
Mereka sampai di kampung halaman Audia pada jam 14.35 Wib siang menjelang sore, Audia sangat senang karena dia sampai di kampung halaman nya ini, terlebih lagi dia sangat suka melihat pemandangan yang masih asri adem ayem di kampung nya ini.
Hal inilah yang paling Audia suka di kampung nya ini, tempat nya masih asri dan masih banyak pepohonan yang rindang di kampung nya ini, warga kampung nya ini juga ramah-tamah.
"Sudah lama tidak ke sini, semuanya masih sama tidak ada yang berubah!" ujar Audia membuka jendela mobil yang di bawa oleh Arnav
"Iya, tempat nya masih asli tidak ada yang berubah, tempat nya juga tenang apa lagi warga nya juga baik-baik, tidak di sangka-sangka aku mendapatkan jodoh dari kampung seindah dan asli ini!" ujar Arnav
"Jadi ayah beruntung memiliki bunda?" tanya Audia
"Sangat-sangat beruntung!" jawab Arnav
Arnav sangat beruntung mendapatkan istri Solehah dan pengertian seperti Audia ini, bahkan ia dulunya tidak menyangka jika Audia mampu bertahan sampai sekarang.
Mereka sampai di depan rumah sederhana itu, Audia lebih dulu keluar dari mobil ia langsung masuk ke dalam rumah nya yang pintunya terbuka lebar, seakan menanti kepulangan nya.
"Assalamualaikum ayah bunda!" ucap Audia memberi salam.
Bunda Diani yang sedang di dapur jadi kaget dengan suara anak pertama nya itu, sudah lama beliau tidak bertemu dengan anak pertama nya itu.
"Wa'alaikumussalam!"
Bunda Diani menghampiri Audia di depan, betapa senangnya hati bunda nya itu saat putri pertama nya itu pulang.
"Bunda apa kabar?" tanya Audia
"Alhamdulillah baik nak!" ujar bunda Diani
Arnav baru masuk sambil membawa koper milik istri nya itu, Arnav mencium punggung tangan mertuanya itu.
"Assalamualaikum bunda!" salam Arnav
"Wa'alaikumussalam!" jawab bunda Diani
"Ayah mana bun? terus Yudia kemana?" tanya Audia
Ayah bara lagi pergi bekerja saat jam segini mana ada ayah nya itu di rumah, begitupun dengan Yudia yang pulang nya selalu sore karena dia ada belajar tambahan di les nya.
"Biasa ayah kamu kerja, Yudia lagi belajar tambahan di tempat les nya!" ujar bunda Diani
Karena mereka berdua terlalu capek akibat perjalanan jauh tadi, bunda Diani menyuruh mereka untuk beristirahat.
"Mas tidur aja dulu aku mau bantu bunda!" ujar Audia saat Arnav ingin istirahat, Arnav mengangguk-angkuk kecil.
Kini Audia sedang duduk berdua di ruang tamu itu, bunda Diani sedang mengusap perut Audia yang mulai kelihatan itu.
"Cucu nenek sehat-sehat ya!" ujar bunda Diani
__ADS_1
Audia tersenyum saja melihat bundanya itu senang, bunda Diani sudah tau jika Audia hamil, waktu itu Audia sendiri yang mengabarkan nya kepada orang tua nya.
"Bunda ikut Audia ke Jakarta mau nggak?" tanya Audia, sudah lama Audia ingin mengajak keluarga nya ke Jakarta tapi keinginan nya itu selalu tertunda karena ia baru bulan ini pulang kampung.
"Bunda mau-mau saja, tapi pekerjaan ayah kamu ada di sini, adik kamu juga sekolah di sini, terus ladang ayah kamu juga ada di sini, tidak mungkin ayah, bunda dan adik mu pindah ke Jakarta, semua kegiatan dan aktivitas kami ada di sini!" ujar bunda Diani
Benar kata bunda nya itu mereka mana bisa pindah ke Jakarta, matapencaharian ayah nya ada di sini.
"Tapi Audia tidak ingin pisah dari kalian!" ujar Audia
"Tidak ingin berpisah bagaimana?, jelas-jelas kamu sudah enak hidup di sana, kamu lebay ah!" ujar bunda Diani di iringi dengan canda nya
Audia sedikit sendu dengan ucapan bunda nya itu, ia ingin keluarga nya ikut ia ke kota karena ia tidak memiliki keluarga di sana kecuali keluarga suaminya, kadang Audia berpikir jika dia tidak memiliki keluarga kalau dia sendirian di kota.
"Kenapa ha?, di Jakarta tidak enak ya tinggal sendiri?" tanya bunda Diani
Audia menghela nafas, "Audia senang kok bun, tapi sepi aja!" ujar Audia
Bunda Diani mengusap punggung anak nya itu untuk memberi kekuatan, "itu yang namanya mandiri itu sayang, dulu bunda juga gitu, awal nikah sama ayah kamu, bunda selalu merasa sepi karena jauh dari sanak saudara!" ujar bunda Diani
Tidak menyenangkan jika tinggal sendiri di kota orang lain, bahkan kita harus beradaptasi terlebih dahulu di kota baru yang kita tinggali.
"Assalamualaikum!" salam ayah bara baru pulang kerja
"Wa'alaikumussalam!" jawab mereka berdua
"Ayah sehat?" tanya Audia
"Alhamdulillah sehat!" ujar ayah bara
Mereka berbincang-bincang di ruang tamu itu dengan asik nya, hal seperti inilah yang di rindukan oleh Audia berkumpul dengan keluarga nya, akhir-akhir ini ia sangat merindukan momen seperti ini, akhirnya keinginan nya itu di kabulkan oleh Arnav.
Karena suara mengusik ketenangan tidur Arnav ia jadi bangun, Arnav melihat jam pada pergelangan tangan nya ternyata sudah jam 16.30 wib saja, kebetulan Audia masuk ke kamar nya ia mau membangunkan suaminya itu untuk melaksanakan sholat asar waktunya sudah kelewat.
"Siapa di luar?" tanya Arnav
"Ayah baru pulang kerja!" jawab Audia
Arnav mengangguk-angkuk sambil menguap langsung di tutup oleh Audia dengan tangan nya.
"Kalau nguap tutup mulut mas, agar setan nggak masuk!" peringat Audia
"Hmm... iya bunda!" ujar Arnav
"Sholat dulu gih!" ujar Audia
Arnav mengangguk lalu ia pergi ke kamar mandi yang berada di dekat dapur, Audia menyiapkan sajadah dan peci untuk suaminya itu.
__ADS_1
"Ayah sama bunda mana? kok aku nggak lihat mereka!" ujar Arnav
"Pergi ke warung, ayah menemani bunda!" ujar Audia
...
Malam harinya mereka duduk bersama-sama di ruang tamu di jadikan tempat mereka makan, dari tadi senyum Audia mengembang karena ia sangat senang saat ini berkumpul dengan keluarga nya.
"Kak Audia kapan ke sini?" tanya Yudia
"Tadi siang!" jawab Audia
Yudia mengangguk kecil ia termasuk anak yang kurang bicara, Yudia termasuk anak yang kalem dan juga tertutup tapi dia sangat sayang dengan keluarga nya.
"Ayah, bunda, sebentar lagi Yudia lulus SMP, apa Yudia boleh melanjutkan pendidikan ke pesantren saja? ujar Yudia
"Menurut ayah boleh saja, karena di pesantren kita bisa mendapatkan pelajaran dan ilmu agama!" ujar ayah bara
"Bunda juga setuju, ngomong-ngomong kamu mau pesantren di mana?" tanya bunda Diani
"Iya dek, kamu mau kuliah di mana? tanya Audia
"Belum tau kak, bunda!" ujar Yudia
"Pesantren di Sumatera Barat aja, di sana pesantren nya juga bagus!" ujar ayah bara
"Jauh dong ayah!" ujar Audia tidak ingin adik satu-satunya itu pergi sangat jauh
"Nggak papa juga kak, ayah, Yudia pengen mandiri!" ujar Yudia
"Yakin?" tanya bunda Diani sedikit tidak ikhlas dengan keputusan putrinya itu, putri pertama nya juga sudah jauh darinya, masa putri bungsunya juga harus pergi jauh.
"Insyaallah ayah bunda!" ujar Yudia
"Kalau bunda menolak bagaimana?" ujar bunda Diani menolak kemauan putri bungsunya itu.
"Kenapa bunda?" tanya Audia
"Bunda tidak ingin anak-anak bunda jauh dari bunda!" ujar bunda Diani mengutarakan isi hatinya
"Kalau dekat-dekat sini saja bagaimana?, di sini pesantren nya juga bagus kok, nggak kalah bagusnya dari pesantren-pesantren lain!" ujar bunda Diani
"Hmm... baiklah bunda, Yudia tidak akan meninggalkan bunda!" ujar Yudia lebih memilih keinginan bunda nya itu.
...
Bersambung...
__ADS_1