
Aku tidak tau harus berbuat apa lagi karena mas Arnav tidak mau makan padahal dia sedang sakit, aku juga pertama kali menghadapi mas Arnav sakit ini jadi aku tidak tau betul maunya kalau sedang sakit begini.
Tadi malam dia juga manggil-manggil mama nya, apa mas Arnav kalau sakit di kelonin oleh mama atau papa?
Iih aku bergidik geli membayangkan nya saja sudah bikin aku geli, masa mas Arnav sudah sebesar itu kalau sakit di kelonin sama mama atau papa.
"Yang benar saja!" gumam ku bergidik geli
Ku perhatikan wajah mas Arnav yang sedang sakit itu, apa dia sedang membayangkan jika dia di kelonin oleh mama?
Apa aku kasih tau mama saja jika putra nya ini sedang sakit?
Nanti mama Ima malah menertawai ku karena aku tidak bisa mengurusi nya, tapi aku harus tau juga apa yang mas Arnav mau saat sakit ini.
"Telepon mama saja lah siapa tau aku dapat informasi tentang kesukaan suamiku yang sedang sakit ini!" ku ambil telepon genggam ku di atas nakas.
Satu kali panggilan ku tak di jawab oleh mama, ku ulang lagi dan akhirnya mama Ima menjawab telepon ku.
"Assalamualaikum mama!"
"Wa'alaikumussalam, kalian apa kabar? gimana perjalanan ke kampung kamu? aman kan!" tanya mama di sebalik telepon
"Alhamdulillah aman ma, tapi mas Arnav sedang sakit!" beritahu ku
"Ya Allah!" kaget mama
"Mama, aku baru pertama kali menghadapi mas Arnav yang sakit begini, kalau mas Arnav sakit begini aku harus lakukan apa ya ma?, terus makan kesukaan mas Arnav saat sakit apa ya ma?, maaf ya ma aku serba tidak tau tentang mas Arnav!" ujar ku memberitahu mama mertua ku.
"Kelonin aja!" jawab mama singkat
Aku menganga lebar, tebakan ku benar kalau mas Arnav mau minta di kelonin, kasihan sekali kamu mas.
"Terus makan yang di suka apa ma?" tanya ku di sebalik sambungan telepon ini
"Buat bubur aja pasti mau!" jawab mama
Tadi saja aku udah buat bubur terus mas Arnav tidak mau.
"Dia nggak mau mama!" beritahu ku
"Kelonin dulu baru bujuk makan bubur!" ujar mama di sebalik sambungan telepon itu sambil terkikik geli.
Masya Allah haruskah aku melakukan ini semua untuk bayi besar ku yang lagi demam?
Setelah panggilan telepon di putuskan, aku melihat mas yang lagi memunggungi ku, apa harus ku coba dulu ya?
"Mas!" ujar ku mencolek pangkal tangan nya
"Hmm!" jawab nya dengan lirih
Tanpa banyak pertimbangan lagi lebih baik aku mencoba memeluk mas Arnav dari belakang, satu tangan ku mengusap-usap wajah pucat nya itu.
Terdengar dari mulut mas Arnav kalau dia lagi menghela nafas, sedetik kemudian dia menghadap ke arah ku lalu tersenyum sambil membenamkan wajahnya di ceruk leher lu.
__ADS_1
"Makasih kamu sudah mau merawat ku!" ujar nya
"Tidak perlu berterima kasih, ini semua sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang istri!" jawab ku
Benar saja mas Arnav jadi langsung tenang saat aku kelonin dia, manja banget kamu ternyata mas, baru kali ini aku menyaksikan sendiri kalau suamiku sangat manja, saat sakit saja ia terus manggil mama.
"Kamu nggak panggil mama lagi?" tanya ku iseng
"Mama?" beo nya dengan kaget
Aku mengangguk kecil seraya memberi senyum padanya, tingkah kamu ini seperti bocah SD yang sangat manja mas.
"Kenapa manggil mama semalam?" tanya ku ingin tau.
Dia tidak menjawab tapi ia malah membenamkan wajahnya di leherku, aku ingin tau kenapa dia memanggil mama nya.
"Kangen mama atau pengen di minta kelonin!" ujar ku senagaja ingin menggodanya.
Tidak masalah bagiku dia mau manggil mama nya atau papa nya aku pun tidak keberatan, palingan aku berpikir jika suamiku ini sangat manja sekali, kalau aku sakit aku memang mau sama bunda aja.
"Minta di kelonin!" jawabnya pada akhirnya
Aku ingin tertawa tapi takut dosa juga, ada-ada saja captain pilot ku satu ini, sudah besar kayak gini dan sudah memiliki istri tapi tingkah manja nya itu tak pernah berubah.
"Manjanya suamiku ini!" ujar ku
"Harus!" jawab nya
Aku menyuruh mas Arnav untuk memakan bubur yang ku buat tadi, benar saja ia mau memakan bubur ini setelah ku kelonin.
"Hambar sama ada rasa pahit gitu!" ujar nya
"Orang sakit ya seperti itu mas!" ujar ku
Mas Arnav menghabiskan sarapan nya aku jadi merasa sedikit tenang dengan mas Arnav, semoga kamu lekas sembuh.
"Mas!"
"Apa?"
"Get well soon!" ujar ku
"Iya, makasih dear!" ujar nya
"Kamu istirahat ya, aku mau keluar bantu bunda!" ujar ku
"Lima menit aja ya!" ujar nya
Aku menghela nafas mana bisa cuma lima menit saja aku bantu bunda, kenapa mas Arnav jadi sangat manja gini?
"Aku nggak janji!" ujar ku meninggalkan nya sendiri di kamar.
Aku membawa baskom sama mangkok kotor bekas makan mas Arnav tadi, bunda sama ayah kenapa tidak kelihatan sekarang kan hari libur apa mereka pergi ke ladang?
__ADS_1
"Ayah bunda!" panggil ku
"Di belakang!" teriak bunda
Ternya ayah sama bunda lagi mencabut rumput liar di sayur-sayuran yang di tanam ayah, ini yang paling aku suka untuk tinggal di kampung ku ini selain udaranya sejuk aku juga suka berkebun di rumah ku ini, kebun di belakang rumah ku ini termasuk aku juga yang mengelolanya, tapi semenjak aku menikah dan pindah ke Jakarta jadi ayah sama bunda yang mengelola nya.
"Wah kebun aku semakin luas aja!" ujar ku dengan mata yang berbinar.
Aku membantu bunda yang sedang mencabut rumput liar itu, bunda sudah memetik tomat dan juga sayur yang akan di masak.
...
Matahari siang sangat terik aku sedang duduk di teras rumah sambil mengipas-ngipas wajah ku dengan kipasan sate.
"Bunda!" panggil mas Arnav sangat pelan
Aku mengerutkan keningku seraya melihat mas Arnav yang lagi berdiri di ambang pintu, aku menaikan sebelah alisku untuk bertanya ada apa.
"Dalam yuk!" ujar nya
"Ngapain yah panas gini enak duduk di sini, kalau kamu masih belum sehat istirahat aja dulu!" ujar ku
"K e l o n i n!" ujar nya sangat pelan tidak jelas aku dengar
"Apa?" ujar ku memukul kipas sate itu ke meja yang ada di dekat ku.
"Ke lo ni n!" ujar nya sangat lirih
"Apa sih mas ngomong yang jelas dong!" ujar ku sangat geram dengan ya, malah ngomong nggak jelas lagi.
Dia mendekat lalu membisik ke telinga ku, aku memukul nya dengan kipasan sate.
"Bilang minta kelonin apa susahnya, haruskah kamu berbicara lirih kayak tadi!" ujar ku
Dia menutup mulut ku jari telunjuk nya yang satu ia letakkan di mulutnya ia menyuruh ku untuk diam.
"Bunda ih!" ujar nya dengan wajah merah menahan malu, mas Arnav melihat di sekeliling beruntung tidak ada ayah dan bunda yang mendengarkan kalau menantunya sangat manja.
"Apa sih yah!" goda ku
"Bun, udah dong nanti ayah sama bunda dengar!" ujar nya
"Ayah bunda menan--!" mulut ku langsung di tutup oleh mas Arnav.
"Bunda... kamu bikin ayah malu!" protes nya
"L epa siin!" ujar ku menepis tangan mas Arnav
"Makanya bunda jangan teriak-teriak!" ujar nya
"Iya, si paling manja!" ledek ku
...
__ADS_1
Bersambung...
Entah ini nyambung atau tidak, author tidak tau ya, untuk sekarang ini author kepikiran sama ujian akhir sekolah author yang akan dilaksanakan pada tgl 13-18 Maret dan hasil snpmb author lulus atau tidak, bantu do'a nya aja agar semuanya lancar jaya, aamiin...