
🎶Aku menangis karna sayang padamu
Aku bersedih takut kehilanganmu
Disini ku menunggu dan menunggu🎶
Jangan ... menangis..., Jangan ... bersedih ...
Ku pasti kembali untukmu disiniiiiiii...!!!
Tetaplah kau menanti...
Kekasihkuuuuuu Oohhh Ouuwww...!!
"Aduuhh...! Om sakit! Pelan-pelan dong!" desis gadis aneh masih sempat-sempatnya memarahi calon suami.
"Sorry..."
Rara kembali untuk melanjutkan nyanyiannya sebelum itu dia mengecek lagu yang buatnya lebih galau lagi.
Katamu cintaku berlebihan
Cemburuku tak beralasan
Membuat dirimu tak nyaman
Maafkan aku, sayaaaaanggg....
Aku takut kehilangan dirimu
Aku takut, takut kehilanganmu
__ADS_1
Aku takut kehilangan cintamu
Aku takut hidup tanpa dirimu
Aku tak akan bisa, aku yang bisa gila
Bila kau pergi meninggalkanku
Oh...
Perasaan pria bermata sipit sepertinya calon istri ini tengah menyindir dirinya dengan lagu super galau ini. Masih berlanjut memijat kaki gadis aneh ini, entah pikiran darimana itu muncul semakin naik, naik, naik dan sampai di bagian tidak diduga nya.
Otak mesum masih merajalela di mana-mana tidak peduli dengan teriakan atau cakaran dari calonnya, sudah ujung tanduk ingin melunasi semua permainan konyol ini.
Katamu cintaku berlebihan...
Cemburukutak beralasan
Bagaikan burung dalam sangkar
Kedua alis gadis aneh ini mulai merasakan keanehan dibagian pangkalan pahanya. Ada rasa geli, tapi di tahan malah melanjutkan nyanyiannya.
Aku takut kehilangan dirimu...
Aku takut, takut kehilanganmu...
"Om! Geli!" Ditahan tangan kekar itu di pahanya.
"Hm..." Dennis malah pura-pura nggak tau dilanjutkannya lagi.
Gadis itu sudah tak tahan ingin ketawa, jari jenjang panjang milik calon suaminya sudah di pinggang ramping tubuh mungil itu.
__ADS_1
"Om... sudah... Geli...!" Dia sudah tidak tahan siksaan kritikan dari pria mata sipit itu.
Dennis bahagia bisa kembali mengerjai gadis aneh bin ajaib itu, jika sudah sah menjadi suaminya bagaimana kehidupan barunya nanti.
Rara berusaha lepas dari kritikan jenjang tangan jahanam itu. Dengan cara satu-satunya yaitu memukul dengan bantal. Perang bantal pun di mulai, Dennis membalasnya. Pada akhirnya bungkusan bantal itu terbuka kapas tertutup pun terbang berhamburan keluar disekitar tempat tidur mereka.
"Sudah Om, berhenti..." Gadis itu mengatur napasnya yang tinggal satu dua. Kehabisan tenaga bermain bantal yang berantakan pasti dimarahi sama Mamanya.
Tetapi, posisi mereka sekarang Dennis di atas Rara dibawah. Saling bertatapan mata, ujung jari milik pria itu mengeserkan rambut tertutup di wajah gadis aneh ini.
Rara sudah terhipnotis oleh mata calon suaminya jantungnya seperti berhenti atau waktu. Mungkin keduanya, disentuh bibir merah gadis terus diusap-usap pipinya.
Jarak beberapa meter semakin dekat dan dekat suatu hangat rasa bumbu cinta kaldu ayam, bumbu manis buah pun tercampur jadi satu. Saling melingkar dan memeluk dunia bagai milik mereka sendiri.
Sementara di kamar Marcello, gadis tomboi masih belum sadar dari pingsan sudah hampir dua jam lebih. Takut kenapa-kenapa itu gadis tomboi, Marcello pun memilih untuk menelepon seseorang.
Baru akan menekan angka di ponselnya suara lenguhan terdengar oleh lelaki tampan itu. Dina membuka matanya masih pusing dengan kepalanya itu perasaan dia nggak membentur apa pun pada benda mati.
"Akhirnya kamu sadar juga, jangan pingsan mendadak. Bisa-bisa aku dituduh menyiksamu!" Marcello langsung mengomel cewek tomboi ini.
"Maaf, Kak. Buat kamu khawatir dengan keadaan fisik anehku," jawabnya jadi serba salahkan.
"Kalau begitu pergi sana dari kamarku. Aku mau tidur," diusirnya itu sama cowok ganteng, Dina masih ingin berlama-lama dikamar ini.
"Kenapa lagi? Atau mau tidur berdua denganku? Nggak masalah, aku buka baju nih!" Ancam nya.
Langsung pucat itu wajah cewek tomboi, "Buka saja, Kak. Langsung kawin juga nggak apa-apa." ngelantur apa sih cewek tomboi ini.
Marcello urungkan untuk buka baju, mematung saat mendengar kata-kata "kawin"
Nggak Rara, nggak Dina sama - sama somplak punya sahabat seperti itu. Kenapa jaman sekarang banyak keanehan dimata Marcello. Dia ingin kembali ke Jerman daripada berada di negara terkutuk ini.
__ADS_1
Rara dan Dennis lagi bermesraan dikamar tidak ada yang boleh menganggu. Meskipun masih rawan suara malu malu kucing.
Kalau Didi keasyikan main game di ponselnya PUBG. Permainan itu nggak akan ada yang bosan. Lalu kemana orang tua barbar itu. Nella dan Edy masih di kantor sedang sibuk mencari tempat untuk pernikahan putrinya dan calon menantu nya sekaligus bulan madu yang paling romantis agar bisa segera menimang cucu. Ada lagi ide gila di antara mereka berdua pokoknya ini bakalan lebih seru daripada kehidupan mereka.