I Love Mr. Cuek

I Love Mr. Cuek
Abel


__ADS_3

Pelukan cinta untuk dua pasangan calon pengantin ini dalam satu ranjang tertidur tanpa sehelai benang di tubuh mereka. Gadis aneh ini begitu lelap dalam dunianya sendiri, kehangatan bagi kebahagiaan mereka akan dirasakan sebentar lagi.


Suasana dirumah minimalis milik keluarga Kusuma didatangi para manusia heboh perbincangan bisnis kerja, perkuliahan, usaha dan lain sebagainya.


Dina sedang berjuang mencuri hati seorang cowok playboy tengah sibuk dengan dunia sendiri. Bagaimana pun dia harus mendapatkan pujaannya. Walau di tolak terus tetap harus didapatkan.


Sampai cari perhatian sama cowok itu, padahal Marcello benar tidak begitu suka sama sikap gadis tomboi ini. Sebagaimana pun jaga image. Meskipun banyak gadis-gadis mengantre.


Didi malah asyik dengan kegiatannya meski kembaran dengan kakaknya yaitu Dina. Sifat mereka berbeda, Didi lebih suka menikmati dunia elektroniknya. Bukan dia tidak suka sama lawan jenis, cuma sudah menutup hati untuk siapa pun.


Didalam rumah minimalis ini terdapat penghuni yang baru tiba dari kota peredaran berbeda. Luna dan Alex baru saja tiba dari kota Jerman mengurus beberapa pekerjaan yang baru saja sukses beberapa bulan yang lalu.


Ada Om Toni dari pamannya Dennis asal negara berbeda yaitu Taipei, namun bukan karena dia tidak bisa menggunakan bahasa indoensia. Om Toni asli Warga Negara Indonesia karena bekerja dan mendapatkan jodoh seorang wanita Taipei.


Dennis sudah tidak mempunyai orang tua sedang dia berusia lima tahun. Di katakan dia diadopsi oleh pamannya sendiri yaitu Tomi tidak lain sahabat Edy. Dennis seorang anak yatim, merasa merepotkan pamannya telah merawat dirinya sehingga berguna sampai sekarang.

__ADS_1


Dennis pun dengan tekad untuk menempuh dunia baru cara hidup mandiri dan mencari pengalaman di Negara kelahiran Pamannya yakni Indonesia. Pantas saja Laura sangat kesal kepada Pria ini dengan cara tidak beritahu kehidupan sesungguhnya.


"Kemana calon pengantinnya? Tidak terlihat batang hidung mereka?" Kepo Abel - putri dari Om Roy sanak keluarga Kusuma.


Abelinda Maura Hanjaya. 25 tahun, masih jomblo angkut sedang mencari pendamping hidup tipe yang muda. Panggilannya Abel kayak bunyian bel terompet.


"Biasalah lagi menikmati bongkar - bongkar. Setelah menikah nanti sudah nampak bulatan di perut," sambung Marcello sewot banget.


Abel melongo apa ya di ucap oleh saudaranya yang jauh itu. Maksudnya? Bongkar apaan?" Makin bingung pertanyaan Abel.


"Ya benar! Wah, gila banget mereka. Belum sah jadi suami istri sudah main buat adonan anak!" Malah heboh itu wanita. Dia bangkit dari duduknya mencoba untuk bangunkan calon pengantin kurang ajar.


Yang lain mencoba untuk menghentikan sikap memalukan itu. Mereka tahu banget kalau wanita itu memang sedang jomblo angkut belum pernah pacaran meski usia sudah dua puluh lima tahun. Sifatnya masih rata-rata di bawah usia enam belas tahun.


Tubuhnya saja tinggi aslinya dia tidak tahu dua manusia itu sedang dalam dunia mesraan memasang mesin mereka untuk jadikan anak.

__ADS_1


"Kak, please jangan ganggu mereka biarkan mereka. Nanti malah nggak jadi adonan mereka. Kasihan  Om Edy dan Tante Nella," bujuk Marcello.


"Iya tidak bisa begitu, ini masih di luar pernikahan bagaimana kalau keponakanku di tinggal sama calon suami tidak mengerti perasa--" Abel bersih keras untuk lepas dari genggaman Marcello.


Air mineral yang dibawa oleh wanita itu menumpahkan kemuka seseorang yang sedang melangkah untuk turun. Yang mendapatkan air itu adalah Didi, cowok tampan paling manis. Didi mengelap wajahnya yang basah. Sementara wanita yang terperangah tidak berkutik dengan pandangan pertama dia lihat.


"Tuh, kan, Kak. Sifat Kakak tidak ada bedanya dengan sifat Rara! Jadi Didi basah kuyup karena Kak Abel harus tanggung jawab! Bisa-bisa Kakak di hukum sama Rara buat sahabatnya sakit." Ancam Marcello pergi meninggalkan tempat biar merek berdua di anak tangga.


Baju yang Didi pakai tembus menampakkan tubuh atletiknya kotak-kotak. Abel menelan air liur berulang kali, merasa berada di dunia lain. Tubuh yang seksi dan ingin di elus terus menerus.


Plak!


Pukulan dari cowok itu buat Abel tersentak sadar hampir menyentuh kulit kotak-kotak dibalut baju putih basah itu. Didi main pergi melewati wanita sinting itu tanpa menoleh. Dia jadi kesal sendiri padahal baru saja mandi harus ganti lagi.


"Gila, ternyata aku tidak salah tempat. Aku menemukan dunia masa depanku, Oppa..." Abel seperti membayangkan dunia ilusi nya.

__ADS_1


__ADS_2