.


"Nih, Om lihat baik-baik es krim yang kita makan sekarang. Di bungkusan nya saja semua bentuknya mirip dengan buah asli. Panjang, lengkuk, terus kembang. Sedangkan rambutan, bentuknya bulat kayak laici, kalau di olah untuk es krim bentuk bungkusannya kan aneh jadinya." Dia menjelaskan kepada Dennis.

__ADS_1


Dennis menyimak sehingga memahami maksud dari gadis aneh bin ajaib ini. "Terus, Om tahu kenapa es krim durian nggak kasih rambutan di jadikan es krim?" Dia kembali memberikan pertanyaan kepada Dennis.


"Kenapa?" tanyanya, Dennis seperti terhipnotis oleh suara lembutnya gadis aneh ini.


"Karena, durian itu rambutnya berdiri kayak landak, kalau di pegang sakit terus menjauh orang-orang sekitar, kayak landak kalau manusia mendekat tersentuh durinya. Om takut disuntik nggak?" jelasnya dan bertanya lagi.


"Takut," jawabnya benar murid yang pintar.


"Seperti itu, aku juga takut sama jarum, soalnya dia ganas, terus galak nggak suka di sentuh. terlalu sensitif."


"Terus apa hubungannya dengan rambutan?" Dennis balik bertanya.


"Tentu ada dong, Om. Durian dan Rambutan itu bagaikan saudara tak terpisahkan, meskipun durian lebih dulu di lahirkan daripada rambutan. Karena durian ketika saat akan keluar tunasnya tanah yang menampungnya itu tidak sanggup berikan beban lebih lama. Dia rela dirinya berbuah lebih dulu, sebab ketika buah itu jatuh akan membahayakan korban yang bekerja. Sedangkan Rambutan, dia seperti malaikat bersayap putih. Sebagaimana pun dia jelek, tetap banyak orang menyayanginya. Apalagi banyak yang mendatangi untuk rebut. Rambutnya itu tidak membahayakan manusia daripada durian."


Dennis yang dari tadi menyimak itu, terdiam dan menatap pohon berbuah merah-merah sangat segar apalagi seperti sesuatu meminta untuk memanjat tubuhnya.


"Om!" panggilnya si Rara, "Ah, iya, ada apa?" sahutnya bengong.


"Om sayang sama Rara, nggak?" tanyanya lagi kali ini Rara senyum manis menatap seperti memohon.


"sayang," jawabnya, "Seberapa sayang?" sambung Rara


"Seperti Rambutan di sayang sama semua orang," jawabnya, dalam hati Rara lompat-lompat bahagia berhasil mengerjai Dennis.

__ADS_1


"Benarkah? Jadi Rara boleh minta apa dong?"


"Iya, apa saja."


"Kalau begitu, Om mau nggak panjat rambutan itu, sepertinya enak apalagi merah. Pengin cicipi saat di gigit jadi dua."


"Maksudnya panjat itu, bukannya monyet ya?"


"Memang," jawab Rara.


Dennis duduk di taman seperti orang begok, bloon. Menatap gadis mungil sudah menjauh dari tempatnya. Suara teriakkan dari jauh membuat Dennis kembali berlari mengejar gadis cebol itu. Di kerjai lagi sama dia, benar otaknya encer banget.


"Om sudah janji mau panjat!"


"Nggak!"


"Ya, mau ya? Tak cium deh sebagai penyemangat cinta Rara ke Om!"


"Lagi dong, masa sebentar saja?"


"No way! Ini umum, nanti kalau sudah sah"


"Ya sudah besok kita nikah!"

__ADS_1


__ADS_2