
Sudah dua hari ini Arnav tidak masuk kerja, ia mengajukan cuti selama satu minggu, beruntung nya ia di perbolehkan cuti, karena selama ini Arnav tidak pernah mengajukan cuti, baru sekali ini ia mengajukan cuti selama satu minggu.
Di sisi lain nya Audia lagi mengibas-gibaskan tangan nya ke wajah nya, ia baru istirahat di bawah pohon rindang yang berada dekat kebun singkong milik ayah nya.
Bunda Diani juga duduk di sana, mereka baru selesai mencabut singkong dan mengambil daun kangkung itu untuk di jualnya ke pasar.
"Daun kangkung nya biar Audia aja yang antar ya bun, Audia sekalian mau lihat-lihat pasar juga, udah lama tidak ke sana!"
"Boleh, tapi pulang nya jangan terlalu lama ya!"
"Siap bunda!"
Mereka mengikat daun kangkung itu, kira-kira ada sepuluh ikat daun kangkung itu yang akan Audia bawa ke pasar nanti.
Mumpung hari masih pagi pasar di kampung ini masih ramai pembeli.
"Mbak Ninik...!" ujar nya menyapa wanita berumur tiga puluh tahunan itu.
"Owalah... Audia, kamu kapan ke sini?" tanya nya dengan senyum ramah.
"Sudah hampir dua minggu mbak, mbak nya sih nggak pernah ke rumah aku lagi! ujar Audia.
"Mbak sibuk!" ujar Ninik
"Sok sibuk!" cibir Audia.
Audia meletakkan sepuluh ikat sayur kangkung itu di hadapan Ninik, Ninik mengambil sayur kangkung itu. Selama ini keluarga Audia menjual sayur kangkung itu ke Ninik.
"Berapa ikat?"
"Sepuluh mbak!"
"Uangnya mana?" minta Audia menjulurkan telapak tangan nya ke Ninik.
"Sabar napa!"
Selesai menjual sayur kangkung Audia mengelilingi pasar ini dulu, sambil membeli bahan masakan untuk bunda nya.
"Mang Tora! sapa Audia
Pria yang seumuran dengan ayah nya itu langsung menoleh.
"Eeh Audia, udah pulang dari kota ya...!" ujar Tora
"Udah mang!" ujar nya.
Selesai berbelanja dan menyapa orang-orang yang ia kenal yang berada di pasar ini, kini Audia balik ke rumah nya.
Audia pergi ke pasar naik angkot, biasanya ia akan pergi ke pasar naik sepeda ontel ayah nya.
Audia menunggu angkot yang lewat untuk ia tumpangi, sangat lama ia menunggu angkot tapi angkot tak lewat juga.
__ADS_1
"Tumben jam segini angkot sepi!"
Audia masih melirik ke arah datangnya angkot, sekali lewat angkot nya penuh.
"Bakalan lama nih!"
🌼🌼🌼
Di sisi lain nya Arnav lagi termenung di sofa ruang tv, ia tau Audia pergi dari rumah sudah dua hari ini.
Tapi tidak ada tanda-tanda ia akan mencari istri nya itu.
Apa dia masih belum menganggap Audia atau dia senang jika Audia pergi?
Arnav mengusar-gusar rambut nya, di dalam hati nya ia sangat ingin mencari Audia tapi ego nya juga tak bisa melawan keinginan nya untuk mencari Audia.
"Damn it!" umpat Arnav
Arnav membuang telepon genggam nya ke sofa tempat ia duduk.
Arnav emosi karena ia tidak memiliki nomor ponsel istri nya sendiri, percuma saja handphone bagus dan bermerek tapi ia tak memiliki nomor telepon istri nya.
Selama ini Arnav tak pernah menyimpan nomor telepon Audia, bahkan meminta nomor telepon, menatap Audia saja ia sangat enggan.
Sama juga dengan Audia, ia juga tak menyimpan nomor telepon Arnav, Audia takut untuk meminta nomor telepon suaminya.
...
Kembali lagi di tempat Audia, ia masih menunggu angkot di pinggir jalan, sudah lama ia menunggu angkot tapi angkot yang di tunggu malah tidak ada.
Ia mengeluarkan telepon seluler dari dalam saku gamis nya, ia mengirim pesan kepada bunda nya jika ia sedikit telat pulang dari pasar nya.
"Moga bunda paham!"
Audia menyimpan telepon genggam nya di dalam saku gamis nya.
"Angkot oh angkot di manakah kamu!"
"Uuuh... angkot ini kalau di tunggu bakalan sepi, coba kalau nggak di tunggu dia malah nongol seenak nya!" ngedumel Audia.
Di samping itu juga seseorang turun dari mobil Alphard warna putih mengkilap.
"Hey, bertemu lagi kita!"
Audia memicingkan mata nya melihat sosok pria yang menyapa nya.
Setelah melihat pria itu Audia melengos menghindar dari pria itu.
"Dokter songong!" gumam Audia memasang wajah datar.
Ya, pria yang menyapa Audia tadi ialah Adam si dokter psikiater banyak gaya itu, pertama kali Audia bertemu dengan nya di dalam bus waktu itu.
__ADS_1
Audia memberi lebel cap dokter songong ke Adam itu, karena Audia sedikit terganggu dengan wajah sok imut Adam itu.
Padahal Adam si dokter psikiater banyak gaya itu tampan nya sebelas dua belas dengan suaminya, tapi Audia tetaplah Audia, ia sudah jatuh hati dengan suaminya sendiri.
"Walah, walah kita bisa ketemu lagi lho!" ujar Adam.
"Apaan sih!" ujar Audia judes
Wah, wah sepertinya Adam sangat tertarik menganggu Audia, Adam sangat tertarik mendekati Audia karena menurut Adam, Audia itu perempuan yang suka menangis.
"Hmm... seperti nya kamu lagi menunggu angkot!" ujar Adam
Audia memutar bola matanya ia sangat emosi jika Adam berada di dekat nya, walaupun ini kali kedua nya ia bertemu, tetap saja Audia sangat malas dengan nya.
Enyah lah dari hadapan ini!
"Mari saya antar, siapa tau kamu mau mengenalkan aku dengan orang tua kamu!" ujar Adam dengan pede nya.
Audia menaikan sebelah bibir atas nya, idih di gantung hidup-hidup oleh ayah bara baru tau rasa, istri orang malah di dekatin.
"Maaf anda kenapa selalu gangguan saya di waktu yang tidak tepat ya?"
"Kurang kerjaan banget!" ujar Audia memelototi Adam
Adam hanya nyengir lebar saat Audia memelototi diri nya.
"Saya sudah punya suami!" ujar Audia lalu melenggang pergi dari sana, ia tak ingin Adam menganggu diri nya yang sudah bersuami, biar bagaimanapun Audia sangat menghormati suami nya, walaupun suaminya itu tak menganggap nya.
Adam langsung terdiam dan mengerjap-ngerjapkan mata nya, ia tak percaya ternyata wanita yang ia anggap sebagai penangis itu sudah bersuami.
"Wajah nya masih imut-imut dan lucu gitu, tapi udah punya suami, umur nya juga masih belasan tahun kayak nya!"
"Ya Allah jangan hukum hamba sudah menganggu istri orang!" gumam Adam meringis kecil.
Audia menunggu angkot sedikit jauh dari Adam, sementara Adam masih diam mematung di sana.
Biar kena mental sekalian, katanya dokter psikiater biar bisa menyembuhkan mental nya itu!
Adam masuk ke dalam mobil nya lagi, ia berhenti di depan Audia.
"Saya tidak menganggu kamu, saya ingin berteman, jangan kamu ngadu sama suami kamu ya, saya tidak mau di cap sebagai pebinor! ujar Adam dengan wajah iba dan tangan nya menggatup di dada nya.
Audia tidak menanggapi sampai akhirnya angkot berhenti di depan mobil milik Adam, Audia langsung naik angkot itu.
...
Bersambung...
Jejak kuyy, jejak nya😎
jangan lupa follow Instagram author
__ADS_1
Ig : purna_yudiani
fb : purna yudiani