I Love You Pilot

I Love You Pilot
part 60. Berencana Pulang Kampung


__ADS_3

Sekarang ini aku lagi memikirkan dimana letak salah ku pada dia maka dari itu dia mendiami ku dan meminta ku untuk introspeksi diri.


Aku balik memikirkan pada saat aku tidak sengaja bertemu dengan dokter Adam tadi eh bukan aku yang tidak sengaja bertemu dengan nya melainkan dokter Adam itu yang tidak sengaja bertemu dengan ku sewaktu di taman tadi.


Dokter Adam itu menceritakan kejadian waktu dimana aku di marahi dan di dorong oleh mbak Naya sampai aku terhuyung ke belakang oleh nya waktu itu, pada waktu itu dokter Adam juga tidak sengaja melihat pertengkaran kami, bukan, bukan pertengkaran tapi mbak Naya yang membully ku.


Nah terus kenapa mas Arnav bisa marah pada ku saat dokter Adam cuma mau tanya tentang apa yang mbak Naya lakuan pada ku, dokter Adam juga bertanya kenapa aku tidak melawan nya waktu itu.


Apa jangan-jangan mas Arnav marah karena aku tidak pernah cerita pada nya soal mbak Naya yang juga benci pada ku?


"Bisa jadi begitu!"


Sekarang aku paham dengan sikap mas Arnav yang meminta ku untuk introspeksi diri, ya, mas Arnav pasti marah dan kecewa pada ku karena aku tidak pernah memberi tahu dia tentang mbak Naya yang juga ikut membully ku. Dan mas Arnav pasti berpikir jika aku mau cerita dengan orang lain bukan pada nya.


Aku mencari mas Arnav ke kamar ternyata dia tidak ada di kamar lantas dia kemana?


Aku menemukan dia di kolam renang dia duduk termenung sambil menjuntaikan kaki nya ke kolam renang, pasti dia sangat kecewa pada ku, aku bukan bermaksud untuk menyembunyikan sesuatu dari nya, tapi aku takut untuk jujur pada nya kalau aku juga di bully oleh mbak Naya, sudah cukup mbak Anas di marahi oleh mertua ku, aku juga tidak mau mbak Naya kena imbas nya juga.


"Mas!" ujar ku berdiri di belakang nya


Dia tidak menoleh malahan dia asik dengan kaki nya yang bermain dengan air kolam renang itu, aku tau kamu kecewa tapi aku juga takut untuk jujur pada mu.


Aku duduk di sebelah nya juga, aku juga melakukan hal yang sama pada nya menjuntaikan kaki ku ke dalam kolam renang.


"Maaf!" ujar ku


Dia menghela nafas, "kenapa kamu tidak pernah bilang dari awal!" ujar nya sudah tau dengan arah pembicaraan kami.


"Aku takut untuk bilang jujur pada mu mas!" ujar ku


"Kamu takut di ancam oleh Naya itu?" tanya nya


Aku menggelengkan kepalaku, memang mbak Naya dan mbak Anas pernah mengancam ku, tapi aku tidak pernah takut dengan ancaman mereka.


"Terus kenapa kamu tidak bilang padaku, kamu mau bercerita dengan orang lain yang tidak ada hubungannya dengan kita, tapi kamu malah tidak pernah cerita pada suami kamu sendiri, aku ini suami kamu Audia, aku berhak tau tentang apa masalah yang kamu hadapi, aku ini berhak melindungi kamu karena aku ini suami kamu bukan orang asing lagi!" ujar nya


Aku diam, memang benar apa yang di bilang oleh mas Arnav itu benar, aku salah aku telah membuat dia kecewa pada ku.


"Kalau kamu takut di ancam oleh mereka kamu bilang saja sama aku, aku ini suami kamu yang siap kapan pun untuk melindungi kamu dari bahaya, mereka boleh membenci kamu tapi tidak dengan ku, aku sayang sama kamu, aku akan melindungi kamu dari mereka yang kurang ajar pada kamu, jangan pernah takut untuk di ancam oleh mereka!" ujar mas Arnav


"Maaf!" jawabku lirih sudah menangis

__ADS_1


"Aku sudah memaafkan kamu!" ujar nya


Kenapa dari awal aku tidak pernah cerita sama mas Arnav, seharusnya masalah kecil ataupun besar aku tetap memberi tahu nya, karena dia berhak tahu atas itu, tapi aku tidak memiliki keberanian untuk bercerita.


Sekarang mas Arnav pasti berpikir jika aku mau cerita dengan orang lain bukan dengan nya, aku dari awal tidak pernah cerita ke siapapun itu, itu hanya kebetulan saja saat mbak Naya mendorong ku lalu dokter Adam itu tidak sengaja melihat nya.


Aku juga tidak pernah cerita pada dokter Adam itu, tapi dia sendiri yang mengambil kesimpulan jika aku sering di jahati oleh keluarga suamiku, kesimpulan yang dokter Adam ambil itu ada benar nya juga.


"Aku hanya kecewa saja sama kamu, aku tidak marah sama sekali hanya kecewa saja karena di bohongi oleh istri sendiri, kamu boleh berbohong tapi demi kebaikan, tapi berbohong demi kejahatan itu tidak boleh!" ujar nya


Aku mengangguk sambil menghapus air mata ini.


"Jangan anggap yang salah itu benar dan benar itu salah, kalau kamu bersikap seperti ini terus yang ada kamu sendiri yang tersiksa!" ujar mas Arnav


...


Aku ke kamar untuk mencari mas Arnav, aku ingin pulang ke kampung halaman ku karena sudah lama aku tidak berkunjung melihat ayah dan bunda.


Aku ingin menenangkan diri ku juga di kampung halaman ku, di sana aku bisa bercerita dengan ayah dan juga bunda, aku sudah kangen juga dengan mereka.


Untuk itu aku mau minta izin terlebih dahulu pada suamiku.


"Ayah...!"


"Ayah...!"


Panggilan ku tidak ia dengar, kemana dia?, aku mencari dia di kamar mandi tapi tidak ada dia juga.


"Dooaarr...!"


Aku kaget hampir saja terjungkal karena suami jahil ku ini mengagetkan ku, aku mengusap dada ku saking berdebar nya jantung ku karena kaget.


"Ayah... ih bikin kaget aku aja, kamu mau bikin jantung ku copot apa, kamu mau aku meninggoy?" protes ku


Dia hanya nyengir tanpa dosa, ku cubit perut nya itu sampai dia meringis kesakitan, aku duduk di sofa ia juga menghampiri ku dan kepalanya tidur di pangkuan ku.


"Bunda mau apa?" tanya nya


"Bunda ngidam?"


"Bunda mau ayah beliin apa?"

__ADS_1


"Bunda capek atau tidak?, kalau capek sini biar ayah yang mijatin!"


"Bun--!"


Aku menutup mulut nya menggunakan telapak tangan ku.


"Aku tidak mau apa-apa!" ujar ku


Aku mengusap rambut nya itu mas Arnav sangat menikmati belaian lembut di kepalanya ini.


"Ayah!" ujar ku


"Hm!"


"Aku boleh minta izin pulang ke kampung halaman ku nggak, aku kangen sama ayah dan bunda apa lagi sama Yudia adik ku!" ujar ku meminta izin kepada nya


Mas Arnav membuka mata yang sebelumnya ia tutup dengan kelopak mata nya, ia menatap wajah ku.


"Boleh nggak?" tanya ku lagi


"Siapa yang antar?" tanya nya


"Pak Dadang kan bisa antar aku, aku pengen mengunjungi ayah sama bunda, kangen banget sama mereka!" beritahu ku


Sudah beberapa bulan ini aku tidak pernah pulang kampung, aku kangen sama keluarga ku yang di sana.


"Biar aku aja yang antar ya, memang kamu kapan pulang kampung nya?, aku juga pengen ketemu ayah sama bunda!" ujar mas Arnav


"Tapi kan kamu besok kerja!" ujar ku


Aku kepengen besok pergi ke kampung halaman ku, saat mas Arnav pergi kerja kan aku bisa tinggal bareng ayah dan bunda.


"Aku pengen besok pulang kampung nya!" ujar ku


Mas Arnav tampak berpikir sejenak lalu ia menganggukkan kepalanya, "besok kita berangkat sama-sama ya, aku antar kamu, aku juga pengen ketemu mertua!" ujar nya


"Lho, bukannya kamu besok kerja?" tanya ku


"Izin sehari lagi demi istri apa salah?" ujar nya


Aku tersenyum kecil.

__ADS_1


...


Bersambung...


__ADS_2