
Sejak kejadian lamaran dari pria tinggi bermata sipit itu, akhirnya Rara tidak menunjukkan muka cemberut, marah atau segala macam ekspresi menyeramkan. Sekarang dia mulai manja dengan pria bermata sipit ini, entah apa saja yang diucapkan sama gadis cebol aneh bin ajaib ini.
Sampai ayahnya sendiri diabaikan, cuekin, terus meninggalkan seorang diri paling belakang. Saat akan ke mall lengket kayak perangko, sekarang sudah berpindah tempat sepi banget dunia Edy.
"Om, liburan nanti ke Korea, Jepang, ke Kangguru, Okey?" mulutnya enggak pernah capek atau pun lelah. Dennis mendengar sampai kedua matanya ingin memejam sejenak.
"Om dengar nggak sih?!" Mulai deh kesalan Rara terhadap calon suaminya.
"Dengar kok, sayang. Ke kangguru ngapain? Memang kamu mau tanding tinju sama dia?" Dennis bertanya kepada Rara.
"Mau lihat doang, sekalian jumpa kembaran Om dong!" jawabnya mengasal.
"Kembaranku?" ulangnya, "Iya, kembaran Om kan, Kangguru. Super cuek, terus kalau di sentuh dikit saja main cium - cium segala." katanya menjelaskan.
"Aku cium kamu tanda cinta mati, habisnya kamu nggak pernah diam. Nggak capek mengoceh terus, apa perlu aku cium di depan umum lagi? Kalau bisa..." Dennis membisikan sesuatu di telinga Rara.
Rara membekap bibirnya rapat-rapat, tanpa ada ampunan cubitan pedas darinya membuat pria itu tertahan hingga wajahnya berubah menjadi merah padam.
Gadis itu pun pergi begitu saja, tidak menghiraukan kembali calon suami yang super mesum tidak tertolong lagi. Entah kenapa sifat asli pria tinggi bermata sipit itu makin hari mulai memunculkan taring gigi dan tanduknya.
__ADS_1
Tetap saja bagi pria normal seperti Dennis hal itu sudah biasa untuk setiap wanita yang diimpikan. Untuk saat ini gadis aneh bin ajaib ini masih malu kucing tapi setelah menjadi dunia hidup mereka, kebahagiaan berubah waktu yang singkat dan mengesankan.
Sampai di rumah minimalis bertingkat dia setengah lantai. Gadis remaja itu masih setia merapatkan bibirnya untuk tidak membuka dan berbicara dengan pria terus mengikuti dari belakang.
Suara televisi dari ruangan tengah sangat jelas, lirikan matanya menemukan sosok seseorang sangat dirindukan olehnya itu.
"Abaaangg Marcellooo...!!!" teriak gadis remaja petir recehan kembali menggemparkan rumah itu.
Marcello menoleh seketika terjungkal ke belakang pelukan lumayan kuat dari gadis remaja ini. Membua cowok tampan campuran itu menahan napas.
"Aduh! Kamu ini," Marcello bangun dari posisi terbalik belakang itu.
"Abang kapan pulangnya? Kok Rara nggak tau?" tanyanya duduk di samping bermanja-manja. Merasa pria tinggi berdiri masih ada diposisi yang sama.
"Baru sampai, kamu kemana saja? Kata Tante Nella kalian ke mall? Paman Edy kemana? Terus... situ Siapa? Calon suamimu?" Pertanyaan bertubi-tubi keluar dari mulut seksi cowok ganteng ini.
"Bukan siapa-siapa, kok, Bang. Cuma patung pajangan," jawabnya asal anggap Dennis itu tak ada.
Pria menahan rasa cemburu, dia harus sabar menghadapi tingkah absurd nya. Ini hukuman baginya, ya, dia menganggap ini hukuman. Dia ikut bergabung mereka, dan bercengkrama.
__ADS_1
"Abang sepupu Rara ya? Dennis calon suaminya," ucap Dennis tanpa ba-bi-bu mengulurkan tangan ke depan.
Marcello membalas sambutan sopan itu. Perbincangan mereka pun berlangsung sehingga Rara bosan sendiri, karena di cuekin oleh dua pria biadab ini.
"Kamu mau kemana?" tanya Marcello, "Mau ke dapur." jawabnya.
"Sudah duduk di sini dulu, abang mau tanya sesuatu sama kamu," ucapnya menarik tangan Rara kembali duduk.
Sebenarnya Rara mau menghindar dari calon suaminya. Soalnya sikap pria mata sipit ini aneh banget. Tatapannya benar berbeda.
"Om kenapa lihatin Rara begitu?" tanyanya horor.
"Jadi kalian kapan nih belah durian? Nyicil saja dulu. Nanti sudah hari H nya baru tuntas semuanya." sambung Marcello.
Rara melotot abang sepupunya ini, "Maksudnya apa? Belah durian? Nyicil? Menang kredit rumah pakai nyicil?"
"Ah, masa kamu nggak tau sih, nyicil belah durian. Om, kasih tau dong calon bini - mu. Sudah mau dekat pernikahan masa nggak tau, nggak usah pura-pura pikun deh, Ra." Goda Marcello senyum-senyum.
Rara diserbu oleh dua pria ini, dia benar bingung untuk jawab maksud tatapan mereka itu apa? dan tatapan calon suaminya itu. Tak kan kemudian dia teringat sesuatu buat dirinya sulit untuk mengeluarkan semuanya.
__ADS_1
"NGGAK MAU....!!!!"