I Love You Pilot

I Love You Pilot
part 10. Pertama Kali Pergi Ke Rumah Mertua


__ADS_3

Aku terus saja memperhatikan dia tanpa aku sadari dia malah balik menatap ku, tatapan kami saling beradu.


"Huuff... seperti nya kamu ini kebanyakan melamun!" ujar nya.


"Aku melamun karena melihat ketampanan kamu mas!" batin ku.


Aku senyum-senyum sendiri sambil menopang daguku di tangan ku, kapan lagi lihat mas pilot ganteng kayak dia ini.


"Audia!"


"Audia Putri Ananda!"


"Ha, iya hadir kapten pilot!" ujar ku kaget sambil memberi hormat.


Dia geleng-geleng kepala, aku cengengesan karena tingkah absurd ku, aneh-aneh saja kelakuan ku hari ini.


"Makan Audia makan, nanti ayah sama bunda marah sama saya, karena kamu kurus kering tak makan!" ujar nya.


Aku mengerucutkan bibirku sambil membalikkan piring yang semula telungkup, lalu aku isi piring kosong itu dengan nasi goreng.


"Jangan melamun terus, apa melamun itu bisa kenyang?"


Bawel banget sih dia, suka-suka aku dong, mau melamun atau nggak.


"Makan yang banyak, supaya kamu cepat gemuk nya!" ujar nya tanpa berdosa.


Oh, oh, jadi dia lagi meledek badan kurus ku ini!


"Ini aku makan!" ujar ku.


Selesai makan dia kembali lagi ke kamar guna untuk mengambil koper nya, kini ia berdiri di dekat sofa ruang keluarga, dia memegang gagang kopernya menggunakan tangan kirinya, tangan kanan nya di gunakan untuk memegang telepon genggam nya.


Tatapan nya tidak lepas dari layar hp nya itu, kenapa aku jadi penasaran ya, sebenarnya dia lihat hp mulu emang nya ada apa sih di dalam hp tersebut?.


Dari semalam lho dia fokus terus sama hp nya itu.


Aku mengendap-endap menuju di sebelah nya, ku lirik lah hp yang ia genggam itu.


Deg


Jantungku berdetak kencang sesak itu yang aku rasakan, jadi dia fokus sama hp nya karena dia lagi chatting-an sama mbak pramugari.


Malah chatting-an mereka seperti sangat akrab lagi, kenapa sih aku tidak bisa mendapatkan perhatian dia sedikit saja.


"Hekhem!"


Dia berdehem menatap ku dengan tatapan mata elang nya, aku melihat nya dengan mata berkaca-kaca.


"Kenapa sih?" ujar nya


Aku menggeleng cepat, aku berbalik mau masuk ke kamar, tapi tangan ku langsung di cekal.


"Mau kemana?"


"Tidur, mau menenangkan paru-paru ku yang sesak!" jawabku asal.


"Aku sudah mau berangkat, kita barengan!" ujar nya


"Bareng kemana?" tanya ku.

__ADS_1


"Kamu kan tinggal bareng mama, terus aku pergi ke bandara! ujar nya.


"Pergi aja sendiri, aku bisa pergi ke rumah mama sama ojek! ujar ku.


"Memangnya kamu tau rumah mama saya dimana?" ujar nya.


Aku diam, apa yang dia bilang itu benar sih, aku tidak tau dimana rumah mama, pertama kali ke kota, aku langsung di ajak kemari.


Tapi aku tidak mau bareng dengan dia, dia jahat, diam-diam dia bermain api di belakang ku, terus selama ini aku di anggap sebagai apa?.


Sakit banget saat suami chatting-an sama wanita lain, sama orang lain ia banyak bicara, coba sama aku, bicara aja selalu nyakitin perasaan.


"Audia jangan bengong terus!"


"Iya!" bentak ku kesal


"Oh, mulai berani bicara dengan suara keras!"


"Apan sih!"


"Ngomong itu harus jaga image!"


"Terserah aku, mulut, mulut aku!"


"Di bilangin yang bener malah membantah mulu!' kesal nya.


"Biarin!" ujar ku


"Audia, kamu harus hormati aku dong!" ujar nya sedikit membentak.


Aku tersenyum sinis, untuk apa aku harus hormati dia, sedangkan dia tak menghargai ku.


"Bisa nggak sih kalau aku ngomong kamu tidak jawab, ini terus saja jawab omongan orang!" ujar nya.


"Aku nggak bisa!" ujar ku.


"Audia! bentak nya.


"Apa?" ujar ku


Aku kembali ke kamar sambil membanting pintu kamar dengan keras nya, aku sebenarnya tidak mau melawan dia, tapi entah kenapa aku itu sakit hati saat melihat chattingan mereka tadi.


"Sakit hati tau nggak sih!"


"Emang dia pikir aku ini apaan, coba jaga perasaan aku sedikit saja!".


Aku sudah lelah menghadapi ini semua, baru beberapa hari aku menikah dengan dia, ingin aku mundur dari pernikahan ini, tapi entahlah.


"Audia!" panggil nya sambil mengetuk pintu, aku sengaja mengunci pintu dari dalam.


Aku tidak mau bertemu dia, biarlah dia pergi tanpa pamit dengan ku, toh aku kan bukan siapa-siapa nya.


"Audia, bukan pintu nya!"


"Kamu jangan seperti anak kecil lagi deh!" ujar nya.


Terserah aku mau apa, aku merebahkan tubuhku lalu meringkuk di bawah selimut tebal ku.


"Audia!" tiba-tiba saja suara nya makin dekat, sekarang aku merasakan ada orang yang menyibak selimut ku.

__ADS_1


"Audia, jangan seperti anak kecil!"


B-bagaimana dia bisa masuk, kan aku sudah mengunci pintu nya.


"Pergi sana, kerja aja jangan pikirkan aku!' ujar ku.


"Oke, saya minta maaf!" ujar nya.


Aku diam saja tanpa melihat dia yang lagi memperhatikan aku.


"Pergi aja sana, pergi sama wanita kamu itu, aku ini cuma si gadis kampungan yang modal hidup sama kamu!" ujar ku.


Dia meletakkan jari telunjuk nya di bibir ku, aku melongo saat jari telunjuk itu tiba-tiba mendarat di bibir ku.


"Jangan merendahkan diri, kamu itu istri saya, jadi kamu tidak modal hidup dengan saya, tapi saya berkewajiban menafkahi kamu! ujar nya.


Aku diam seribu bahasa, di ambilnya tas ku lalu ia membimbing tangan ku ke luar, tas selempang ku tadi ia yang menyandang nya.


Aku menganga antara percaya dan tidak percaya, kenapa sikapnya itu sangat sulit untuk aku tebak, kadang dia baik seperti saat ini, kadang dia cuek dan suka marah.


"Mas!" ujar ku.


"Maafin aku ya!" ujar ku


"Tidak masalah!" ujar nya.


Dia bisa tidak sih merubah ekspresi wajah nya itu ke yang lebih baik, dari kemaren-kemaren ekspresi wajah nya datar mulu, aku saja sampai sekarang tak pernah melihat senyum nya.


"Pak, ke bandara dulu ya!"


"Siap mas Arnav!" ujar si supir yang waktu itu.


"Nggak pamitan sama mama, papa dulu? tanya ku.


Dia nampak berpikir sejenak lalu mengangguk kecil, "ke rumah mama dulu deh pak!"


"Oke, siap mas Arnav!" ujar pak supir.


Mobil yang kami tumpangi berhenti di depan rumah yang tak kalah besarnya dari rumah yang aku tinggalin beberapa waktu lalu.


"Besar juga ya rumah orang tua nya!"


"Kita sudah sampai?" tanya ku memastikan.


Dia mengangguk kecil, ini pertama kali nya aku pergi ke rumah mertua ku.


"Ayo!" ajak nya


Aku mengangguk kecil lalu mengikuti nya.


...


Bersambung...


**jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


Ig : purna_yudiani


Fb : purna yudiani

__ADS_1


Yang follow Instagram ku ntar aku follback 😉**


__ADS_2