I Love You Pilot

I Love You Pilot
part 39. POV Author (Suara ponsel Bikin Rusak Suasana)


__ADS_3

Semua orang di rumah utama sedang mencemaskan keberadaan Arnav yang tidak di ketahui, sudah dua hari Arnav tidak pulang ke rumah nya, awalnya mama Ima dan papa Tejo mengira Arnav pergi untuk menenangkan pikiran nya pada malam itu ia bertengkar dengan mbak nya.


Papa Tejo dan yang lain sudah menghubungi nomor Arnav tapi tak di angkat oleh Arnav malahan Arnav selalu mematikan ponselnya agar dia tak di ganggu oleh keluarga nya.


"Pa bagaimana ini kita tidak tau Arnav kemana!" ujar mama Ima sangat khawatir dengan Arnav.


"Papa juga tidak tau ma, kita do'akan saja semoga dia baik-baik saja!" ujar papa Tejo


Waktu Arnav pergi ia tak berpamitan dulu pada orang tua nya kalau ia mau mencari Audia, malahan keluarga nya ini baru tau jika Arnav pergi membawa mobil sendirian dari pak Dadang supir pribadi Arnav.


Mereka sekeluarga lagi berkumpul di ruang keluarga, sementara Anas cuma bersikap santai dan tidak acuh saja padahal dia lah yang membuat Arnav marah dan pergi dari rumah.


"Mungkin Abang lagi mencari mbak Audia ma pa!" ujar Aquila memberi pendapat


"Mungkin saja!" ujar mama Ima


Kalau Arnav ada di rumah besan nya setidak nya besan nya itu menghubungi dan memberi kabar kepada keluarga Arnav tapi ini tidak.


Anas berpura-pura tidak menggubris obrolan dari keluarga nya itu, Anas tidak peduli dengan adik maupun adik ipar dari kampung itu.


"Udah gede gitu ngapain di cari! ujar Anas pada akhirnya


"Kamu tidak pernah peduli dengan keluarga kamu, jadi kamu diam saja tidak ada yang mau meminta pendapat dari kamu, urus saja urusan kamu itu!" ujar papa Tejo masih marah kepada Anas


"Terserah papa saja!" ujar Anas sangat keras kepala lalu ia beranjak pergi dari sana.


"Jangan tiru sikap membangkang mbak kamu itu!" ujar ayah Tejo pada putri bungsu nya


"Iya pa!" jawab Aquila


Malam ini mama Ima mau menelepon Arnav entah-entah Arnav mau mengangkat telepon dari mama nya itu.


...


Mereka berdua saling pandang-pandangan Audia tambah gugup oleh Arnav yang hanya diam terus memperhatikan nya, siapa juga tidak gugup saat di pana seperti itu.


Arnav sudah jauh-jauh hari ingin mengungkapkan perasaan nya pada istri nya sendiri, ia juga telah berlatih agar pernyataan perasaan ini akan berjalan dengan lancar dan sukses. Untuk di ketahui Arnav dilatih oleh Irfan untuk mengungkapkan perasaan itu kepada wanita.


Tapi entah kenapa Arnav sangat kaku hari ini, pada saat berlatih ia sangat lancar dan fasih nya cara mengungkapkan perasaan.


Jantung Arnav dag dig dug saat ia menatap wajah istri nya itu, malam ini menjadi malam yang sangat romantis bagi pasangan suami istri itu.


Gugup sangat gugup sampai-sampai keringat sebesar biji jagung membasahi leher dan dahi nya.


Audia merasakan jika suaminya merasakan gugup, "mas kamu kenapa?" tanya Audia membuka suara saat beberapa lama mereka diam.


"T--tidak!" ujar Arnav terbata-bata.


Arnav canggung sekali lidah nya seakan kelu saat ingin mengungkapkan perasaan nya kepada sang istri. Arnav sangat mengerututi diri nya yang payah ini.


Masa mengungkapkan perasaan saja tidak bisa!


"Kamu sakit?" tanya Audia


Audia berpikir jika suaminya ini sakit Arnav langsung berubah masam saat istri nya itu mengatakan jika ia sakit.

__ADS_1


"Aku tidak sakit!" ketus Arnav


Audia sedikit tidak suka dengan cara bicara Arnav yang sedikit ketus itu. Audia mengangguk kecil saja sambil melepaskan genggaman tangan Arnav dari nya. Arnav membola kan mata nya saat istrinya itu berani-beraninya melepaskan genggaman tangan nya.


"Kita pulang saja, untuk apa kita di sini kalau hanya untuk saling diaman!" ujar Audia lalu ia berdiri dari duduk nya Audia sudah melangkah dari meja makan itu ia sedikit kesal dengan Arnav.


Arnav mengejar Audia ia mencengkram tangan Audia, Audia menepis tangan Arnav yang memegang tangan nya itu.


"Please Audia kita makan dulu baru pulang!" ujar Arnav, ingin mengungkapkan perasaan pada istrinya sendiri tapi ada-ada saja gangguan nya, mulai dari lidah Arnav yang kelu tak bisa bicara sampai Audia sedikit kesal dengan Arnav.


Mereka kembali duduk di meja makan itu Audia hanya diam sambil melihat makanan yang asing bagi nya.


"Silahkan makan!" ujar Arnav


Audia mengangguk kecil tangan nya terulur mengambil makanan itu ia memperhatikan cara Arnav makan tapi Audia tak bisa-bisa memotong daging menggunakan pisau itu ia melepaskan pisau dan garpu yang ia pegang.


"Aku memang orang kampung mana bisa makan dengan cara beginian, biasanya aku makan menggunakan tangan ku biar nikmat, cara makan orang kampung dengan orang kota sangat berbeda!" batin Audia.


Arnav masih menikmati makan nya sementara Audia tidak melanjutkan makan nya.


"Aku memang tidak pantas bersanding dengan kamu mas, makan seperti ini saja aku tidak bisa yang ada aku hanya bikin malu kamu saja!" batin Audia


Arnav melihat Audia yang sedang termenung dengan sangat romantis nya Arnav mengulurkan sendok garpu yang sudah di tusuk daging itu ke mulut Audia.


Audia kaget dengan perlakuan manis Arnav itu, Arnav memberi senyum sangat manis pada istrinya itu.


"Aaak... ayo makan!" ujar Arnav


Audia ragu untuk membuka mulut nya tapi Arnav sangat pemaksa.


"Aaak...!"


"Buka mulut kamu sayang!" ujar Arnav sangat manis sekali ia memanggil istrinya itu dengan sebutan sayang.


Sebenarnya Arnav sangat grogi saat ia melontarkan kata yang sangat manis itu memanggil istrinya.


"Duh... jantung!" batin Arnav


Audia tersenyum senang karena di panggil dengan kalimat sangat manis itu. Audia menerima suapan pertama kali dari Arnav.


"Enak!" tanya Arnav


"Ya enak!" jawab Audia sangat canggung


Tanpa mereka sadari sedari tadi mereka di awasai oleh sepasang mata.


"Oh my god Arnav kenapa kamu tidak langsung mengatakan perasaan kamu sih kepada istri kamu itu, gue sudah susah payah melatih lo!" gerutu Irfan kepada Arnav


Arnav mendengar suara Irfan lewat earphone yang masing-masing mereka pakai, mata Arnav langsung menuju ke arah Irfan yang bersembunyi di sebalik dinding.


"Lo bisa diam tidak gue lagi usaha ini!" desis Arnav


Audia heran dengan Arnav karena ia berbicara sendiri sementara Audia tidak mengajak ia berbicara apa lagi arah mata Arnav melihat arah lain.


"Kamu ngomong sama siapa mas? tanya Audia.

__ADS_1


"Payah sekali kamu Arnav percuma gue latih lo, tapi lo tetap kaku kayak gini!" gerutu Irfan terus-menerus


"Lo bisa diam nggak sih gue lagi usaha!" gumam Arnav


"Lo payah!" umpat irfan


Mereka berdua lagi adu argumen lewat earphone yang saling menyambung itu.


"Gue bukan payah tapi gue lagi usaha!" gumam Arnav sangat kesal dengan Irfan.


Audia kebingungan dengan tingkah aneh dari suaminya itu yang berbicara sendiri.


"Mas kamu kenapa sih?" tanya Audia sekali lagi.


"Ah?, t--tidak a-aku tidak kenapa kok!" ujar Arnav terbata-bata.


Sebenarnya ini rencana Irfan untuk mendekatkan Arnav dengan istri nya itu, sewaktu Arnav membawa pesawat tujuan Padang itu ia menceritakan semua hal yang terjadi pada hidup nya.


Dengan bantuan sahabat nya ini ia menasehati Arnav dan sampailah saat ini Irfan selalu membimbing Arnav agar Arnav tidak terlalu kaku dengan wanita.


"Ungkapin perasaan lo sekarang!" titah Irfan


"Emang lo pikir gampang apa!" gerutu Arnav


Mereka berdua berdebat lagi lewat earphone yang saling menyambung itu, Audia menghela nafas dengan tingkah yang tidak masuk akal suaminya itu.


"Pulang yuk!" ajak Audia mereka berdua sudah selesai makan malam nya.


Audia berdiri lebih dulu tapi Arnav menahan nya dan menyuruh Audia duduk kembali.


"Tunggu dulu aku mau bicara sesuatu!" ujar Arnav


Terpaksa Audia duduk lagi di kursi nya ia melihat Arnav sementara tangan Arnav sudah berkeringat dingin karena sangat grogi.


"Mau ngomong apa? tanya Audia lebih dulu


Arnav menghela nafas panjang ia lagi mempersiapkan diri nya untuk mengungkapkan perasaan nya kepada Audia.


"Aku... aku menc--!"


Dringg dringg dringg


Deringan telepon genggam Arnav membuat Arnav jadi menjeda ucapan nya, ia sedang fokus dan konsentrasi ingin mengungkapkan perasaan nya tapi ada saja gangguan nya.


Suara ponselnya bikin merusak suasana yang hampir saja romantis ini, Arnav mengerututi suara ponsel nya itu.


"Damn it!" umpat Arnav sangat frustasi.


...


Bersambung...


Besok author sambung lagi ya, jangan lupa like, komentar dan vote nya ya!


Ig : purna_yudiani

__ADS_1


__ADS_2