I Love You Pilot

I Love You Pilot
part 42. Aku Cemburu


__ADS_3

Di pagi hari libur ini aku bersama mas Arnav lagi membersihkan rumah secara bersama-sama, art di rumah ini sedang kami liburkan selama dua hari karena mas Arnav libur dua hari pula, biasa lah mas Arnav tidak suka ada art yang menganggu kami padahal menurutku para art tidak pernah menganggu kami malahan art sendiri yang sering membantu pekerjaan rumah kami.


Kadang suka heran dengan suami sendiri tapi apa boleh buat yang berkuasa di rumah ini kan dia, dia juga yang memberi gaji para art di sini.


"Mari kita bersih-bersih!" ujar nya


Mas Arnav sudah siap di tangan nya memegang kemoceng dan di bahu nya ada pengelap guci keramik juga, aku terkekeh melihat dia yang sudah seperti art saja.


"Mas art boleh bantu aku!" panggil ku dengan kekehan kecil.


Dia menoleh seraya tersenyum tipis, aku sedang menyapu lantai yang sangat luas ini, mas Arnav menghampiri ku.


"Perlu bantuan apa sayang?" tanya nya


Aku tersenyum kecil kenapa semenjak ia mencintai ku ia selalu membuat aku baper terus sih?


Mulai dari kata-kata manis nya sampai perhatian yang sangat romantis ia lihat kan pada ku, aku sangat bersyukur mas Arnav mencintai ku, aku tak pernah bosan berdo'a kepada Allah SWT.


"Bantu aku nyapu boleh?" tanya ku dengan wajah memelas.


"Boleh tapi ada syaratnya!" ujar nya


"Syarat?" beo ku mengerutkan keningku


Mas Arnav mengangguk lalu mengedipkan mata nya itu, iih kamu genit sekali mas Arnav!


"Apa?" tanya ku


"Syarat nya kamu harus temani aku kemana pun aku pergi!" ujar nya


"Kemana dulu? tanya ku


"Hati mu!" ujar nya mulai menggoda ku lagi.


"Oh!" ujar ku melanjutkan nyapu lantai ini.


...


Kami berdua jalan-jalan ke mall karena mas Arnav ingin mengajak ku pergi keluar rumah saja, jadinya aku meminta untuk ke mall saja aku ingin membeli sesuatu juga di sini.


"Shopping sesuka kamu!" ujar nya


"Nggak ah aku nggak mau mubazir!" ujar ku


Ia mengerutkan keningnya, "bukankah wanita itu suka shopping ya?" ujar nya


"Aku beda... aku tidak mau menghabiskan uang kamu hanya untuk membeli barang yang tidak ada guna nya juga!" ujar ku.


"Bijak sekali!" ujar nya mengusap puncak kepala ku.


Kami mengelilingi mall ini aku masih mau mencari barang yang akan aku beli, tapi semuanya tidak cocok bagi ku.


Aku mengajak mas Arnav ke toko baju bayi, kami masuk ke dalam toko itu, entah kenapa aku ingin melihat baju-baju kecil yang sangat lucu itu.


Shopkeeper menyambut kedatangan kami di toko mereka.


"Silahkan melihat-lihat terlebih dahulu!" ujar shopkeeper itu sangat ramah seraya menautkan kedua tangan nya ke dada.


"Lucu ya!" ujar ku memegang baju berukuran untuk bayi laki-laki itu.


"Iya!" ujar nya


Aku terus mengelilingi seisi toko baju bayi itu, sampai-sampai mata ku tertuju pada sepatu bayi yang sangat kecil itu.

__ADS_1


"Ah lucu sekali!" ujar ku.


"Iya!" ujar mas Arnav


"Apa lagi sepatu untuk bayi cewek nya, sangat bagus!" ujar ku mengambil sepatu itu.


"Ada yang bisa kami bantu?"


"Di sini kami banyak menyediakan barang-barang untuk bayi berumur 1 bulan sampai 5 tahun, mas sama mbak nya lagi nyari sepatu untuk usia berapa dan cowok apa cewek, apakah umur anak kalian 1 sampai 3 bulan?


Karena di deretan ini khusus barang-barang untuk anak berusia 1 sampai 3 bulan, mas sama mbak nya boleh memilih!" ujar shopkeeper itu sangat ramah.


Mas Arnav melihat aku dengan senyum manis, "kami masih mau melihat-lihat, umur anak kami masih 1 bulan!" ujar mas Arnav.


Eh, semenjak kapan kami punya anak?


Mas Arnav menggenggam tangan ku, kami keluar dari toko baju khusus baju bayi itu.


"Kenapa keluar?" tanya ku tak terima karena aku masih mau melihat-lihat baju lucu-lucu itu.


"Untuk apa ke sana hm?" tanya nya


"Pengen aja!" ujar ku


"Punya anak aja belum tapi kamu malah mau beli baju untuk bayi!" ujar nya


"Maka nya ayo!" protes ku


"Ayo apa ayo?" tanya nya


Eh, kenapa aku malah bicara tidak masuk akal ini sih?


Kami mengelilingi mall ini terus sampai kaki ku pegal karena terlalu sering berjalan.


"Pulang yuk!" ajak ku


Mas Arnav melihat tangan ku yang tak bawa apa-apa selain tangan kosong, kami ke mall hanya menghabiskan waktu dan mencuci mata saja, aku tak jadi beli barang yang ingin aku beli tadi.


Mas Arnav sangat kesal pastinya karena aku mengajak ia putar-putar tidak jelas. Kami jalan menuju keluar tapi tidak sengaja aku bertemu dengan orang songong waktu itu.


"Astaga... kita bertemu kembali!" ujar dokter Adam itu.


Aku hanya tersenyum kecil saja pada dokter songong ini, kenapa juga aku bisa ketemu lagi dengan nya.


Tidak di kampung tidak di kota kenapa dia terus ada, apakah dunia sesempit itu?


"Kamu tidak kenal dengan ku?" tanya nya sok kenal sok dekat.


"Kenal dokter songong!" ujar ku


"Saya duluan! ujar ku


Aku menggandeng tangan mas Arnav kami berdua sampai di basement untuk mengambil mobil yang mas Arnav letakkan di sana. Mas Arnav kenapa tidak bersuara lagi?


"Mas!" panggil ku iseng saja


"Apa!" ujar nya jutek


"Kenapa?" tanya ku


"Nggak!" ujar nya


Mobil pun meninggalkan mall ini, sepanjang jalan mas Arnav tidak mau bicara. Ini dia kenapa sih?

__ADS_1


Sampai di rumah pun dia masih diam tak mau bicara dengan ku, awalnya aku hanya membiarkan suamiku ini diam membisu seperti ini, tapi lama kelamaan dia tetap diam membisu.


Sampai magrib pun tiba dia masih diam tak ada bicara sedikit pun, ia sholat magrib di masjid terdekat di komplek perumahan ini, aku malah di tinggal sendiri oleh nya.


"Malah di tinggal!" gerutu ku


Tapi... ada yang aneh sama mas Arnav ya, ini pasti dia salah paham dengan dokter songong tadi.


Sampai sholat isya pun tiba ia tak pulang juga, sudah di pastikan dia sholat isya di masjid juga.


"Salah paham pasti kamu mas!" gumam ku


Aku melaksanakan sholat isya terlebih dahulu, nanti biar aku tanya dia.


"Assalamualaikum...!" suara bariton terdengar dari kamar oleh telinga ku.


"Wa'alaikumussalam!" jawab ku


Aku menghampiri dia yang sudah di pastikan duduk di sofa ruang tv. Aku mencium punggung tangan nya.


Hening


Kami kembali diam-diaman lagi seperti ia waktu itu yang belum mencintai ku. Dia diam aku juga diam.


"Kamu kenapa?" tanya ku lebih dulu memecah keheningan


"Kamu diam seperti ini bikin aku serba salah mas, coba kamu ngomong sama aku!" ujar ku.


"Kamu diam bikin aku bertanya-tanya!" ujar ku lagi.


"Aku tidak paham dengan sik--!"


Mas Arnav langsung memotong ucapan ku.


"Aku cemburu!" ujar nya lalu ia pergi begitu saja saat dia mengeluarkan dua patah kata. Tah apa yang aku bilang dia itu pasti salah paham dengan dokter Adam tadi.


Aku menghampiri dia ke kamar ternyata dia tidur lebih dulu, aku mencolek-colek pipi tampan nya itu.


"Cie... cemburu...!" goda ku


Dia malah membenamkan kepalanya di bawah selimut tebal aku menyibak selimut nya itu.


"Mas pilot cemburu ya!" ujar ku


"Masa seorang pilot pencemburu akut seperti ini sih!" aku masih mencolek-colek pipi tampan nya itu.


"Besok aku kerja!" ujar nya


Aku berhenti mencolek-colek pipi tampan nya itu, yah... kok mas Arnav cepat banget pergi kerja nya sih, belum juga dua hari dia di rumah tapi udah mau pergi lagi.


"Kok cepat banget? tanya ku


"Sudah jadwal ku!" ujar nya


"Nggak bisa libur lagi apa?"


"Nggak bisa, ini sudah ketentuan nya!" ujar nya


"Ya... tapi cepat banget!" ujar ku


Aku belum puas bersama kamu mas aku masih ingin bersama dia tapi ya sudahlah mana mungkin aku bisa mencegah nya, toh ini juga telah ada prosedur nya juga.


...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2