I Love You Pilot

I Love You Pilot
part 36. I Love You Pilot


__ADS_3

Aku tidak peka dia bilang jelas saja tidak peka dia aja hanya ngomong nama dan wajah saja, iya nama tapi siapa?


"Kamu ngomong nya setengah-setengah!" protes ku tidak terima


Dia kembali meletakkan tangan ku di dada bidang nya itu, sekalian saja aku gerakkan tangan ku di dada nya itu lalu tangan ku sudah sampai di perut nya ku cubit perut nya itu.


"Awwwst...!" ringis nya aku hanya tersenyum tanpa dosa saja.


"Sakit Audia, kenapa cubit aku? ujar nya


"Karena kamu bikin aku kesal!" ujar ku lalu bangkit dari duduk ku, ia menarik tangan ku kuat sehingga aku jatuh dalam pangkuan nya.


Dag dig dug dag dig dug...


Aku mendengar dengan sangat jelas bunyi detakan jantung nya itu, telinga ku menempel di dada nya itu maka nya aku bisa mendengar lebih jelas.


Sama hal nya jantung ku juga berdegup kencang ku yakini dia pasti juga dengar bunyi jantungku. Aku masih setia menempelkan telinga ku pada dada nya itu satu tangan ku juga terletak di dada nya.


Nyaman sekali bisa bersandar di dada bidang nan kokoh atletis ini, aku semakin menelusup kepala ku di dada nya itu, aku ingin mencari di mana tempat paling nyaman saat bersandar.


Dia membawa kepala ku di sebelah kanan dada nya, ya di sinilah tempat ternyaman saat bersandar.


"Sekarang kamu tau kan kenapa jantungku berdegup sangat kencang? ujar nya


Aku mengangguk kecil apakah itu benar jika ia mulai ada rasa pada ku, aku takut untuk berharap lagi pada nya aku takut kecewa yang kedua kali nya.


"Sekarang kamu masih ragu?' tanya nya, tetap sama aku mengangguk kecil sebagai jawaban nya aku masih ragu pada nya, jika ia belum mencintai ku, cukup dia jangan pernah memaksakan untuk mencintai ku, aku juga tak akan pernah berharap banyak lagi dari dia.


"Kenapa masih ragu hm? tanya nya


Aku menggeleng sebagai jawaban nya aku juga tidak tau entah kenapa di hatiku ada keraguan untuk nya, ya walaupun dia sudah berubah dan mau mulai mencintai ku.


"Maaf mas aku tidak tau entah kenapa aku masih ragu dengan kamu!" akui ku


"Aku tau kamu masih ragu dengan ku bagaimana tidak aku sering menyakiti kamu dari mulai mengabaikan kamu, tak pernah acuh pada mu dan aku juga pernah tak menganggap kamu, maaf jika aku terlalu menyakiti perasaan kamu, kini aku akan berjanji pada diri ku kalau aku akan mencintaimu setulus hati ku, tapi beri aku waktu untuk memulai nya dari awal!'


Entah kenapa air mata ku jatuh begitu saja rasanya sangat sedih saat ia mengakui kesalahannya dulu.


"Maafin aku juga!" ujar ku


Ia mengusap-usap punggung ku dengan sangat lembut, "bukan kamu yang salah Audia tapi aku, seharusnya aku yang minta maaf pada mu!" ujar nya


...


Makan malam bersama keluarga ku sangat hangat dan harmonis, kedua orang tua ku sangat baik pada menantu nya ini, ayah tidak membeda-bedakan antara anak dan menantunya.


Kami sudah selesai makan malam kini kami sedang duduk santai di sofa.


"Kapan kalian akan ke kota lagi? tanya ayah

__ADS_1


Aku melirik mas Arnav hanya dia yang dapat memberikan jawaban pada ayah karena aku hanya mengikuti nya saja.


"Hmm... rencana besok siang yah, aku mau memberi kenyamanan dan memberikan kebebasan untuk putri ayah dulu!" ujar nya dengan seringai mencurigakan


Apa yang ia maksud memberikan aku kebebasan dan kenyamanan terlebih dahulu, terus kalau kami sudah sampai di kota nanti akan dia apakan aku?


"Baiklah, itu terserah kalian intinya ayah sudah memberi kesempatan kedua pada kamu, ingat ya dalam kehidupan itu tidak ada yang namanya kesempatan ke tiga!" ujar ayah dengan tegas.


"Siap ayah, aku akan melindungi putri ayah ini! ujar mas Arnav dengan percaya diri.


Baguslah jika mas Arnav benar-benar berubah tapi aku juga masih ada PR yaitu membuat mas Arnav jatuh cinta pada ku, sekarang dia belum cinta pada ku tapi besoknya akan ku pastikan dia akan bucin pada ku.


"Karena waktu sudah malam mari kita istirahat!" ujar ayah mengakhiri obrolan malam ini, bunda tadi sudah tidur lebih dulu karena bunda badannya tidak enak.


Aku masuk ke kamar sudah ambil wudhu tadi aku belum sempat melaksanakan shalat isya, aku sholat lebih dulu ku biarkan saja mas Arnav tidur lebih dulu toh dia sudah sholat isya dulu tadi.


Selesai sholat aku membuka mukenah lalu ku tutupi lagi rambut ku dengan jilbab instan yang selalu memberi kenyamanan bagi ku.


"Cepat banget kamu tidur mas!" aku mencubit pipi nya itu dengan gemas wajah nya ini dari semenjak aku kenal dengan dia aku sangat suka dengan wajah nya ini, pengen aku gigit tapi masih sayang.


Aku masih mencubit pipi nya dengan lembut semoga dia tidak terganggu dengan apa yang aku lakukan.


"Iiiih bikin gemas sama pipi nya!" gumam ku tersenyum kecil.


Tanpa aku sadari mata elangnya sudah menatap ku dengan tajam nya, tangan ku masih setia hinggap di pipi mulus nya itu, kaki ku gemetaran karena ia menatap ku begitu garang nya.


"Nakal kamu ya kamu pikir aku anak kecil yang suka pipi nya di cubit!" ujar nya


"Tidak, tidak aku hanya mencubit nyamuk saja!" alibi ku agar aku tidak kena marah sama dia, aku ingat terakhir kali ia marah padaku wajahnya sangat menakutkan.


"Nyamuk! beo mas Arnav menaikan sebelah alisnya aku mengangguk-angkuk kecil sambil mengigit bibir bagian bawah ku.


"Baru tau aku kalau nyamuk itu di cubit nggak di tepuk lagi ya? tanya nya memojokkan ku, kenapa mulut kamu sangat tidak bisa berbohong Audia mengerututi diri ku.


"Iya itu... ya itulah mas!" ujar ku tak bisa menjawab nya ia malah menarik tangan ku sampai-sampai aku terjatuh dalam pelukan nya.


Dag dig dug bunyi jantungku tidak karuan saat wajah ku sudah sangat dekat dengan wajah nya, dengan refleks aku langsung memejamkan mataku, Audia kamu sangat kacau sekali sih kenapa kamu begitu bod*h?


Aku merasa nafas mas Arnav sudah menyapu wajah ku, wajah ku juga sudah menghangatkan oleh nya, hamba pasrah!


Satu kecupan mendarat di pipi bagian kanan ku aku susah payah menelan saliva ku, apa ini kenapa dia sangat lancang?


Aku membuka mataku aku berharap dia sudah tidur tapi tidak sesuai dengan ekspektasi ku malahan dia sedang tersenyum pada ku.


"Mau aku cium lagi kalau berbohong? ujar nya


Dengan refleks nya kepala ku ini mengangguk kecil, astagfirullahaladzim kenapa kepala ku ini bisa-bisa nya mengangguk padahal aku ingin menggeleng, sekarang aku benar-benar terjebak dalam situasi menyulitkan ini.


"Tidak mas aku tidak mau!" ujar ku menjauhkan tubuhku dari nya.

__ADS_1


Dia tidak bersuara tapi aku rasa ia semakin mendekati ku, aku sangat ngeri dengan nya saat ini.


"Benarkah?" ujar nya dengan suara berat


"Iya!" ujar ku


Dia dengan lancang nya memelukku dari belakang, "kali ini kamu tidak akan bisa lari lagi!" ujar nya


"Apaan sih mas!" ujar ku melepaskan pelukan nya yang sangat erat itu.


Aku berusaha tetap tenang dan santai agar dia tidak menganggap ku wanita lemah.


"Mari kita tidur! ujar nya dengan wajahnya menempel di punggung ku.


Kalau seperti ini aku bisa mati oleh dia kenapa dia sangat aneh hari ini?


"Mas lepas dong!" ujar ku.


"Bilang i love you pilot dulu!" titah nya aku mengerutkan keningku sangat tidak bisa di bayangkan kenapa dia sangat aneh sih?


"Mass... aku sesak nafas nih! ujar ku tak mau menirukan ucapan nya itu.


"Ya sudah!" ujar nya


"Mas pilot udah dong berat tau tangan kamu!" protes ku


"Bilang seperti yang aku perintahkan tadi dulu! ujar nya tak mau kalah.


"I love you pilot!" ujar ku dengan tidak ikhlas.


Aku tambah sesak nafas gara-gara dia tambah mempererat pelukannya pada ku, serius kali ini aku memberontak.


Ku cubit tangan kekar nya itu ia melonggarkan pelukan nya padaku lalu aku buru-buru menjauh dari nya.


"Sesak nafas aku tau nggak sih!" ujar ku dengan kesal pada nya. Dia hanya tersenyum saja melihat kekesalan ku pada nya.


"Bilang dulu atau aku peluk lagi!" ujar nya


Lebih baik nyerah dari pada di peluk mulu sesak nafas aku jadinya hampir mati juga lagi. Ku hela nafas panjang.


"I Love You Pilot!" ujar ku pada akhirnya dengan suara lembut mas Arnav sampai tertegun dengan suara ku.


...


Bersambung...


Like, komentar, dan vote nya!!!


Ig : purna_yudiani

__ADS_1


fb : purna yudiani


__ADS_2