
Suasana rumah sangat sunyi banget muka gadis remaja itu merengut terus. Pokoknya itu bibir tipis manis menciut maju kedepan. Karena apa, kejadian tidak sengaja tadi adalah ketika Dennis akan mencoba mencium bibir imutnya itu, tidak sengaja terpeleset sesuatu.
Jadinya belakang kepala si gadis ini kembali terbentur sama tembok yang amat keras luar biasa. Sangat miris banget nasibnya hari ini. Dennis benar tidak sengaja, kenapa bisa pula tergelincir sama kain lantai di sana.
Sekarang masalahnya adalah Rara sedang ngambek sama pria bermata sipit itu. Padahal sudah beri ciuman maaf padanya tetap masih merengut. Dennis sampai menggaruk pangkalan hidung tidak gatal itu mencari cara agar calon istrinya ini tidak merengut kayak jeruk nipis sudah mengering itu.
"Es krim datang! Mumpung cuaca hari ini benar sangat panas, nikmati es krim Alice dulu ya," ucap Nella meletakkan satu kotak atas meja.
Rara langsung mengambil mungkin ada tiga bungkus es krim setelah itu dia meranjak pergi begitu saja tidak mempedulikan Dennis yang baru akan mengambil rasa kesukaannya.
Nella mengangkat bahu, Dennis menyusul gadis itu kemana dia pergi. Rara berada di taman belakang dekat kolam renang. Duduklah dia di sana es krim yang dibawanya itu taruh kesamping.
Dia mulai membuka bungkusan rasa jagung, rasa ini benar enak. Dennis melangkah tanpa bersuara ikut bergabung dengan gadis aneh ini.
Dia mencoba mengambil perlahan-lahan, malahan di pindahkan dua bungkus eskrim itu dari peredaran. Padahal Dennis mengharap banget itu eskrim di cicipi, tenggorokannya pun kering.
__ADS_1
"Om, minta eskrimnya boleh?" memohon harap dikasih kalau tidak ya terpaksa dia masuk kembali.
Kasihan banget Dennis dicueki sama calon istri. Dennis bangkit dari duduknya masuk ke dalam tak berapa lama kemudian dia kembali lagi membawa segelas minuman ukurannya boleh di bilang jumbo.
Dia juga tak mau kalah, untung ada sirup kurnia di campur buah rambutan terus jeli kelapa dan es batu. Rasanya benar seperti es buah deh. Rara mulai menginginkan apa yang di minum oleh calon suaminya itu.
"Om, minum apa kok rasanya enak banget sampai bersuara?" tanya Rara memajukan tubuhnya lebih dekat pada pria itu.
Pria bermata sipit itu malah pura-pura nggak mendengar tetap menikmati minuman sirup buah, apalagi dia putar tubuh membelakangi gadis itu.
Tidak perlu banyak waktu untuk berpikir gadis itu langsung meminum tanpa adanya rasa dingin para gigi ataupun rahangnya. Dennis malah mendiami tak berlama melongo apa yang dia lihat. Kosong tidak ada sisa sedikit pun di dalam gelasnya.
"Om, buat lagi, enak!" ucapnya manja.
"Buat sendiri!" Gantian Dennis merajuk di ambil bungkusan eskrim yang hampir meleleh itu.
__ADS_1
"Buatin!" sengitnya di sodorkan gelas itu.
Dennis tidak pedulikan menikmati es krim lebih sedap. "Aakhh!" Dennis meringis kesakitan apa yang dilakukan oleh gadis aneh ini.
Tangkai es krim mengenai gusi depan saat Rara memukul tangan untuk tidak menikmati kesegaran dingin.
"Sakit ya, Om?" malah tanya lagi
"....."
"Mana lebih sakit, gusi atau kepala Rara?" di tanya lagi. Sorot kedua mata gadis ini aneh, menyeramkan.
"Sakit kepala kamu," jawab Dennis ragu
"Jadi buat minumannya lagi. Jangan harap dapat JATAH!" bentak terakhir sehingga Dennis bangkit berdiri dan segera buatkan minuman untuk tuan putri manis dan seram.
__ADS_1